Connect with us

Subscribe

Event

Tim Beagle Guncangkan Stadion Sultan Agung

Sebagai platform media digital yang berbasis di Jogjakarta, kita patut bangga dan memberi apresiasi atas kerja keras Tim Beagle di Jogja Sprint Rally 2020 Seri Pertama pada akhir pekan lalu di Stadion Sultan Agung, Bantul. Yaps betul, Tim Beagle berhasil mendominasi hampir semua podium di setiap kelas.

Nih, biar lebih menyakinkan berikut hasil lomba Tim Beagle:
– Juara 4 Umum
Driver: Anjasara Wahyu, Navigator: Hongki Regina
– Juara 3 Non Seeded
Driver: Anjasara Wahyu, Navigator: Hongki Regina
– Juara 1 Kelas F1
Driver: Anjasara Wahyu, Navigator: Hongki Regina
– Juara 4 Kelas J3
Driver: Eri Triawan, Navigator: Hongki Regina
– Juara 3 Kelas R1
Driver: Adrianza, Navigator: Cumi
– Juara 4 Kelas R3
Driver: Poenoek, Navigator: Nonod
– Juara 5 Kelas F2
Driver: Variando, Navigator: Mado

Tak bisa dipungkiri, kesuksesan para pereli berbakat ini tak terlepas dari dukungan navigator, mekanik dan kru Beagle serta beberapa pihak seperti BPD DIY, Regina’s Bakery, Decolith, Jogja Towing dan Gudeg Bu Tatik, pula tak ketinggalan sponsor besar dari GT Radial.


Dari daftar diatas, harus diakui nama Anjasara Wahyu yang paling banyak disebut, ini menjadi bukti bahwa Anjas mampu bersaing secara agresif di kejuaraan daerah Jogja Sprint Rally. Jangan salah, meski berstatus event lokal saingan yang dihadapi Anjas cukup berat namun alhasil Ia bisa menaklukkannya. Tentu saja ini berkat kelihaian Anjas ‘meliak-liuk’ di laga Auto Gykhmna yang mengantarkannya meraih predikat juara nasional Kelas F pada tahun lalu.


Hari pertama di SS1, Anjas berhasil menyabet fastest lap dari para lawannya. Dengan tunggangan andalannya Toyota Etios, Ia unggul 5-6 detik dari lawan mainnya — Ivan HTJRT yang berada di posisi kedua. Sedangkan di hari kedua terpaut cukup tipis dengan selisih waktu 2 detik di SS3 dan 1 detik di SS4. Setiap detik begitu berharga untuk sebuah balapan.

Saat awak FnL menyambangi paddock Tim Beagle setelah SS2 usai, sayangnya Anjasara sudah beranjak dari venue tapi kami berhasil menemui sang navigator — Hongki Regina yang memberikan banyak kontribusi melawan para pereli kenamaan hingga akhirnya naik podium.


“Trik sebetulnya nggak terlalu banyak karna kalau lihat dari treknya memang agak sempit. Kalau di SS2 tanahnya makin hancur jadi lebih hati-hati lagi terutama drivernya. Saya sebagai navigatornya harus dampingi dengan bacain pacenotes dengan teliti supaya posisi mobilnya bisa benar, itu mungkin yang membuat kami berhasil mengejar waktu,” jelas Hongky.

“Kalau untuk ngakalin dua karakter trek, drivernya harus mengantisipasi dengan tepat apalagi di tikungan yang cukup tajam. Sebetulnya banyak pereli lain yang bagus, tapi mungkin kami lebih antisipasif di setiap tikungan dengan cukup baik,” imbuh Hongky.


Soal settingan mobil untuk dua karakter trek — aspal dan tanah, Hongky mengaku tak banyak merubah kaki-kaki, “Toh, di SS1 udah cukup settingannya dan SS2 layoutnya sama jadi karna di SS1 nggak ada masalah, SS2 nya kami pakai settingan yang sama juga. Untuk hari kedua, persiapannya paling merapikan pacenotes supaya lebih maksimal dan Anjas juga udah pesan ke kru untuk ngecek kaki – kaki pada kolong.”

Iya, jam terbang Tim Beagle selama 4 tahun sudah memiliki cukup banyak pengalaman khususnya di kancah sprint rally. Bukbis, Manager Tim Beagle pun menegaskan, “Karena kita sudah terbiasa nggak ada masalah, cuma kita adaptasi dua medan jadi pinter-pinternya ngakalin suspensi aja. Memang harus dikalahin satu settingan tapi tergantung tipe mobilnya, kalau sedan kita kalahin di tanah dan UTV kita prioritaskan di tanah.”


Sementara Variando di Kelas F2 merupakan pengalaman pertamanya turun sebagai driver sprint rally. “Ini tahun balapan pertama saya bareng Beagle dan balapan pertama saya di aspal, cukup menarik dan seru ya karena saya dulu berawal jadi navigator. Alhamdulilah dapat waktu yang cukup baik.”


Variando atau akrab disapa Ando memulai karirnya dari nol sebagai navigator Tim Beagle sejak 2016 dan setahun kemudian mulai mendalami seluk beluk menjadi driver reli. “Saya masih perlu belajar banyak, ngumpulin masukan dari beberapa pereli yang lebih senior,” ujar Ando yang duduk di kelas 3 SMA. Ibarat masih seusia jagung, Ando mampu membuktikan kemampuannya di posisi kelima dengan Toyota Starlet dan bersaing dengan 11 peserta lainnya. Well, I think its good start, bro!

Sekali lagi selamat buat Tim Beagle!

Bonus foto:

Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Comments

Persiapan Reli Dakar: Stamina Pembalap Sama Pentingnya Dengan Mobil Tangguh (Part-2)

Did You Know?

Persiapan Reli Dakar: Stamina Pembalap Sama Pentingnya Dengan Mobil Tangguh (Part-1)

Headline

Deretan Mobil Ford di Film Hollywood

Did You Know?

H. Rihan Variza: Jogja Sprint Rally Jadi Ajang Pemanasan Muara Bungo

Racers

Advertisement
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan

Copyright © 2019 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect
Newsletter Signup

Dapatkan email berita dari kami, dengan berlangganan