Mesin diesel biasa dikenal mesin yang memiliki torsi lebih besar dibandingkan mesin bensin dengan kapasitas lebih besar sekalipun. Meski demikian mesin diesel juga dikenal sebagai mesin yang konsumsi bahan bakarnya sangat irit, karena hal itulah mesin diesel banyak digunakan untuk mobil niaga. Selain itu, mesin diesel juga banyak dipakai pada SUV untuk memperoleh performa yang maksimal.

Tapi, mesin diesel yang digunakan pada truk berbeda jenisnya dengan mesin diesel yang digunakan pada SUV. Kalian bisa langsung check sendiri pada kualitas suaranya, mesin diesel truk akan terdengar lebih kasar. Lalu apa saja tipe – tipe mesin diesel yang banyak dipakai pada mobil?
Jenis Jenis Mesin Diesel
Ada tiga tipe mesin diesel yang umum digunakan pada mesin mobil, yakni ;
1. Indirect Injection Diesel (IDI)

Mesin diesel indirect injection, banyak diaplikasikan pada mobil diesel berkapasitas rendah (dibawah 3.000 cc) seperti pada SUV, mobil niaga sedang, dan truk kecil. Ciri mesin diesel indirect injection ada ruang bakar yang berjumlah dua buah.

Diatas piston terdapat satu ruang bakar yang diberi nama “main combustion chamber”, sementara satunya terdapat ruang bakar dengan nama “Pre-combustion chamber” yang terletak didalam ruang bakar. Meskipun berbeda tempat, keduanya sama-sama terhubung melalui sebuah chanel.

Pembakaran tidak terjadi pada main combustion chamber, melainkan didalam pre-combustion chamber. Itu karena injektor terletak didalam pre combustion chamber, setelah pembakaran didalam pre combustion chamber terjadi, barulah hasil pembakaran itu membakar gas didalam ruang bakar utama diatas piston.

Secara umum, tipe ini tidak lagi digunakan karena dari segi efisiensi kurang baik, selain itu emisinya juga buruk sehingga untuk mesin diesel produksi terbaru tidak menggunakan jenis mesin diesel ini. Untuk membedakan mana mesin direct injection, anda bisa cek komponen busi pijar. Komponen ini selalu tersedia pada mesin diesel tipe indirect injection.
2. Direct Injection Diesel (DI)

Mesin diesel tipe direct injection, memiliki desain yang lebih praktis karena hanya terdiri dari sebuah ruang bakar yang terletak diatas piston (ruang bakar terletak pada cekungan permukaan atas piston). Untuk model ini, injektor akan langsung dimasukan kedalam ruang bakar melalui bagian atas kepala silinder dan biasanya DI tidak memerlukan busi pijar.

Dibandingkan mesin diesel tipe indirect, tipe ini memiliki tenaga lebih bagus, lebih efisien dan emisinya lebih terjaga. Untuk mengidentifikasi mesin diesel direct injection, anda bisa cek penempatan injektor, injektor akan diletakan di titik center kepala silinder (vertikal diatas kepala silinder). Umumnya mobil seperti bus, truk tronton sudah menggunakan mesin diesel tipe ini.
3. Common Rail Direct Injection (CRDI)

Apabila anda terasa asing mendengar sebutan ini, itu tandanya anda belum terlalu update tentang perkembangan otomotif. Anda mungkin pernah melihat label CRDI atau VCDI pada mobil-mobil SUV terbaru, itu artinya mobil tersebut menggunakan mesin berbahan bakar solar. Namun berbeda dengan dua tipe diatas, CRDI sudah menggunakan teknologi berbasis komputer untuk menentukan volume solar yang keluar dari injektor, sehingga bisa dibilang mirip sistem EFI.

Mesin CRDI umumnya menggunakan satu buah ruang bakar (seperti DI) dengan injektor yang terletak vertikal diatas piston namun juga dilengkapi busi pijar. Anda bisa mengidentifikasi jenis mesin ini pada komponen fuel rail. Fuel rail itu pipa besi yang terhubung ke semua injektor, biasanya pipa ini terletak didekat injektor.

Mobil seperti Fortuner, Pajero Sport, Captiva, bahkan Ertiga Diesel sudah menerapkan teknologi ini. Kelebihan CRDI ada pada hampir semua lini, bahan bakar lebih ekonomis, torsi lebih maskimal, dan emisinya lulus EURO 3. Itulah sedikit ulasan mengenai 3 jenis mesin diesel yang banyak digunakan pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita.

