Volvo Trucks mengumumkan akan mulai menjual truk listrik di Eropa pada tahun depan. Hal ini berkat sambutan dari para pengusaha penyedia jasa banyak melakukan pemesanan. Selain itu Volvo sendiri menilai truk listrik akan berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga di perkotaan.

Keunggulan dari penggunaan truk listrik tersebut adalah tereduksinya suara dan tak ada efek emisi gas buang pengaruhi lingkungan, sehingga diklaim sebagai cara baru dalam bisnis logistik. Dengan mengurangi kebisingan dam gas buangan yang biasanya mengganggu, maka truk akan bisa melakukan transportasi di pusat kota yang lebih ramah lingkungan.

“Dengan menggunakan truk bertenaga listrik transportasi barang di daerah perkotaan lebih tenang, kami menghadapi beberapa tantangan secara bersamaan. Tanpa mengganggu kebisingan dan gas buang akan memungkinkan untuk beroperasi di pusat kota yang lebih sensitif” Ujar Claes Nilsson, President of Volvo Trucks.

Konsep tersebut berbeda dengan rencana Tesla. Volvo Trucks berencana untuk awalnya fokus pada logistik perkotaan di kota-kota Eropa yang ramai yang sangat agresif dalam mengurangi emisi lokal dari konsumen dan kendaraan komersial.

“Teknologi dan pemahaman kami terhadap electromobility berbasis dari kesiapan solusi kendaraan komersial yang sudah terbukti pada bus listrik buatan Volvo dan juga sudah diperkenalkan solusinya melalui hybrid pada tahun 2010. Kendaraan tersebut hanya bagian dari apa yang diperlukan secara menyeluruh terhadap kesuksesan kendaraan listrik,” jelas Jonas Odermalm, Head of Product Strategy Medium Duty Vehicle Volvo Trucks.

Volvo mengklaim bahwa dihadirkanya truk listrik ini melibatkan konsumen, pemerintah tata kota, pemasok infrastruktur pengisian listrik dan stakeholder yang meyakini begitu pentingnya truk listrik. Dalam sebuah studi yang dilakukan Stockholm City dan KTH Royal Institute of Technology, truk listrik dapat melaksanakan tugas pada sepertiga waktu normal karena mereka tidak perlu beroperasi pada jam sibuk.

“Kami yakin dengan penggunaan truk listrik di lingkungan perkotaan merupakan langkah pertama. Bagaimanapun kita terus melakukan pengembangan kendaraan listrik untuk penggunaan transportasi lainnya. Ini masih baru tahapan awal,” yakin Nilsson.

