Connect with us

Special News

Fandi’s Corolla: Don’t Call Me Old

Entah apa yang ia pikirkan saat mengambil keputusan menjadikan mobil tua miliknya masuk dalam jajaran mobil bermesin turbo. Tapi yang jelas Fandi Roza Syarief (Fandi) bahagia sekali berhasil membuat Toyota Corolla tahun 86 (E80) miliknya ini menjadi salah satu mobil bermesin standar dengan tenaga yang berlebih.

Corolla turbo 9

Lagi-lagi ini merupakan hasil karya Adhi Sardjan, seorang tuner muda berbakat asal Jakarta yang lebih sering di panggil Jureq. Jureq berhasil menambahkan perangkat turbo pada mesin 2E yang masih menggunakan karburator ini.

Corolla turbo 2

Itu uniknya. Padahal tidak banyak orang yang mengaplikasikan perangkat turbo pada mobil yang masih bermesin karburator, Karena relatif sulit dalam pengaturan asupan bahan bakar dan menyesuaikan settingan udara pada karburator yang pada dasarnya hanya mengacu pada lubang spuyer dalam karburator.

Kok bisa? “ini buktinya” celetuk Fandi.

Corolla turbo 5

Kemudian sedikit demi sedikit Jureq menjelaskan apa saja yang sudah dia perbuat dengan mobil ini yang pada intinya hanya menseting ulang asupan bahan bakar kedalam mesin setelah pemasangan turbo. Selain memperderas asupan bahan bakar dengan fuel pump BMW M40, Jureq juga menambahkan Tomei Fuel Presure Regulator (FPR) dan di setting dengan tekanan 6PSI saat Idle.

“Terus, kok waktu di bejeg rasanya kaya di jambag setan gitu?” tanya saya hahaha.

Corolla turbo 6

Ok, teknisnya begini. Jadi, karborator ini memiliki 2 Throttle dimana terdapat 1 skep untuk putaran mesin sedang dan skep ke 2 akan terbuka saat akselerasi penuh.

Corolla turbo 4

Untuk di corolla ini, skep 2 akan bekerja dimana skep ini digerakkan oleh vacuum hisapan mulut turbo. Begitu boost meningkat, skep 2 akan terbuka oleh vacuum di mulut turbo itu. Kemudian supply bensin akan meningkat karena FPR otomatis mendapat tekanan dari intake manifold. Dan jadilah mobil corolla tua ini bisa berakselerasi seperti mesin injeksi. Semua itu bekerja dengan mengubah beberapa mekanisme karburator standar Corolla, sehingga karbu ini dapat mengenal tiupan dari turbo.

Corolla turbo 3

Selain itu Jureq sama sekali tidak merubah jeroan dari mesin ini. Mesin di biarkan standar, tanpa Porting Polish atau set kompresi sekalipun. Bahkan kampas kopling maupun perangkat transmisi lainnya masih tetap menggunakan bawaan pabrik.

Corolla turbo 8

Walau begitu, mobil ini dengan mudah dapat menyetuh angka 180km/jam pada jarum speedometer analog bawaannya. Kemudian apakah dengan tenaga sebesar itu kampas kopling tidak selip? “enggak dong, kan mobilnya ringan” jawab Jureq.

Corolla turbo 7

Mobil ini sudah 3 tahun bersama Fandi dalam keadaan terpasang turbo seperti ini. Dan Fandi mengaku mobilnya tidak pernah rewel untuk masalah mesin, “bahkan mobil ini sudah pernah sampai Jogja, lho”, “ rewelnya paling cuma kaki-kaki depan aja yang beberapa kali bunyi, yah maklum lah mobil tua dengan tenaga besar kaya gini” kata Fandi sambil senyum-senyum.

Corolla turbo 1

Untuk kedepannya mobil ini sudah direncanakan akan upgrade spek, katanya sih biar tambah kencang. Hehehe..

Ok deh.. Good luck untuk experimen selanjutnya dan jangan lupa untuk membuat kami tercengang lagi mas Adhi.

 

spek corolla:

engine :

– Turbo CT12A from 2JZGTE

– HKS BOV

– Custom exhaust manifold with 2inch downpipe

– Custom stainless piping

– Intercooller suzuky jimny 600

– Intercooler box collector from Daihatsu Charade

– Tomei fuel pressure regulator

– BMW m40 external fuel pump

– Stock OEM carburetor

– Modified 2nd throttle for boosting

– Stock OEM cylinderhead assy

– Modified stock cam gear

– Stock bottom end (block, crankshaft, conrod, piston)

– Stock gearbox

– Driveshaft E80

– Toyota Carina ignition coil

– Power estimated 105 whp top speed 190km/h (gauge stuck) nyangkut hahahaha

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect