Connect with us

Subscribe

Cars

Suplier Mobil Butuh $20 Miliar Agar Pabrik Kembali Beroperasi

Sumber: Wikipedia.com

Pandemi corona tidak hanya berdampak pada automaker mobil baik dari segi produksi hingga penjualan, namun juga melanda industri suplier otomotif di AS. Yaps, mereka menghadapi tantangan besar menuju tahun ini dari penjualan yang melambat dan investasi dalam teknologi yang tengah berkembang seperti kendaraan elektrik dan otonomos. Ketika pandemi corona menyerang, mengubah situasi sulit menjadi lebih mengerikan bagi sejumlah perusahaan suplier.

Berbeda dibanding produsen mobil raksasa, yang pada umumnya memiliki miliaran dolar dalam bentuk tunai, sementara kebanyakan suplier tidak siap menghadapi penurunan drastis dalam perekonomian. Memasuki fase new normal, para automaker berupaya untuk membuka kembali pabrik-pabrik di AS, dimana disaat yang bersamaan para suplier juga menghadapi masa percobaan, khususnya usaha kecil hingga menengah.

Julie Fream, CEO dan Presiden Original Equipment Supplier Association (OESA), sebuah grup perdagangan yang mewakili ratusan suplier mobil, mengatakan bahwa industri membutuhkan aliran dana sekitar 20-25 miliar dolar sesegera mungkin untuk menghindari masalah yang meluas termasuk kebangkrutan.

“Kita perlu memasukkan likuiditas ke komunitas suplier otomotif sesegera mungkin. Saat ini tidak ada pemasukan dan sudah banyak dana yang keluar, kami perlu membantu mereka dalam masa ketidakpastian ini karena mereka akan kembali beroperasi setelah penutupan akibat corona,” katanya, dilansir dari CNBC.

Para suplier biasanya dibayar untuk pesanan yang dikerjakan dalam periode 30-90 hari. Sementara sebagian besar pabrikan mobil tutup sejak Maret lalu, kini suplier hanya menerima sedikit pesanan atau tanpa pendapatan sama sekali saat mereka memulai kembali produksi, dimana dapat digunakan sebagai perputaran modal.

“Begitu mereka mulai melanjutkan operasi, uang tunai akan menguap dengan cepat. Kami tidak akan terkejut melihat beberapa kebangkrutan di semua tingkatan,” ujar Fred Hubacker, Managing Partner of Consulting Firm Conway MacKenzie.

Sumber: Autonews.com

Suplier otomotif dikategorikan dalam beberapa tingkatan atau disebut Tier. Tier 1 diantaranya seperti American Axle & Manufacturing, Robert Bosch dan Continental yang merupakan perusahaan terbesar dan menyuplai langsung ke produsen mobil. Sementara Tier yang lebih rendah menyuplai ke Tier yang lebih tinggi atau perusahaan multimiliar yang mungkin tidak secara ekslusif menyuplai ke sektor otomotif.

S&P Global melaporkan bahwa peluang default untuk pemasok suku cadang mobil melonjak pada bulan April, yang mengarah ke ekspektasi peningkatan konsolidasi dan kebangkrutan. Tekanan yang tengah dihadapi suplier mengenai uang tunai selama pandemi corona adalah dua setengah kali lipat dari Krisis Ekonomi tahun ‘98 karena pendapatan nol.

 

Upaya talangan dana

Tanpa talangan dana beberapa suplier akan palit dan hal terburuk mengalami kebangkrutan, atau merger, usaha patungan dan akuisisi yang dilakukan oleh suplier yang lebih besar untuk menjaga rantai pasokan tetap berjalan. Gangguan dalam rantai suplai menjadi salah satu kekhawatiran terbesar bagi para automaker untuk memulai kembali beroperasi setelah penutupan pabrik karena pandemi corona. “Semua operasi produksi kami bergantung pada suplier yang sehat dan kemampuan mereka untuk memulai itu sangat penting,” cetus Chief Operating Officer Ford Motor, Jim Farley.

Sumber: bloomberg.com

Daimler mengkonfirmasi bahwa pabrik Mercedes-Benz di Alabama, yang merupakan salah satu pabrik di AS yang pertama kembali beroperasi pada April lalu, terpaksa kembali menganggur pada bulan Mei karena tidak adanya suplai suku cadang.

Menurut Fream, OESA bekerja dengan kelompok induknya — Motor and Equipment Manufacturers Association dan politisi dalam upaya mendapatkan aliran dana untuk perusahaan suplier, termasuk dana dari Main Street Lending Program sebagai jembatan pinjaman jangka pendek. “Pada poin dan masa ini, semua tentang uang tunai untuk memastikan anda memiliki aliran dana yang dibutuhkan perusahaan untuk mempertahankan bisnis,” imbuhnya.

Dalam hal ini para pejabat automaker di Michigan tak hanya mendesak dewan politisi untuk memberikan bantuan kepada produsen mobil saja namun juga menyertakan suplier otomotif ke dalam proposal legislatif. Isi proposal juga menyebutkan bahwa lebih dari 10 juta pekerja industri Amerika sebagaimana dampak tahunan ekonomi sebesar 953 miliar dolar sebagai alasan untuk mencantumkan sektor otomotif dalam upaya stimulus mendatang.

Sumber: Theintercept.com

 

Risiko kebangkrutan

Perusahaan yang paling berisiko kebangkrutan adalah suplier kecil hingga menengah yang memiliki 10.000 karyawan atau lebih dan pendapatan kurang dari 750 juta dolar. Fream mengatakan bahwa kebanyakan suplier kecil dapat memenuhi syarat untuk mengajukan pinjaman pemerintah melalui Paycheck Protection Program tetapi beberapa suplier menengah terlalu besar untuk memenuhi syarat dan pemerintah menegaskan mereka dirasa belum perlu mengajukan kredit.

“Suplier menengah juga sangat mengkhawatirkan. Pemerintah terlalu dini untuk mengatakan seperti itu, berapa banyak perusahaan yang tertekan membutuhkan bantuan atau berujung bangkrut. Kami tidak tahu berapa volume sisi permintaan akan berjalan saat ini,” tutur Fream.

Menurut Center for Automotive Research, suplier terkecil dengan kurang dari 100 karyawan membentuk sekitar 78% dari ribuan suplier di AS. Techniplas, sebuah produsen komponen plastik khusus industri otomotif dan transportasi, telah mengajukan kebangkrutan pada Mei lalu. Perusahaan yang berbasis di Nashotah, Wisconsin ini mempekerjakan lebih dari 700 orang.

Sejumlah faktor berkontribusi terhadap penurunan pendapatan dan likuiditas perusahaan, tak sedikit diantaranya karena dampak pandemi corona. Yaps, pandemi corona menambah masa-masa kelam bagi suplier mobil, mengingat setahun terakhir mayoritas suplier tengah mengubah model bisnis yang boleh dibilang masih prematur untuk berinvestasi di bidang-bidang baru khususnya kendaraan listrik dan otonom.

Efektif mulai 1 Juli mendatang, belum lagi suplier harus dihadapkan dengan biaya yang lebih besar guna mematuhi persyaratan tambahan berdasarkan kesepakatan perdagangan USMCA (US-Mexico-Canada Agreement). Karyawan tambahan, logistik dan teknologi, termasuk penegakan hak karyawan — ini diantaranya merupakan syarat yang wajib dipenuhi oleh perusahaan.

 

Hmm, situasi yang sungguh pelik ya sob!

 

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Apa Itu JDM? Apakah semua mobil Jepang itu JDM?

Did You Know?

Kenapa Selalu E36? Ini Jawabannya

Did You Know?

Sekilas Tentang Sejarah Gokart dan Go-Karting

Did You Know?

Ford Perkenalkan Valet Parkir Otomatis di Detroit

Cars

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan