Home Did You Know? Syarat Untuk Ikut Balap Speed Offroad 2017

Syarat Untuk Ikut Balap Speed Offroad 2017

Punya mobil 4×4 dann pengen ikut balapan speed offroad? Sabar, ada yang harus dipastikan pada mobil andalan sebelum turun dilintasan. Regulasi ini merupakan hasil rumusan dari IMI untuk ajang Speed Offroad 2017.

Berikut regulasi tentang kendaraan pada kejuaraan speed offroad:

JENIS DAN SYARAT KENDARAAN

1. Berbasis atau kategori Jip, SUV, Pick-Up, Double Cabin, UTV dengan penggerak 4 (empat) roda.

  1. Daya mesin dan modifikasi kendaraan dibatasi dengan pembagian Group dan Kelas.
  2. Persyaratan perlengkapan kendaraan :
    3.1. Wajib memasang roll-bar atau roll-cage minimal 6 (enam) titik dengan ketentuan diameter Pilar “B” sebagai berikut :
    3.1.1.Diameter minimum 38.1mm x 2.6mm untuk

3.1.1.1. Group 1

3.1.1.2. Group 2

3.1.1.3. Group 3

3.1.2.Diameter minimum 44.0mm x 2.9mm untuk

3.1.2.1. Group 4

3.1.2.2. Group 5

3.1.3. Diwajibkan membuat 1 (satu) buah lubang (di bor) pada bagian kiri rollbar Pilar “B” berdiameter 5mm, dengan ketentuan posisi lubang berjarak antara 20 sampai 50 cm dari dasar rollbar dan diberikan tanda merah berbentuk panah mengarah pada lubang tersebut.

3.1.4. Petunjuk pemasangan Roll-bar atau roll-cage dilampirkan pada LAMPIRAN II.

3.2.Disarankan diameter Pilar “A” dengan ketentuan diameter sebagai berikut :

3.2.1.Diameter minimum 34.0 mm x 3.5mm untuk

Group 1

Group 2

Group 3
3.2.2.Diameter minimum 38.1 mm x 2.9mm untuk

Group 4

Group 5
3.2.3.Diwajibkan membuat 1 (satu) buah lubang (di bor) pada

bagian kiri rollbar Pilar “A” berdiameter 5mm, dengan ketentuan posisi lubang berjarak antara 10 sampai 20 cm dari dasar rollbar dan diberikan tanda merah berbentuk panah mengarah pada lubang tersebut.

3.3.Kendaraan open cockpit/soft top wajib memasang plat base/top cover alumunium (minimum 2mm) dipasang tepat diatas kepala driver dan navigator.

  • 3.4.  Perlengkapan keselamatan mengikuti panduan halaman di PERATURAN TEKNIK KESELAMATAN OLAHRAGA MOBIL 2017. (halaman hijau)
  • 3.5.  Wajib menggunakan safety belt minimal 4 titik dengan lebar 3 inch. Sudut pemasangan maksimum 45 derajat kebawah pada dua titik bagian belakang.
  • Titik pemasangan (baut/pengunci terpisah). Tidak diperbolehkan menggunakan safety belt bagian belakang dengan type Y.

3.6.Driver dan navigator diwajibkan menggunakan racing suit (baju balap).

3.7. Wajib memasang foot step bagi Navigator

G1, G3.3, G4 dan G5

3.8.  Driver diwajibkan memakai sarung tangan (glove)

  • 3.9.  Wajib menggunakan Safety-Helmet dengan sistem pengunci “D-ring”, diwajibkan Helmet memenuhi standarisasi SNI, SNELL atau DOT. tidak diperbolehkan memakai helmet dengan sistem penguncian “klik”.

3.10. Disarankan menggunakan Helmet yang berhomologasi FIA. Sesuai dengan Peraturan Teknik Keselamatan Mobil.

3.11. Diwajibkan menggunakan HANS Devices (Head And Neck Support) untuk Group : G1, G3.3, G4 dan G5. SANKSI PINALTY 5 Detik

Disarankan menggunakan HANS Devices (Head And Neck Support) atau Neck Roll untuk Group : G2, G3.1dan G3.2

  • 3.12. Wajib memasang safety Bonnet Pin pada Kap mesin (engine hood)
  • 3.13. Wajib membawa tabung pemadam kebakaran dengan ukuran minimal 2 Kg dan terisi penuh, yang terpasang dengan baik dan terjangkau oleh awak kendaraan.

