Home Did You Know? Seputar Mesin V8 dalam Dunia Offroad Indonesia (Part 1)

Seputar Mesin V8 dalam Dunia Offroad Indonesia (Part 1)

Sudah lazim di dunia balap mobil terjadi perombakan besar-besaran dalam sektor dapur pacu. Tidak cuma perombakan internal mesin, namun lebih dari itu, mesin satu glondong pun bisa saja dibenamkan kedalam sebuah mobil balap. Tujuannya apa? Tentunya banyak factor yang dipikirkan sang pembalap/team. Mulai dari tenaga mesin, hingga durability mesin terserbut.

Lebih-lebih dalam dunia balap offroad yang sangat membutuhkan ketahanan extreme. Banyak mesin yang menjadi rujukan penggantian mesin itu atau yang sering di sebut Swap Engine. Salah satunya yang sedang mulai populer di Indonesia adalah mesin berjenis V engine. Karena sedang populer jadi kita mencoba membahasnya untuk beberapa artikel kedepan dari mulai sejarahnya hingga nanti pengaplikasiannya di mobil Offroad Indonesia.

Berbicara tentang mesin jenis V ini, bisa saja kita kaitkan dengan GM atau General Motor yang merupakan salah satu pabrik otomotif terbesar di dunia yang juga sebagai pelopor mesin jenis V ini. Dan kebetulan, mesin jenis V yang sering digunakan dalam ajang balap offroad Indonesia bahkan dunia rata-rata menggunakan mesin buatan GM ini.

Sejarah GM Memproduksi Mesin V

Mesin V keluaran GM yang paling terkenal hingga saat ini adalah V8 350 Gen 1. Mesin ini hingga saat ini tetap menjadi incaran para bulder otomotif untuk dijadikan mesin Hotrod, Dragrace ataupun hanya untuk ajang modifikasi saja.

Mesin ini, pada awalnya dibuat pada tahun 1950-an dan selama mesin itu diproduksi GM mengeluarkan beberapa varian. Yang paling terkenal adalah varian L-48 yang pada akhirnya digunakan untuk mobil Chevrolet Camaro dan Chevrolet Nova, nah dari sejak itu Chevrolet bekerja sama dengan GM yang akhirnya untuk selanjutnya Chevrolet menggunakan mesin V8 buatan GM. Tidak itu saja, mobil buata Australia pun juga sempat mencicipi mesin dari GM untuk Holden Monaro yang diproduksi dari tahun 1969 sampai 1972.

Selain varian L-48 diatas masih banyak varian lain yang pernah diproduksi GM, mari kita bahas satu persatu.

www.speeddoctor.net
www.speeddoctor.net

L46

Versi yang muncul pada tahun 1969 – 1970 ini merupakan opsi untuk Chevrolet Corvette dan performanya malah lebih tinggi. Mesin ini memiliki perbandingannya kompresi 11:1 sehingga harus menggunakan bahan bakar dengan oktan tinggi untuk menunjang performa yang tinggi pula. Pada versi L46 ini tenaga yang dikeluarkan bisa mencapai 350 bhp. Selain power yang mumpuni, mesin ini tersedia dengan 4 Barrel Quadrajet karburator dan cam hidrolik serta bentuk piston yang dome (+2.6 cc), headsnya 186, dan 4-bolt block.

www.barrett-jackson.com
www.barrett-jackson.com

L48

Kelanjutan dari versi sebelumnya, yang memiliki performa lebih tinggi dari 350 cu, ada L48 yang hadir di versi Super Sport Camaro SS 350. Versi ini sendiri dikeluarkan pada tahun 1967-1980 dengan kapasitas 5700 cc dan power yang dihasilkan sampai 300 hp dengan torsi 380 lb-ft (520 N-m). Mesin ini diturunkan rasio kompresinya pada tahun 1971, dari 10.25:1 menjadi 8.5:1. Tidak kalah dengan versi terdahulunya, L48 menjadi mesin standar dari Chevrolet Corvette tahun 1975-1980 yang dilengkapi dengan power sebesar 165 bhp, lalu ditingkatkan menjadi 195 bhp pada tahun 1979. Kenaikan tersebut tidak berlangsung lama, setahun setelahnya, 1980 powernya diturunkan menjadi 190 bhp.

L65

Setelah menjadi mesin standar dari Chevrolet Corvette selama lima tahun, seri L65 ini muncul dan diciptakan dengan 2 barrel karburator dan power sebesar 145 hp.

LM1

L65 muncul dengan 2 barrel karburator, kini muncullah adiknya, yaitu LM1 dengan 4 barrel karburatornya yang merupakan fitur standar dari 350 cu 5700 cc. Dari spesifikasi tersebut, mesin ini kemudian digunakan dalam mobil penumpang hingga tahun 1988. Tidak hanya itu, mesin ini memiliki kemajuan dari pendahulunya, yaitu menggunakan sistem kontrol spark berbasis elektronik atau komputer.

ZQ3

Pada versi sebelumnya, L48 sempat menjadi mesin standar dari Chevrolet Corvette di tahun 1975-1980. Ternyata, sebelumnya, pada tahun 1970-1974 ada pendahulunya yang lebih dulu pernah mencicipi ruang mesin Corvette, yaitu ZQ3. Versi ini sendiri powernya bisa sampai 300 bhp ditambah dengan rasio kompresi 10.25:1 dan ada juga pengangkat hidrolik. ZQ3 ini juga merupakan blok pertama dengan dengan bearing sebesar 2.45 inchi, yang sebelumnya pada 1968/1969 hanya sebesar 2.30 inchi.

en.wikipedia.org
en.wikipedia.org

LT1

Masih di tahun 1970, versi LT1 menjadi versi penghabisan dari 350 cu pada V8 family. Spesifikasinya sendiri, LT1 ini diciptakan dengan solid filter serta rasio kompresinya 11:1, dengan performa camshaft 178, 780 CFM Holley dan karburator 4 barrel. Versi ini sendiri memiliki power hingga 370 bhp untuk Corvette, dan 360 bhp untuk Camaro dengan daya 6000 rpm dan torsi 380 lb-ft. Setahun kemudian, 1971, powernya diturunkan menjadi 330 bhp, 255 net hp dan torsi 360 lb-ft dengan kompresi yang lebih rendah, 9:1. Lagi-lagi, pada 1972, power diturunkan menjadi 255 bhp dengan torsi 280 lb-ft, dan menjadi tahun terakhir dari LT1.

classiccarsdriven.com
classiccarsdriven.com

L82

Maju setahun setelah LT1 terakhir muncul, di tahun 1973 keluarlah versi L82 yang bisa dibilang tampilan dari 350 pada tahun 1973-1980. Untuk L82 ini karburatornya juga 4 barrel sama seperti LT1 dengan torsi 255 lb-ft. Di tahun 1975, mesin ini diturunkan powernya menjadi 205 bhp dan torsi 255 lb-ft. selanjutnya, di tahun ’76-’77, powernya jadi 210 bhp untuk Corvette dan kemudian ditingkatkan 220 bhp setahun kemudian, dengan torsi 260 lb-ft. Ternyata ada kenaikan lagi di tahun 1979 yaitu 225 bhp dan lagi pada tahun 1980 sebesar 230 bhp yang tersedia juga untuk Camaro.

L81

Memasuki tahun 1981, L81 yang merupakan satu-satunya 350 cu dengan kapasitas 5700 cc pun muncul. Mesin ini digunakan pada Chevrolet Corvette dan produksi powernya bisa mencapai 190 bhp dengan torsi 280 lb-ft dan kompresi 8.2:1. Walaupun mirip dengan versi L48 di tahun 1980, versi ini menambahkan cam yang lebih panas dan juga Computer Control Spark advance yang menggantikan vacuum advance. Sepertinya versi ini memang unik, karena merupakan satu-satunya mesin Corvette yang menggunakan smart carburetor.

LT-9

Setelah memunculkan keunikan pada L81 dengan smart carburetornya, di tahun yang sama, LT-9 pun dimunculkan yang disediakan untuk truk. LT-9 ini merupakan varian dari 350 cu dengan 5700 cc yang juga dibarengi dengan power yang bisa mencapai 160 bhp @ 3800 rpm serta torsi 250 lb-ft @ 2800 rpm, serta kompresi 8.3:1. Mesin yang tersedia untuk kendaraan emisi berat ini ditampilkan selama lima tahun, 1981-1986.

L83

Diantara lima tahun kemunculan LT-9 diatas, ternyata ada juga mesin konfigurasi V8 yang juga diluncurkan, yaitu L83 pada 1982 dan 1984. Kenapa ada jeda? Karena pada tahun 1983 GM tidak menetapkan model mesin apapun untuk Corvette, sehingga tidak ada versi L83 pada tahun 1983. Di tahun ’82 dalam pengggunaannya pada Corvette, versi ini hanya tersedia dengan transmisi otomatis, dan diciptakan dengan power yang dapat mencapai 200 bhp serta torsi 285 lb-ft, dan kompresi 9:1.

www.fourwheeler.com
www.fourwheeler.com

L98

Pada generasi I V8, tahun 1985 yang merupakan masa penerus dari versi L83 memperkenalkan anggota barunya, yaitu L98. Dengan masa produksi waktu yang cukup lama, 1985-1992, salah satunya memunculkan beberapa pembaruan dari versi sebelumnya. Penambahan Tuned-Port fuel Injection “TPI” yang dimasukkan sebagai fitur standar semua Corvette tahun ’85-‘91. Dalam kemunculannya, mesin ini digolongkan menjadi beberapa kelas, yang pertama tahun 1985-1986 powernya 230 bhp, kedua pada 1987-1989 240 bhp, dan yang ketiga 245 bhp untuk tahun 1990-1991.

Selain itu, L98 V8 ini menjadi mesin opsional pada bulan Januari sekitar tahun ’87-’92 untuk Chevrolet Camaro & Pontiac Firebird (225 hp (168 kW)-245 hp (183 kW) dan piston 330 lb-ft (447 N·m)-345 lb-ft (468 N·m)). Sedangkan versi 1987-nya, dengan spesifikasi 10 hp (7kW) dan 15 lb-ft (20 N·m) yang kemudian di tahun 1991 mengalami kenaikan kompresi sebesar 9.5:1 untuk Camaro/ Firebird dan Corvette dengan 10:1.

www.fourwheeler.com
www.fourwheeler.com

L05

Kelanjutan dari versi L98 adalah L05 ini yang dikenalkan pada tahun 1987. Versi ini digunakan di Chevrolet/ truk-truk GMC, baik GMT400 maupun seri R/V seperti K5 Blazer, Suburban dan pickup dengan kelas C/K yang hingga tahun 1991 menyertakan cabs sasis dan empat cabs pintu. Beberapa kendaraan roda empat yang menggunakan L05 antara lain:

  • Buick Roadmaster sedan dan station wagon tahun 1992/1993
  • Cadillac Brougham (mesin opsional) tahun 1990-1992
  • Cadillac Fleetwood tahun 1993
  • Chevrolet Caprice 9C1 di 1989-1993
  • Chevrolet Caprice Wagon (mesin opsional)pada 1992/1993
  • Chevrolet Caprice LTZ di tahun 1993
  • Oldsmobile Custom Cruiser Wagon (mesin opsional) tahun 1992
  • AMG Hummer H1 pada tahun 1995-1996

Penggunaan L05 sendiri telah digantikan oleh LT1 setelah tahun 1993 dalam kategori GM-B-Bodies setelah produksinya dihentikan tahun 1996.

paceperformance.com
paceperformance.com

L31

Mesin V8 yang selanjutnya adalah Vortec L31 yang merupakan produksi terakhir pada Generasi I small-block dari Chevrolet, dan kemudian diganti dengan 5.3 L 5300 LM7. Memasuki tahun 2002, menjadi tahun terakhir dari L31 versi 5700 cc small block V8 yang berasal dari tahun 1995. Vortec 5700 cc ini bisa memproduksi daya 255 hp (190 kW) hingga 350 hp (261 kW) pada 4600 rpm dan 330 lb-ft (447 N·m) sampai 350 lb-ft (475 N·m) dari torsi 2800 rpm.

Dalam penerapan, L31 digunakan pada beberapa kendaraan dibawah ini:

  • 1996 – 2002 Chevrolet Express/ GMC savanna full-size vans
  • 1996 – 1999 Chevrolet C/K full-size trucks
  • 1996 – 1999 Chevrolet Suburban/ GMC Suburban full-size dan long-wheelbase SUV
  • 1996 – 1999 Chevrolet Tahoe/ GMC Yukon (termasuk juga Tahoe Limited 2000 dan Tahoe Z71) full-size dan short-wheelbase SUV
  • 1999 – 2000 Cadillac Escalade

Sedangkan untuk penggunaan TBI L31, ada pada vans seri G pada tahun 1996 dengan lebih dari 8,500 lb (3,856 kg) w/ transmisi 4L80E. Penerapan secara khusus sendiri ada pada Oscar Mayer Wienermobile dan truk-truk Isuzu Box.

Naah… panjang ya.. tapi penjelasan diatas merupakan artikel pembuka dari serangkaian seri dibelakangnya yang akan berlanjut dengan generasi selanjutnya. Nah, gimana udah tau kan sekarang sejarah dari mesin konfigurasi V8? Ikuti terus episode V8 ini ya, biar nggak ketinggalan alurnya.

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)