Home Did You Know? Setting Murah ala K18 Engineering (3)

Setting Murah ala K18 Engineering (3)

Halo temen-temen, pertama-tama mumpung masih di bulan Syawal gue mau ngucapin maaf lahir batin buat para pembaca setia Fastnlow, dan terima kasih udah stay baca update berita-berita dari kita, khususnya rubril gue.

Gimana liburan lebarannya? Menyenangkan? Masih penasaran dengan “Gimana sih cara membangun mobil drift dengan budget pas-passan”. Nah di artikel terkahir, kita memang sempat membahas masalah las Gardan, semoga berguna ya. Namun ternyata masih banyak pertanyaan dari temen-temen tentang detail dari upgrade mobil yang cukup bisa membuat mobil bisa ngedrif.

Di Artikel pertama pada bulan Januari, gue ngebahas masalah Exhaust System dan selanjutnya ngebahas masalah Las Gardan dengan baik dan benar yang mengambil contoh BMW E30 gue. Nah sekarang gue coba membahas yang lebih dalam lagi masalah meningkatkan performa mobil.

Ayo kita bahas masalah upgrade mesin, nah mengapa upgrade mesin? Ada beberapa alasan orang ingin meng-upgrade mesin standar mobilnya, karena pada dasatnya mobil-mobil yang keluar (khususnya di Indonesia) kebanyakan spek mesin-nya di Down Spec, dengan maksud biar ongkos produksi murah.

Sedikit berbeda dengan luar negri dimana spek mobil sudah diatur oleh pemerintah dan sudah terstandarisasi. Seperti adanya ABS, AIRBAG, Catalitic Converter, O2 sensor, auto safetybelt dll. Karena di negara-negara tersebut peduli tentang keselamatan pengendara, pejalan kaki hingga peduli dengan pencemaran lingkungan. (kayanya Indonesia belum mikir sampe situ sih..)

Oke, balik lagi ke topik utama. Alasan orang upgrade performa mobilnya karena mesin dirasa kurang responsive. Eh, tapi bukan karena mesin capek atau ngebul (mengeluarkan asap dari kenalpot) lho ya.. kalau kejadiannya seperti itu sih mesin harus di overhaul.

via wikipedia Foto hanya ilustrasi
via wikipedia
Foto hanya ilustrasi

Kita ambil contoh mesin sehat tapi masih kurang powerful, BMW 320i manual. Tenaga standarnya di sekitar 130hp pada saat barunya. tapi kok kurang nendang ya? Ada beberapa cara mudah untuk memeriksanya.

Kita anggap mesin mobil ini sehat utuh enggak bocor, enggak rembes dan ngiler-ngiler enggak jelas lainnya. Yang gampang pertama adalah kita cek dulu pedal gasnya, apakah pedal gas pada kondisi gas penuh, throttle terbuka penuh? Biasanya sih, pedal gas ketahan karpet sehingga tidak terbuka penuh. Bisa-bisa hanya sekitar 70% saja terbuka.

via www.bimmerwerkz.com Foto hanya ilustrasi
via www.bimmerwerkz.com
Foto hanya ilustrasi

Kemudian kita buka air filter-nya, biasanya filter standarnya mobil tuh agak mampet. Jadi kita bisa ganti dengan filter replacement model racing yang ada di pasaran atau sekalian aja open airfilter. Merek apa? Semua sama aja..tinggal awet apa enggaknya dan gampang ngerawatnya apa enggak. Itu hal yang tingkat kesulitan paling gampang, dimana semua orang modifikasi bermula dari sini.

via chrisparente.com Foto hanya ilustrasi
via chrisparente.com
Foto hanya ilustrasi

lalu karena BMW menggunakan airmass sensor (orang biasa sebut airflow) itu bisa dibersihkan dengan Airmass Cleaner (merk CRC) dan dia memang untuk itu, jangan coba-coba pake semprotan cleaner lain, dia sifatnya tekanannya rendah aman disemprot langsung, dijamin yang airmassnya memang kotor (bukan rusak) bisa balikin performanya seperti awal.

Nah ini,klo mobil dirasa kurang setelah banyak yang diganti, bisa dari fuel system, mulai dari filter bensin mampet, saringan teh yang ada di fuelpump dalem tangki, sama injector.  

Lalu kita cek kenalpot. Ini penyakit umum pemilik mobil yang langsung percaya sama tukang kenalpot. Disuruh pake yang model ini-itu tinggal mau-mau aja. Maen ganti tabung belakang padahal ukuran nya kecil biar enggak plong banget katanya, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Jangan langsung percaya ya dan jangan diteruskan.

Kita ambil contoh ukuran diameter kenalpot standar 320i 1¾ inci, tabungnya 3 buah. Sebetulnya orang pun punya idealisme dan sugestinya sendiri-sendiri, itu mah silahkan aja. Tapi disini gue coba kasi tips sederhana buat temen-temen yang belum paham dan banyak bertanya kepada gue.

via ebay.com Foto hanya ilustrasi
via ebay.com
Foto hanya ilustrasi

Di BMW 320i,buatlah header 6-2-1 liat ukuran pipa header aslinya, ganti dengan yang 3-1 pada cylinder 123, dan 3-1 juga di cylinder 456 dengan ukuran1¾  inch setiap bagian.

Setelah itu 2 pipa bagian down pipe di gabungkan menjadi 1 pipe pas di bawah kopel aslinya (disamping gearbox), kemudian 1 tabung lurus muffler sederhana yang ukuran 2 inch sampai belakang, lalu 1 tabung lagi dibelakang. Inget, tabung belakang bukan untuk meningkatkan power atau tenaga lho ya, dia hanya untuk penyaring suara. Tapi tabungnya diganti dengan yang lurus dalamnya. (jangan tabung model standar yang dalemnya diputer-puter, ntar balik lagi ke standar namanya).

Kemudian, kalau masalah exhaust system sudah dilaksanakan, kalau masih belum puas, baru masuk ke Porting Polish (PP). Tapi… Kalau masalah yang satu ini gue agak kesulitan untuk menjelaskan. Karena pada dasarnya para mekanik dan bengkel-bengkel upgrade performa sebetulnya memiliki idealisme masing-masing tentang perhitungan (PP) ini, belum lagi masalah karakter mesin mobil juga berbeda-beda, belum lagi masalah karakter keinginan client yang berbeda-beda (yang paling sering sih minta  irit tapi bisa kenceng. Heddeeww..).

Nah.. semua penjelasan dalam garis besar ini semoga puas …

INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)