3.14. Wajib memasang battery Kill-Off switch yang berfungsi dengan baik.

  • 3.15.  Wajib menggunakan Bucket Seat Non Reclining.
  • 3.16. Kaca depan, dan kaca pintu kiri dan kanan (driver dan navigator) hanya boleh diganti dengan bahan policarbonate. Wajib menggunakan kaca film dibagian kaca depan.
    Dilarang menggunakan bahan acrylik

3.17.  Wajib menggunakan Helm Full-Face atau Goggle apabila tidak menggunakan kaca depan atau bagian kaca depan dilubangi.

  • 3.18. Pintu depan wajib terpasang dan harus berfungsi dengan normal sebagai akses keluar masuk driver dan/atau navigator. Pintu berbahan kanvas / terpal tidak diperbolehkan. Apabila menggunakan pintu yang menyatu dengan rollcage, maka ruang terbuka kiri dan kanan harus memudahkan untuk akses keluar masuk driver dan/atau navigator.
  • 3.19. Wajib memasang safety net dan terpasang dengan sempurna untuk seluruh kendaraan, terkecuali kendaraan yang mempunyai jendela tertutup yang tidak dapat dioperasikan. (gambar pada LAMPIRAN II).
  • 3.20.  Apabila pada rollbar antara pilar a dan b terdapat pipa melintang berupa X (door beam) maka bahan pintu dari fiber glass diperbolehkan.
  • 3.21.  Rem harus berfungsi dengan baik dan bisa mengunci di ke empat roda.
  • 3.22.  Wajib memasang Mud-Flap pada ke empat roda.
  • 3.23.  Wajib memasang tutup pengaman kepala aki (bagian kutub positif dan negatif) berbahan non konduktor.
  • 3.24.  Disarankan membuat pengaman kopel (propeller shaft guard) agar apabila terjadi kopel putus tidak membahayakan pembalap.
  • 3.25.  Electric fuel pump tidak diperbolehkan terpasang diruang mesin dan juga tidak diperbolehkan berdekatan dengan accu. (jarak minimum 50cm)
  • 3.26.  Sudut ujung gas buang (exhaust tip) tidak diperbolehkan menghadap ke bawah
  • 3.27.  Jika Special Stage dilaksanakan pada malam hari peserta diwajibkan mempergunakan lampu

4. Ketentuan Ban

4.1.Diameter Ban minimal 27 inch

4.2. Dilarang mempergunakan ban rally atau yang memakai rantai/paku.
4.3. Jumlah ban maksimal 4 (empat) buah.

Pasal 2 : PEMBAGIAN GROUP dan KELAS 1. PEMBAGIAN GROUP dan KELAS

1.1.Group G1 UTV
1.1.1. Kelas 1 : 1 – 1000cc
1.1.2. Kelas 2 : 1001cc – 1500cc Open

1.2.Group G2 4 Cylinder UP TO 1000 cc

  • 1.2.1.  Kelas 1 : 1 – 1000cc Karburator
  • 1.2.2.  Kelas 2 : 1 – 1000cc Full Modifikasi

1.3.Group G3 4 Cylinder UP TO 2500 cc

  • 1.3.1.  Kelas 1 : 1001 – 2500cc Karburator / Injection
  • 1.3.2.  Kelas 2 : 1001 – 2500cc Full Modifikasi

1.4.Group G4 6 Cylinder

1.4.1. Kelas 1 : Karburator

1.4.2. Kelas 2 :  Injection

1.4.3. Kelas 3 :  Full Modifikasi Karburator / Injection

1.5.Group G5 FREE FOR ALL

  • 1.5.1.  Kelas 1 :  Free For All 4 Cylinder
  • 1.5.2.  Kelas 2 :  Free For All 6 Cylinder
  • 1.5.3.  Kelas 3 :  Free For All 8 Cylinder
  • 1.5.4.  Kelas 4 :  Free For All 8 Cylinder Pro
  • 2. DEFINISI KELAS
  • 2.1. G1.1 UTV 1 – 1000cc

2.1.1. BODY BEBAS 2.1.2. CHASIS BEBAS

2.1.3. MESIN

2.1.3.1. Mesin berasal dari UTV

2.1.3.2. 2 Cylinder dengan kapasitas mesin maksimal 1000cc.

2.1.3.3. Cam shaft bebas

2.1.3.4. Valve spring/per klep dan rocker arm ratio bebas

2.1.3.5. Intake manifold bebas.

2.1.3.6. Engine management bebas. Pengapian bebas.

2.1.3.7. Pengapian Bebas

2.1.3.8. Sistem saluran gas buang (Exhaust)

2.1.3.9. Air Filter bebas.

2.1.4. SUSPENSI DAN WHEEL BASE

2.1.4.1. Sistem Suspension OEM, standar pabrik.

2.1.4.2. Shock Absorber , dudukan dan sudut bebas.

2.1.4.3. Coil over shock , by pass bebas.

2.1.4.4. Wheel base bebas.

2.1.5. TRANSMISI / GEAR BOX

2.1.5.1. OEM standar pabrik.

2.1.6. GARDAN

2.1.6.1. Gardan OEM standard pabrik.

2.1.6.2. As roda bebas

2.2. G1.2 UTV 1001cc – 1500cc Open

2.2.1. BODY BEBAS

2.2.2. CHASIS BEBAS

2.2.3. MESIN

2.2.3.1. Mesin Bebas

2.2.3.2. Forced Induction Bebas

2.2.3.3. Kapasitas mesin 1001 – 1500cc

2.2.3.4. Cam Shaft Bebas

2.2.3.5. Valve spring/per klep dan rocker arm ratio bebas

2.2.3.6. Intake manifold bebas.
2.2.3.7. Engine management bebas.

2.2.3.8. Pengapian, revllimiter dan kabel busi bebas.
2.2.3.9. Sistem saluran gas buang (Exhaust) bebas.

2.2.3.10 AirFilterbebas.

2.2.4. SUSPENSI DAN WHEEL BASE

2.2.4.1. Sistem Suspension OEM, standar pabrik.

2.2.4.2. Shock Absorber , dudukan dan sudut bebas.

2.2.4.3. Coil over shock , by pass bebas.

2.2.4.4. Wheel base bebas.
2.2.5. TRANSMISI / GEAR BOX

2.2.5.1. OEM standar pabrik.

2.2.6. GARDAN

2.2.6.1. Gardan standard pabrik.

2.2.6.2. As roda bebas.

2.3. G2.1 4 SILINDER 1 – 1000cc KARBURATOR

2.3.1. BODY

2.3.1.1. Body utama (body tub) harus tetap digunakan, boleh di modifikasi. Fire wall boleh dimodifikasi. Diwajibkan memasang pelindung Fly Wheel.

2.3.1.2. Penggantian bahan pada dasar body tub tidak diperbolehkan (kecuali penggunaan material yang lebih kuat pada bagian tertentu bagian body dengan alasan safety).

2.3.1.3. Frame kaca wajib terpasang, sudut bebas, boleh dimodifikasi.

2.3.1.4. Pintu belakang boleh di lepas.

2.3.1.5. Diperbolehkan memotong atau melubangi bagian body yang berkaitan dengan suspensi. Lantai body yang tidak berkaitan dengan suspensi wajib tetap terpasang.

2.3.2. CHASIS

2.3.2.1. OEM standard pabrik

2.3.2.2. Diperbolehkan melakukan perubahan pada ruang gerak gardan terhadap kebutuhan travel suspensi maksimum 2 inch pada chasis.

2.3.2.3. Bagian atas chasis tampak standard pabrik akan tetapi diperbolehkan melakukan reinforced.

2.3.3. MESIN

2.3.3.1. Bentuk luar mesin standar pabrik /sesuai dengan jenis kendaraannya.

2.3.3.2. Kapasitas mesin maksimum 1000 cc (perubahan cc karena over size piston sesuai bawaan pabrik diperbolehkan. Panjang langkah/Stroke standar pabrik).

2.3.3.3. Apabila kapasitas mesin melebihi kapasitas tersebut diatas sanksi pemecatan.
2.3.3.4. Intake manifold bebas
2.3.3.5. Karburator maksimum 2 barrel
2.3.3.6. Pengapian bebas
2.3.3.7. Cam shaft bebas.
2.3.3.8. Exhaust sistem bebas.

2.3.3.9. Filter udara bebas.
2.3.3.10.Posisi dudukan mesin standar pabrik.(toleransi 5cm dari dudukan asli).

2.3.3.11.Posisi radiator terpasang sesuai standar pabrik ( dibagian depan mesin).

2.3.3.12. Sistem pendinginan bebas.

2.3.4. SUSPENSI DAN WHEEL BASE

2.3.4.1. Sistem suspensi standard pabrik (kendaraan basic over axle tidak diperbolehkan merubah posisi per menjadi under axle, dan sebaliknya, termasuk sistem shacklenya sesuai standard pabrik).

2.3.4.2. Shock Absorber, dudukan dan sudut bebas.

2.3.4.3. Wheel base sesuai spesifikasi pabrik, modifikasi dengan cara apapun DILARANG.

2.3.5. TRANSMISI / GEAR BOX
2.3.5.1.Boleh diganti dengan transmisi standar dari merk lain

2.3.6. GARDAN

2.3.6.1. Gardan tampak luar standard pabrik sesuai dengan jenis kendaraanya.

2.3.6.2. Reinforced diperkenankan

2.3.6.3. As roda bebas.

2.4. G2.2 4 SILINDER 1- 1000cc FULL MODIFIKASI KARBURATOR / INJECTION

2.4.1. BODY BEBAS

2.4.1.1. Diwajibkan memasang pelindung Fly Wheel (pengaman apabila Fly Wheel terlepas).

2.4.1.2. Penggantian bahan pada dasar body utama pada ruang kabin diperbolehkan. Bahan dasar kap mesin, gril dan front fender (spakboard) boleh diganti. Bentuk kap mesin, gril dan spakboard bebas.

2.4.1.3. Untuk kendaraan berbentuk pick-up / open cock pit lantai selain pada bagian kabin diperbolehkan dilepas.

2.4.1.4. Frame kaca boleh dilepas.

2.4.2. CHASIS BEBAS 

2.4.3. MESIN

2.4.3.1. Mesin bebas, N/A Naturally Aspirated (diperbolehkan melakukan penggantian mesin, merk bebas).

2.4.3.2. Basic mesin adalah mesin mobil.

2.4.3.3. Kapasitas mesin maksimum 1000 cc (perubahan cc karena over size piston sesuai bawaan pabrik diperbolehkan. Panjang langkah/Stroke standar pabrik)

2.4.3.4. Apabila kapasitas mesin melebihi kapasitas tersebut diatas sanksi pemecatan.

2.4.3.5. Lokasi mesin tetap didepan (front engine).
2.4.3.6. Dudukan mesin bebas.
2.4.3.7. Pengapian bebas.
2.4.3.8. Fuel sistem bebas.
2.4.3.9. Filter udara bebas.
2.4.3.10.Intake manifold bebas.
2.4.3.11.Exhaust sistem bebas.
2.4.3.12.Posisi radiator dan sistem pendingin bebas.

2.4.4. SUSPENSI DAN WHEEL BASE

2.4.4.1. Suspensi dan sistem nya bebas.

2.4.4.2. Wheel base bebas
2.4.4.3. Shock Absorber bebas.

2.4.5. TRANSMISI / GEAR BOX

2.4.5.1. Transmisi boleh diganti.
2.4.5.2. Perbandingan ratio gear bebas.
2.4.5.3. Tetap menggunakan synchromesh dengan sistem perpindahan “H-pattern”.

2.4.6. GARDAN DAN AS RODA BEBAS

2.5. G3.1 4 SILINDER 1001 – 2500cc KARBURATOR / INJECTION

2.5.1. BODY

2.5.1.1. Body utama (body tub) harus tetap digunakan, boleh di modifikasi. Fire wall boleh dimodifikasi. Diwajibkan memasang pelindung Fly Wheel.

2.5.1.2. Penggantian bahan pada dasar body tub tidak diperbolehkan (kecuali penggunaan material yang lebih kuat pada bagian tertentu bagian body dengan alasan keamanan ). Bahan dasar kap mesin, gril, front fender (spakboard), bentuk kap mesin, gril dan spakboard bebas.

2.5.1.3. Frame kaca wajib terpasang, sudut bebas, boleh dimodifikasi.

2.5.1.4. Pintu belakang boleh di lepas.

2.5.1.5. Diperbolehkan memotong atau melubangi bagian body yang berkaitan dengan suspensi. Lantai body yang tidak berkaitan dengan suspensi wajib tetap terpasang.

2.5.2. CHASIS

2.5.2.1. OEM standard pabrik

2.5.2.2.Diperbolehkan melakukan perubahan pada ruang gerak gardan terhadap kebutuhan travel suspensi maksimum 2 inch pada chasis. Bagian atas chasis tampak standard pabrik akan tetapi diperbolehkan melakukan reinforced.

