Connect with us

Subscribe

Headline

Sepak Terjang Safety Car di Formula 1

Ajang balap empat roda terkemuka dunia — European Grand Prix pertama diadakan tahun 1920, yang kini ketahui dengan nama Formula 1. Selaku penyelenggara, peserta maupun pihak yang terlibat didalamnya pasti memegang prinsip ‘zero mistake’, tetapi ada saja tragedi tragis yang tak terhindarkan seakan sudah menjadi suratan takdir.

Sebuah kecelakaan pun terjadi, dalam sepanjang sejarah tercatat ada 51 pembalap tewas di arena Formula 1, baik saat sesi latihan, balapan atau event non kejuaraan lainnya.

Berangkat dari kejadian itu tercetus apa yang disebut safety car. Yaps, seperti yang kalian tonton, safety car adalah mobil yang memimpin rombongan peserta mengelilingi sirkuit sebelum balapan dimulai, biasanya dengan kecepatan antara 50-120 km/jam. Putaran ini ditujukan untuk pemanasan dan memastikan bahwa kondisi lintasan aman dan tidak ada masalah yang berarti pada mobil pembalap termasuk safety car.

Tugas safety car tidak se-sederhana apa yang saya ungkapkan diatas, masih banyak tugas berat lainnya. Sebelum mengupas sepak terjang safety car lebih jauh, lantas bagaimana prosedur safety car diizinkan turun ke arena balap?

Safety car Formula 1 ditugaskan oleh Race Director untuk mengurangi kecepatan pembalap dengan alasan keselamatan, baik disebabkan kecelakan maupun kondisi cuaca buruk. Regulasi resmi kompetisi mengatakan bahwa safety car digunakan setiap kali ada bahaya mengancam di lintasan.

Pengemudi safety car bersama kru kabin harus dalam keadaan siap siaga sepanjang balapan berlangsung dan selalu terhubung dengan Race Control melalui alat komunikasi. Saat dipanggil untuk turun tangan, safety car memasuki sirkuit dan sejak itu peserta tidak diperkenankan saling menyalip. Safety car akan mengizinkan pembalap untuk menyalip melalui kode berupa lampu hijau berkedip sampai posisi safety car tepat dibelakangnya.

Untuk menyadarkan pembalap akan keberadaan safety car di sirkuit, ditandai melalui lampu oranye berkedip — dengan lampu strobo diatas safety car. Ketika kondisi dirasa aman, safety car akan meninggalkan sirkuit dan kembali ke pit setelah satu putaran dan mematikan lampu strobo. Setelah safety car keluar dari sirkuit, pembalap harus tetap dalam formasi. Sejak 2007, kokpit safety car dibekali monitor yang menampilkan kondisi balapan di lintasan.

Sepak terjang safety car di Formula 1

Penggunaan safety car pertama Formula 1 meninggalkan kisah memalukan tahun 1973. Sebuah Porsche 914 berkelir kuning turun ke sirkuit lantaran terjadi kecelakaan dan cuaca buruk. Eppie Wietzes, pria dibalik kemudi safety car mengambil alih jalannya balapan dan memposisikan mobil didepan pembalap Howden Ganley. Disitulah kesalahpahaman mulai terjadi.

Jalur pit yang relatif sempit menjadi semakin penuh sesak karena pembalap bingung mengatur urutan posisi, akibatnya mereka berebut mencari posisi yang tepat. Sebagian ada di belakang Ganley dan lainnya berada di belakang Emerson Fittipaldi.

Saat Fittipaldi melewati garis finish, Ia dan timnya meyakini sebagai lap terakhir padahal faktanya Ia tertinggal satu putaran. Rupanya Fittipaldi melewatkan race flag dimana bendera baru dikibarkan ketika empat mobil dibelakangnya – Howden Ganley, Mike Hailwood, Peter Revson dan James Hunt mendekati garis finish.

Secara tidak langsung Ganley menganggap dirinya sebagai pemenang mengingat posisinya tepat di belakang safety car. Butuh 1 jam tim official Formula 1 membereskan kekacauan dan mencari tahu siapa pemenang sebenarnya. Terlepas aksi protes Ganley, Peter Revson dinyatakan sebagai juara Grand Prix Kanada.

Setelah kemalangan terjadi, safety car terpaksa dihapus selama hampir dua puluh tahun. Tetapi penggunaan safety car sempat muncul lagi antara tahun 1981-1983 hanya untuk Grand Prix Monaco menggunakan Lamborghini Countach.

Ibarat mati suri, safety car kembali selama musim 1992 dengan melakukan serangkaian tes di GP Perancis dan Inggris menggunakan Ford Escort RS Cosworth. Setahun kemudian konsep safety car mulai diadopsi, sayangnya tidak ada satupun mobil masuk dalam kriteria untuk mengimbangi performa F1. Dan anehnya lagi pilihan armada safety car justru jatuh pada Fiat Tempra 16 valve versi produksi lokal di GP Brasil.

Tahun 1994, tim F1 belum juga menemukan titik terang, bahkan bergonta ganti armada demi mendapatkan safety car yang dirasa tepat. Opel Vectra sempat menempati posisi sebagai safety car di San Marino, kemudian menyusul Honda Prelude di Jepang. Tak berhenti sampai disitu, selama dua tahun berikutnya F1 mulai menjajal mobil sedan yang lebih bertenaga dan didominasi sejenis supercar diantaranya Porsche 911 GT2 , Lamborghini Diablo, dan Tatra 613. Sebelum akhirnya mengambil keputusan pada Mercedes-Benz, anehnya lagi Renault Clio berkapasitas dibawah 2000 cc sempat terpilih menjadi safety car.

Eksistensi Mercedes-Benz mulai digelar sebelum mengakhiri musim 1996, berawal dari C 36 AMG, menyusul secara berturut-turut CLK 55 AMG, CL 55 AMG, SL 55 AMG dan CLK 55 AMG. Tahun 2004 Mercedes konsisten sebagai safety car, mereka memasok lagi SLK 55 AMG dan CLK 63 AMG. Tahun 2008 diisi oleh SL 63 dan menyusul SLS AMG GT tahun 2012-2014.

 

Safety car Formula 1 sempat menggunakan Mercedes-AMG GT S hingga akhirnya tergantikan oleh Mercedes-AMG GT R bertenaga 585 hp hingga detik ini. Begitu pula berlaku pada medical car yang juga didukung oleh Mercedes. Wah, rupanya perjalanan safety car di dunia Formula 1 cukup complicated ya bro.

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Gimana Sih Cara Kerja AC Mobil?

Did You Know?

Penjelasan Lengkap Mengenai Apa Itu Biodiesel

Did You Know?

Jangan Sembarangan Dengan Minyak Rem, Ini Resikonya

Did You Know?

Awal Sejarah Peraturan Lalu Lintas Terbentuk

Did You Know?

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2018 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by PT. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan