Drag Race masih menjadi balapan yang paling digemari di daerah Jawa tengah dan sekitarnya. Dan hingga saat ini SSC sebagai salah satu event organizer penyelenggara Drag Race terbesar di Jawa tengah ini masih giat menyelenggarakan dan memberi wadah bagi para penggemar Drag Race daerah itu.

Lagi-lagi, untuk seri ke 3 ini SSC masih menggunakan lintasan 201m Tawang mas PRPP Semarang untuk memuaskan nafsu 194 starter sekitaran Jawa Tengah termasuk Ayopa yang menurunkan Honda Nouva dan Honda City type Z nya.

Nouva yang diberi nama ‘White Angel’ ini akhirnya sembuh dari penderitaanya setelah pada kejurnas Drag race Sentul seri 2 lalu sempat mengalami putus Timing Belt yang menghancurkan Rocker Arm dan sekitarnya.

Perbaikan yang dilakukan selama 2 minggu lebih ini membuat mesin D series four Barrel dapat bermain pada kelas 2.1 0-1700cc dan kelas 2.5. Pada kelas 2.1 White Angel ini di joki oleh Moza Ayopa dan sang ownernya Akbarsyah.

Pada Heat pertama mereka bermain sangat baik, sehingga memperoleh peringkat 1 tercepat dan kedua dengan catatan waktu 8.675 dan 8.760 meninggalkan sang Dokter gila balap, Dr. Herry Agung dan Heryko yang baru saja mengambil alih mobil Honda City milik Alm. Alex Laluyan.

Sedangkan pada kelas 2.5 yang hanya mengambil 1 nomer untuk Akbar saja langsung terkena disqualifikasi setelah Akbar melakukan maneuver Jump Start karena terlalu grogi sehingga pada kelas ini Akbar tidak memiliki kesempatan untuk mendapat piala.

SSC yang saat ini identik dengan kegiatan drag race malam memang memberikan warna tersendiri bagi peserta. Namun dapat diakui balap Drag Race mobil untuk saat ini memang masih mengalami penurunan diman dan peserta. Namun harapannya suasana ini bisa membaik untuk pertengahan tahun ini.

Kembali ke Ayopa Drag Race team. Untuk Honda City Type Z yang lebih sering di panggil ‘Amer’ ini sepertinya menjadi malam yang paling menyiksa. Gimana enggak menyiksa, dalam satu mobil di “gasss” ole 7 starter. Yang dimana Ayopa pada malam itu kedatangan tamu yang juga dragster dari Medan, Sumatra Utara.

Mereka bermain cukup cantik. Dengan ciri khas bermain di Medan mereka menerapkannya di lintasan ini, dan hasilnya memuaskan. Baginda dan Hedzi yang turun di kelas 3.5 memperoleh posisi 2 dan 5, sedangkan Pandu yang juga turun di kelas yang sama dengan mobil ini memperoleh posisi 1.

Namun dibalik itu M. Wasrik yang juga turun di kelas 3.5 mengalami jebol mesin saat sesi latihan. Dan Wasrik pun meminta ijin meminjam si Amer kepada Dimas sang pemilik mobil. Hebatnya di akhir race Wasrik duduk di peringkat 3. Secara keseluruhan Amer sudah membawa para jokinya mendudukin posisi 1, 2, 3 dan 5.

Untuk Heat kedua sang ‘White Angel’ kembali turun dikelas 2.1 yang diawali oleh Moza Ayopa, hasilnya cukup baik di 8.7 detik sedangkan pada saat Akbar melakukan start, lagi-lagi akbar terlalu bernafsu untuk mengejar 8.5 detik karena dia optimis bisa mendapatkan waktu segitu namun hasilnya malah sebaliknya, Akbar melakukan jump start untuk kedua kalinya pada race ini.

Optimis menjadi nomer 1 di kelas ini, namun Dr. Herry Agung dengan Estilo bercorak army ini berhasil mematahkan catatan waktu Moza dengan catatan waktu seper sekian detik yang masih sekitar 8.7 detik.

Akbar masih penasaran dengan catatan waktunya. Namun di lain waktu dia akan mencoba lebih maksimal lagi. Dan rencananya untuk seri berikutnya dia akan kembali turun di Sentul lagi.