2.5.3. MESIN

2.5.3.1. Mesin bebas, N/A naturally aspirated (diperbolehkan melakukan pergantian mesin,merk bebas)

2.5.3.2. Kapasitas mesin maksimum 2500 cc (perubahan cc karena over size piston sesuai bawaan pabrik diperbolehkan).

2.5.3.3. Apabila kapasitas mesin melebihi kapasitas tersebut diatas sanksi pemecatan.

2.5.3.4. Intake manifold bebas.
2.5.3.5. Karburator maksimum 2 barrel, cfm bebas
2.5.3.6. Pengapian bebas.
2.5.3.7. Injector bebas.
2.5.3.8. Camshaft bebas.
2.5.3.9. Exhaust sistem bebas.
2.5.3.10.Filter udara bebas.
2.5.3.11.Lokasi mesin tetap di depan (front engine).

2.5.3.12.Posisi mesin diperbolehkan mundur maksimal 15 cm dari posisi mesin bawaan pabrik/mesin asli.
2.5.3.13. Sistem Injeksi tampak luar standar pabrik (Throttle body OEM).
2.5.3.14. ECU standar pabrik, Remapping dan Piggyback diperbolehkan (Homologasi IMI).

2.5.3.15. Posisi radiator terpasang sesuai standar pabrik (dibagian depan mesin) 2.5.3.16. Sistem pendingin bebas.

2.5.4. SUSPENSI DAN WHEEL BASE

2.5.4.1. Sistem suspensi OEM ,standard pabrik (kendaraan basic over axle tidak diperbolehkan merubah posisi per menjadi under axle, dan sebaliknya, termasuk sistem shacklenya sesuai standard pabrik).

2.5.4.2. Shock Absorber, dudukan dan sudut bebas.

2.5.4.3. Wheel base sesuai spesifikasi pabrik, modifikasi dengan cara apapun DILARANG.

2.5.5. TRANSMISI / GEAR BOX
2.5.5.1.Boleh diganti dengan transmisi standar dari merk lain

2.5.6. GARDAN

2.5.6.1. Gardan tampak luar standard pabrik sesuai dengan jenis kendaraanya.

2.5.6.2. Reinforced diperkenankan

2.5.6.3. As roda bebas.

2.6. G3.2 4 SILINDER 1001 – 2500cc FULL MODIFIKASI 

2.6.1. BODY BEBAS

2.6.1.1. Diwajibkan memasang pelindung Fly Wheel (pengaman apabila Fly Wheel terlepas).

2.6.1.2. Penggantian bahan pada dasar body utama pada ruang kabin diperbolehkan. Bahan dasar kap mesin, gril dan front fender (spakboard) boleh diganti. Bentuk kap mesin, gril dan spakboard bebas.

2.6.1.3. Untuk kendaraan berbentuk pick-up / open cock pit lantai selain pada bagian kabin diperbolehkan dilepas.

2.6.1.4. Frame kaca boleh dilepas.

2.6.2. CHASIS BEBAS 

2.6.3. MESIN

2.6.3.1. Mesin bebas, N/A Naturally Aspirated (diperbolehkan melakukan penggantian mesin, merk bebas).

2.6.3.2. Basic mesin adalah mesin mobil.

2.6.3.3. Kapasitas mesin maksimum 2500 cc (perubahan cc karena over size piston sesuai bawaan pabrik diperbolehkan).

2.6.3.4. Apabila kapasitas mesin melebihi kapasitas tersebut diatas sanksi pemecatan.

2.6.3.5. Lokasi mesin tetap didepan (front engine).

2.6.3.6. Dudukan mesin bebas.

2.6.3.7. Pengapian bebas.
2.6.3.8. Fuel sistem bebas.
2.6.3.9. Filter udara bebas.
2.6.3.10.Intake manifold bebas.
2.6.3.11.Exhaust sistem bebas.
2.6.3.12.Posisi radiator dan sistem pendingin bebas

2.6.4. SUSPENSI dan WHEEL BASE

2.6.4.1. Suspensi dan sistem nya bebas.

2.6.4.2. Wheel base bebas
2.6.4.3. Shock Absorber bebas.

2.6.5. TRANSMISI / GEAR BOX

2.6.5.1. Close ratio diperbolehkan, tetap menggunakan synchromesh dengan sistem perpindahan “H-pattern”.

2.6.6. GARDAN DAN AS RODA BEBAS.

2.7. G4.1 6 SILINDER KARBURATOR

Basic mobil diproduksi dan atau dipasarkan di Indonesia maksimum sampai dengan tahun 1988.

2.7.1. BODY

2.7.1.1. Body utama (body tub) harus tetap digunakan, boleh di modifikasi. Fire wall boleh dimodifikasi. Diwajibkan memasang pelindung Fly Wheel.

2.7.1.2. Penggantian bahan pada dasar body tub tidak diperbolehkan (kecuali penggunaan material yang lebih kuat pada bagian tertentu bagian body dengan alasan safety). Bahan dasar kap mesin, gril, front fender (spakboard), bentuk kap mesin, gril dan spakboard bebas.

2.7.1.3. Frame kaca wajib terpasang, sudut bebas, boleh dimodifikasi. Pintu belakang boleh di lepas.

2.7.1.4. Diperbolehkan memotong atau melubangi bagian body yang berkaitan dengan suspensi. Lantai body yang tidak berkaitan dengan suspensi wajib tetap terpasang.

2.7.2. CHASIS DAN WHEEL BASE

2.7.2.1. Chasis OEM standard pabrik SESUAI DENGAN JENIS dan VARIAN KENDARAAN, modifikasi memperpendek dan memperpanjang chasis DILARANG. 2.7.2.2. Diperbolehkan melakukan perubahan pada ruang gerak gardan terhadap kebutuhan travel suspensi maksimum 2 inch pada chasis.

2.7.2.3. Bagian atas chasis tampak standard pabrik akan tetapi diperbolehkan melakukan reinforced.

2.7.2.4. Wheel base BEBAS.

2.7.3. MESIN

2.7.3.1. Mesin OEM, 6 Cylinder INLINE Naturally Aspirated N/A standar pabrik, merek dan tipe BEBAS.

2.7.3.2. Kapasitas mesin bebas. – Cam shaft bebas

2.7.3.3. Valve spring/per klep dan rocker arm ratio bebas. – Intake manifold bebas.

2.7.3.4. Material Forged Piston diperbolehkan.

2.7.3.5. Valve spring/per klep dan rocker arm ratio bebas.

2.7.3.6. Cam shaft bebas.

2.7.3.7. Karburator BEBAS.

2.7.3.8. Pengapian, revlimiter dan kabel busi bebas.

2.7.3.9. Sistem saluran gas buang (Exhaust) bebas. – Air Filter bebas.

2.7.3.10. Posisi dudukan mesin standart pabrik (toleransi 5 cm dari dudukan asli).

2.7.3.11. Posisi Radiator terpasang sesuai standard pabrik (toleransi 10cm dari dudukan asli), sistem pendinginan bebas.

2.7.4. SUSPENSI

2.7.4.1. Sistem suspensi OEM, standard pabrik, sesuai dengan jenis dan varian kendaraannya. Over axle/ under axle, termasuk sistem sachlenya Bebas. (khusus sistem suspensi leaf spring pada bagian depan dan belakang)

2.7.4.2. Shock Absorber, by pass shock , dudukan dan sudut bebas.

2.7.5. TRANSMISI / GEAR BOX

2.7.5.1. Close ratio diperbolehkan, tetap menggunakan synchromesh dengan sistem perpindahan “H- pattern”.

2.7.6. GARDAN
2.7.6.1. Gardan BEBAS.

2.7.6.2. As roda bebas.

2.7.6.3. Reinforced diperbolehkan.

2.8. G4.2 6 SILINDER INJECTION

2.8.1. BODY

2.8.1.1. Body utama tetap digunakan ,boleh dimodifikasi

2.8.1.2. Diwajibkan memasang pelindung Fly Wheel. Penggantian bahan pada dasar body tub tidak diperbolehkan (kecuali penggunaan material yang lebih kuat pada bagian tertentu bagian body dengan alasan safety). Bahan dasar kap mesin, gril, front fender (spakboard), bentuk kap mesin, gril dan spakboard bebas.

2.8.1.3. Frame kaca wajib terpasang, sudut bebas, boleh dimodifikasi.

2.8.1.4. Pintu belakang boleh di lepas.

2.8.1.5. Diperbolehkan memotong atau melubangi bagian body yang berkaitan dengan suspensi. Lantai body yang tidak berkaitan dengan suspensi harus tetap terpasang.

2.8.2. CHASIS

2.8.2.1. Chasis OEM standard pabrik SESUAI DENGAN JENIS dan VARIAN KENDARAAN. Modifikasi dengan memperpendek dan memperpanjang chasis DILARANG 

2.8.2.2. Diperbolehkan melakukan perubahan pada ruang gerak gardan terhadap kebutuhan travel suspensi maksimum 2 inch pada sasis. Bagian atas sasis tampak standard pabrik akan tetapi diperbolehkan melakukan reinforcement.

2.8.3. MESIN

2.8.3.1. Mesin 6 cylinder OEM N/A Naturally Aspirated standard pabrik/sesuai dengan jenis kendaraannya.

2.8.3.2. Dilarang melakukan penggantian mesin dari jenis kendaraan lain.

2.8.3.3. Kapasitas mesin bebas.

2.8.3.4. Material Piston bebas .
2.8.3.5. Valve spring/per klep dan rocker arm ratio bebas.

2.8.3.6. Cam shaft bebas.

2.8.3.7. Pengapian bebas.

2.8.3.8. Sistem gas buang (Exhaust) bebas.

2.8.3.9. Sistem Injection tampak luar standard pabrik (Throttle body OEM).

2.8.3.10. Injector bebas.
2.8.3.11. Air Filter bebas.
2.8.3.12. Intake manifold EOM standard pabrik 2.8.3.13.ECU standar pabrik, Remapping dan Piggybag diperbolehkan (Piggyback Homologasi IMI).
2.8.3.14. Posisi dudukan mesin standart pabrik (toleransi 5cm dari dudukan asli). 2.8.3.15. Posisi Radiator terpasang sesuai standard pabrik (toleransi 5 cm dari dudukan asli), sistem pendinginan bebas.

2.8.4. SUSPENSI DAN WHEEL BASE

2.8.4.1. Sistem suspensi standard pabrik (over axle / under axle, termasuk sistem shacklenya BEBAS )

2.8.4.2. Shock Absorber dan dudukan serta sudut bebas.

2.8.4.3. Wheel base BEBAS

2.8.5. TRANSMISI / GEAR BOX
2.8.5.1.Boleh diganti dengan transmisi standar dari merk lain

2.8.6. GARDAN

2.8.6.1. Gardan tampak luar standard pabrik sesuai dengan jenis dan varian kendaraan.

2.8.6.2. Reinforced diperbolehkan

2.8.6.3. As Roda bebas.

2.9. G4.3 6 SILINDER FULL MODIFIKASI KARBURATOR / INJECTION

2.9.1. BODY

2.9.1.1. Body utama boleh di modifikasi.

2.9.1.2. Diwajibkan memasang pelindung Fly Wheel (pengaman apabila Fly Wheel terlepas).

2.9.1.3. Penggantian bahan pada dasar body utama pada ruang kabin diperbolehkan. Bahan dasar kap mesin, gril dan front fender (spakboard) boleh diganti. Bentuk kap mesin, gril dan spakboard bebas.

2.9.1.4. Lantai selain pada bagian kabin diperbolehkan dilepas.

2.9.1.5. Frame kaca boleh dilepas.
2.9.2. CHASIS BEBAS 

2.9.3. MESIN

2.9.3.1. Mesin 6 cylinder N/A Naturally Aspirated, kapasitas mesin dan merk bebas.

2.9.3.2. Basic mesin adalah mesin mobil, mesin dengan basis motor DILARANG.

2.9.3.3. Pengapian bebas.

2.9.3.4. Fuel Injection, engine management dan karburator bebas.

2.9.3.5. Valve spring/per klep dan rocker arm ratio bebas.

2.9.3.6. Cam shaft bebas.
2.9.3.7. Cylinder head bebas.
2.9.3.8. Air filter bebas.
2.9.3.9. Posisi dudukan mesin bebas.

2.9.3.10.Intake manifold dan exhaust bebas.

2.9.3.11.Posisi Radiator bebas, sistem pendinginbebas.

2.9.4. SUSPENSI DAN WHEEL BASE BEBAS

2.9.4.1. Suspensi dan sistem nya bebas.

2.9.4.2. Wheel base bebas.

2.9.4.3. Shock Absorber bebas.

2.9.5. TRANSMISI / GEAR BOX

2.9.5.1. Close ratio diperbolehkan, tetap menggunakan dengan sistem perpindahan “H-pattern”.

2.9.6. GARDAN dan AS RODA BEBAS

2.10. G5.1 FREE FOR ALL / FFA 4 CYLINDER

2.10.1.  BODY dan CHASIS BEBAS 

2.10.2.  MESIN 

2.10.2.1. 4 cylinder dan kapasitas cc bebas.
2.10.2.2. Forced Induction (NOS, Turbocharge dan Supercharge) bebas.
2.10.2.3. Karburator / Injection dan engine management bebas.

2.10.3. SUSPENSI 

2.10.3.1.Suspensi dan sistemnya bebas

2.10.3.2. Shock absorber bebas

2.10.3.3. Wheel base bebas

2.10.4. TRANSMISI / GEAR BOX BEBAS System Bebas

2.10.5. GARDAN BEBAS

2.11. G5.2 FREE FOR ALL / FFA 6 CYLINDER

2.11.1.  BODY dan CHASIS BEBAS 

2.11.2.  MESIN 

2.11.2.1.6 cylinder dan kapasitas cc bebas.

2.11.2.2. Forced Induction (NOS, Turbocharge dan Supercharge) bebas.
2.11.2.3. Karburator / Injection dan engine management bebas.

2.11.3. SUSPENSI 

2.11.3.1. Suspensi dan sistemnya bebas

2.11.3.2. Shock absorber bebas

2.11.3.3. Wheel base bebas

2.11.4. TRANSMISI / GEAR BOX BEBAS 

2.11.4.1.Sistem BEBAS.

2.11.5. GARDAN BEBAS

2.12. G5.3 FREE FOR ALL / FFA 8 CYLINDER

2.12.1.  BODY dan CHASIS BEBAS

2.12.2.  MESIN 

2.12.2.1. 8 cylinder
2.12.2.2. Forced Induction bebas.
2.12.2.3. Karburator / Injection dan engine management bebas.
2.12.2.4. Posisi engine di depan

2.12.3. SUSPENSI 

2.12.3.1.Suspensi dan sistemnya bebas

2.12.3.2. Shock absorber bebas

2.12.3.3. Wheel base bebas

2.12.4. TRANSMISI / GEAR BOX BEBAS

2.12.4.1. Tetap menggunakan dengan sistem perpindahan “H-pattern”

2.12.5. GARDAN BEBAS, WAJIB SOLID AXLE

2.13. G5.4 FREE FOR ALL / FFA 8 CYLINDER PRO

2.13.1. BODY dan CHASIS BEBAS

2.13.2. MESIN

2.13.2.1.8 cylinder dan kapasitas cc bebas.
2.13.2.2. Forced Induction (NOS, Turbocharge dan Supercharge) bebas.
2.13.2.3. Karburator / Injection dan engine management bebas.

2.13.3. SUSPENSI

2.13.3.1.Suspensi dan sistemnya bebas

2.13.3.2. Shock absorber bebas

2.13.3.3. Wheel base bebas

2.13.4. GARDAN BEBAS

3. CATATAN:

3.1.Untuk seluruh kelas hanya di perbolehkan naik kelas di groupnya masing – masing dan tidak sebaliknya, namun dapat naik ke group FFA sesuai dengan kelas dan jumlah silinder nya masing – masing.

  • 3.2.  Hanya untuk Group FFA tidak diperbolehkan untuk naik kelas yang tidak sesuai dengan jumlah cylindernya.
  • 3.3.  Kendaraan yang non diesel (G1, G2, G3, dan G4) , bila menggunakan forced induction, termasuk NOS dan sejenisnya. Masuk ke Group FFA sesuai dengan jumlah cylinder .
  • 3.4.  Kendaraan bermesin diesel yang menggunakan twin forced induction serta NOS dan sejenisnya. Masuk kelas FFA sesuai dengan kelas dan jumlah cylinder.
  • 3.5.  Kendaraan dengan jumlah cylinder ganjil naik ke kelas genap diatasnya sesuai dengan Groupnya. Misal, 3 (tiga) cylinder naik di 4 (empat) cylinder, dan 5 (lima) cylinder naik ke kelas 6 (enam) cylinder.
    3.6. Kendaraan berbasis UTV hanya diperbolehkan masuk Group 1 3.7.Special engine, marine engine, mesin motor, snowmobile, mesin rotary masuk ke Group FFA sesuai jumlah cylindernya.
INTERSPORT SPEED OFFROAD 2017 - IXSOR PUTARAN 4 PARAMONT LAND SERPONG (BSD)