Rasanya masih belum bisa move on dari peringatan Land Rover 70th anniversary, akhir bulan lalu. Semangat Land Rover dalam dunia adventure dan ekspedisi kian tak pernah luntur, untuk itu dalam peringatannya kali ini dikemas dengan tajuk “The Spirit of Adventure”.

Ngobrolin soal itu, ada yang tahu nggak kalau ada 4 sosok yang melegenda, 2 diantaranya merupakan kakak beradik. Mereka patut mendapat predikat sebagai pencetak sejarah dalam perkembangan Land Rover, yang merupakan sebuah pembuktian ketangguhan dari kendaraan Land Rover. Prestasi dan keberanian mereka patut diacungi jempol. Mereka pun turut diundang dalam perayaan 70th anniversary. Ini dia sosoknya!
1. Tim Slessor

Tim Slessor bersama dengan para timnya merupakan mahasiswa dari Universitas Oxford dan Cambridge. Enam pemuda ini melakukan ekspedisi gila dengan melakukan perjalanan dari London ke Singapura menggunakan 2 Land Rover Seri I Station Wagons SWB. Belum pernah ada yang melakukan hal segila ini. Perjalanan yang dikemas dengan tajuk “Oxford and Cambridge Far Eastern Expedition” ini dilakukan pada 1955.

Tajuk tersebut turut disematkan pada masing-masing pintu depan dan kendaraan yang dicat warna biru sebagai ciri khas universitas mereka. Ekspedisi ini terinspirasi oleh Oxford and Cambridge Trans-Afrika Expedition tahun 1954, yang dikembangkan dan direncanakan oleh Adrian Cowell. Slessor bersama timnya mendapat sponsor dari pabrikan Land Rover.

Start dari Hyde Park di London melalui Eropa, Timur Tengah dan sempat melewati Thailand dan Malaysia sebelum akhirnya tiba di Singapura setahun berikutnya. Dengan spirit above and beyond mengiringi perjalanan mereka. Tentu mereka menghadapi berbagai tantangan, entah faktor internal atau eksternal.

Misalnya saat mereka melewati hamparan padang gurun perawan antara Damaskus dan Baghdad, mereka harus bertahan melawan panas. Perjalanannya sedikit melambat selama 14 jam lebih melewati panas dan debu yang menyesakkan. Dalam beberapa titik, nyaris tidak dapat dilewati. Seperti saat melalui jalur Ledo, medan yang hancur antara Burma dan India.

Ribuan sungai kecil maupun besar menjadi rintangan tersendiri. Selain itu, area tersebut dikenal dengan serangan para bandit dan headhunter. Nggak kebayang ya guys! Kalau saat ini tentu tidak bisa kita lakukan karena permusuhan di Timur Tengah dan penutupan Jalan Ledo antara India dan Myanmar.

Mungkin kalian beranggapan bahwa kendaraan mereka dimodifikasi secara massive demi ekpedisi ini. Nope, kendaraan mereka benar-benar standar bawaan pabrik. Hanya sedikit komponen tambahan yang disematkan seperti lampu sorot, roofrack, 2 jerican bensin dan PTO. Usai menyelesaikan misi “Oxford and Cambridge Far Eastern Expedition” akhirnya kisah mereka difilmkan dengan format dokumenter dan sempat disiarkan oleh BBC. Nggak cuma itu guys, perjalanan sejauh 27.000 kilometer ini juga dituangkan ke dalam buku yang berjudul “First Overland” yang ditulis oleh Tim Slessor. Dan sampai detik ini buku tersebut masih diproduksi.
2. Gavin Thompson

British Trans Americas Expedition yang dikomandoi oleh Gavin Thompson tahun 1971-1972 juga memiliki pengalaman yang nggak kalah seru. Dua Range Rover generasi pertama ini start di Alaska ke Cape Horn, hampir melewati seluruh bagian Amerika Utara dan Selatan. Ekspedisi kali ini didominasi dengan kisah perjalanan melintasi Darien Gap, sebuah kawasan yang menghubungkan Panama dan Columbia.

Darien Gap merupakan sebuah hutan hujan (rainforest) yang digunakan sebagai rumah bagi para pemberontak politik dan pengedar narkoba. Secara geografis daerah ini didominasi oleh sungai yang menciptakan rawa dan lembah. Bisa kita bayangkan medan yang dilalui sangat berat dan jauh dari peradaban.

Namun dengan bantuan Army Air Corps, Gavin dan timnya bisa memperoleh suplai ransum, bensin, termasuk rakit yang digunakan untuk mengangkut kendaraan dibeberapa rawa dan sungai yang mematikan. Bahkan sebelum memasuki hutan belantara, Gavin sengaja membentuk tim khusus yang terdiri dari 64 orang engineers dan ilmuwan.

Rencananya pun sedikit meleset dari perkiraan, terkadang cuaca memang nggak bisa dipastikan. Seharusnya melintasi Darien Gap pada musim kemarau, tetapi hujan berlangsung lebih lama. Terpaksa waktunya ‘molor’ karena semak belukar dan pepohonan yang sangat rimbun. Beberapa timnya berjalan digarda depan untuk membersihkan jalur. Sebagian tim memberi aba-aba dan memastikan kondisi aman saat kendaraan melintas. Bahkan dalam sehari hanya bisa menempuh jarak 1,5 – 4 Km.

Saat melewati lumpur tebal, diferensial depan Range Rover depan hancur diikuti oleh bagian belakang. Begitupun terjadi dengan kendaraan satunya. Gavin mengirim radio SOS ke Rover HQ, tim dari Leyland pun mengirim ban offroad baru dengan helikopter. Perjalanan pun berlanjut dengan lancar. Meski demikian mereka harus menghadapi binatang liar dan mematikan seperti ular, kalajengking, nyamuk, kelelawar, semut dan babi hutan.

Diperlukan waktu 100 hari untuk menyeberangi Darien Gap, sebuah perjuangan panjang untuk keluar dari kawasan tersebut. Setelah keluar dari hutan jahanam, timnya yang terdiri dari 64 orang tersebut bebas tugas. Gavin dan timnya kembali melanjutkan dengan jalur aspal. Meski harus kehilangan berat badan, ini merupakan sebuah pencapaian besar dengan semangat petualangan yang menginspirasi perjalanan sejauh 28.000 Km. Mungkin pengalaman Gavin terdengar rumit dan impossible, namun ini nyata adanya.
3. Bob dan Joe Ives

Kali ini dua sosok kakak beradik Bob dan Joe Ives mencetak sejarah dengan Land Rover Defender 110. Menurut saya perjalanan dua bersaudara ini nggak seribet Gavin Thompson dan Tim Slessor. Namun bagaimanapun juga, pengalaman offroad Bob dan Joe benar-benar teruji.

Dua Ives bersaudara ini merupakan satu-satunya tim asal Inggris yang berhasil lolos di medan terberat dari Alta Floresta ke Manaus, Amazon, Brazil. Selama 3 minggu ditempa dengan kondisi medan dan cuaca yang tak menentu. Lumpur yang seakan tidak bisa ditembus, cuaca mengerikan, sungai yang stagnan merupakan perjalanan Amazon yang dikenang sebagai Trofi terberat yang pernah ada.

Dengan kendaraan yang mereka andalkan bisa mengatasi medan bengis sejauh 1700 Km. Ives bersaudara ini memenangkan piala dunia Camel Trophy pada 1989. Kemenangannya pun membuat Bob dan Joe mendapatkan ‘Segrave Trophy’, sebuah penghargaan yang diberikan kepada warga Inggris atas outstanding skill, keberanian dan inisiatif yang luar biasa didarat, laut dan udara.

Perjalanan Bob dan Joe merupakan sebuah kerja tim, keberanian dan ketahanan. Ajang Camel Trophy benar-benar menguji kemampuan manusia dan kendaraan hingga batas akhir mereka. Setelah itu, Bob melakukan perjalanan ke Siberia, Amerika Selatan, Afrika, Indonesia dan Malaysia untuk menyelesaikan tujuh Camel Trophy lainnya sebagai konvoi koordinator yang bertanggung jawab atas semua tim dari 20 negara pesaing.

Saat ini Bob berprofesi sebagai konsultan film dan acara diantaranya Harry Potter, Top Gear, The Grand Tour dan banyak lagi. Memang kebanggaan mereka terlihat jelas, seperti halnya Land Rover mampu mewujudkan ekpedisi ini menjadi mungkin. That’s why Land Rover called it “The Spirit of Adventure!”

