Home Did You Know? Yukk.. Mengenal Coilover Suspensi

Yukk.. Mengenal Coilover Suspensi

Coilover suspension mungkin masih ada yang belum mengenal apa itu fungsi dan kelebihan dari benda ini, basic kerjanya sama seperti shock absorber atau lebih dikenal shockbreaker, iyalah untuk menjaga kontak permukaan ban terhadap jalanan, meredam movement dari kendaraan bergelombang dan memberikan kenyamanan dalam berkendara. Nah, coilover adalah tipe sport-nya dari shock absorber. Tipe ini bisa di setting sedemikian rupa untuk memberikan daya cengkram dan movement dalam berkendara lebih maximal di banding dengan bawaan pabrik yang hanya mementingkan “KENYAMANAN” dan juga dapat menyetel tinggi dan rendah kendaraan dengan hanya meninggikan body coilover tersebut . Coilover pun terbagi menjadi 3 tipe berdasarkan settingan-nya 1 way, 2 way, 3 way.. ingin tahu apa yang membedakannya yuk langsung saja kita bahas.

1 Way Coilover (Rebound)

Yang di maksud dengan 1 way coilover artinya system ini hanya memberikan 1 adjusment saja yaitu REBOUND. Rebound adalah reaksi shock setelah tertekan (compression) pengaturan ini di pengaruhi oleh katup yang terdapat didalam tabung shock yang bisa diputar dari bagian luar shock (bagian atas tabung pada umumnya) dari putaran tersebut dapat mengatur pergerakan oli shock (system oli) dengan mengatur celah katup di dalam tabung sehingga pergerakan oli bisa menjadi “ lancar “ atau “ terhambat “. Hal ini lah yang membuat shock menjadi lembut atau keras, men-setting 1 way coilover adalah hal yang paling basic karena tergolong mudah hanya 1 adjument, jadi untuk kalian yang ingin belajar menyetel coilover ini adalah paket yang sangat sempurna karena hampir semua orang mudah mengerti dan juga cara menyeting yang mudah

Tips :

  • Soft memberikan kenyamanan dalam berkendara tetapi banyak bodyroll yang akan dialami
  • Hard memberikan dynamic movement adjutsmen sehingga meminimalisir bodyroll saat berbelok jadi lebih setabil di setiap kondisi, tetapi terlalu keras dapat memberikan mobil hilang traksi (understeer bila depan terlalu keras, oversteer bila belakang terlalu keras)

2 Way Coilover ( Compression & Rebound )

2 way coilover atau bisa dibilang 2 way adjusment, selain dapat melakukan settingan terhadap Rebound, 2 way coilover mampu memberikan opsi untuk men-setting compression. System ini sudah mulai memasuki level intermediate (menengah) selain harga yang sudah pasti lebih malah dari 1 way, tanpa basic knowledge yang benar maka settingan 2 way pun akan tidak maximal. Jadi uang yang di keluarkan akan sia-sia.

Compression adalah pergerakan shock saat tertekan atau terkompres. Pengaturan ini berfungsi menentukan karater shock saat tertekan kombinasi antara rebound dan compression memberikan movement yang sangat optimal pada kendaraan saat berbelok. Memberikan stabilitas dan lebih cepat pada saat menikung juga membantu mentabilkan kendaraan pada saat kecepatan tinggi yang menghadapi jalan bergelombang serta kegesitan bila menghadapi multiple corner serta dapat mengatur sensitifitas saat lintasan basah / hujan, cara kerjanya pun sama seperti rebound dengan mengatur celah katup di dalam bodi tetapi oli yang diatur adalah pada bagian piston sehingga dapat memperlancar atau menghambat pergerakan piston pada saat akan tertekan.

TIPS:

  • Selalu di mulai dari paling soft menuju hard hingga mobil terasa sedikit hilang traksi dan terlalu sensitif pada jalan bergelombang, turunkan sampai gejala tadi hilang
  • Setingan keras dapat memberikan grip yang maximal, tetapi terlalu keras dapat memberikan hilang traksi dan kesulitan menghadapi mutliple corner
  • Setingan yang sempurna dapat nenyempurnakan weight transfer pada saat pengeraman
  • Pada saat hujan less compresion membantu untuk mendelay tire load sehingga kendaraan tidak terlalu sensitif pada saat berbelok kencang

3 Way Coilover ( Rebound, Low speed bump, High speed bump)

Ini lah yang cukup tinggi di antara semua system coilover 3 adjustmen dan untuk men-setting tipe ini dibutuhkan skill yang advanced dan pengalaman tingkat dewa, karena banyaknya opsi untuk settingan ini bisa berakibat fatal bila tidak di bekali knowledge yang cukup. Bayangkan dengan shock yang harganya bisa dibilang cukup mahal ini akan membuat anda tidak bisa berbelok atau libung saat menghadapii belokan, bahkan laptime bisa dikalahkan oleh lawan yang hanya di bekali 1 way coilover. Sakit hatiiii cuuk… Untuk settingan Rebound sama seperti yang diatas, tetapi di bagian compression di pecah menjadi individual sistem, yaitu low speed dan high speed. Nah, apa itu low dan high speed bump? Pada dasarnya sama seperti compression diatas hanya saja di bagi menjadi 2 bagian, compresi yang membutuhkan waktu, dengan compresi yang hanya sekejap.

 Low Speed Bump

Untuk mengkontrol Slow vertical movement yang diciptakan oleh Rolling movement ( corner entry / exit ), akselerasi , braking dan lain-lain, artinya movement yang membutuhkan pergerakan rollin atau pergerakan yang tidak terlalu cepat, terjadinya pergerakan ini maka di namakan low speed bump.

High Speed Bump

Untuk mengkontrol fast vertical movement yang diciptakan karena karakter permukaan jalan. Dibutuhkan waktu respon cepat bila menghadapi permukaan jalan yang bergelombang maka dinamakan high speed bump.

TIPS :

  • Kelebihan dari low speed adalah merubah karater chassis movement menjadi roll dan pitch movement serta mempercepat weight transfer kesetiap titik roda
  • Selalu focus terhadap low speed terlebih dahulu sampai di temukan setup yang menunjang, barulah merubah high speed untuk memaksimalkan setup
  • Terlalu hard pada low speed berakibat kehilangan traksi dan memgacaukan weight transfer sehingga kesulitan bila menghadapi multiple corner
  • Terlalu hard pada high speed berakibat kendaraan teralu stiff pada perukaan jalan yang bergelombang sehingga membuat kendaraan seperti memantul dan kehilangan traksi.
BANK BJB B16 AP SPEED | ISSOM 2018 1ST ROUND - SENTUL INTERNATIONAL CIRCUIT