Connect with us

Did You Know?

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Roof Rack

Classic American car on the road.

Cuti bersama selama 10 hari dalam rangka libur Lebaran merupakan hari yang paling ditunggu. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk mudik maupun piknik bersama keluarga atau teman. Beberapa hari ini jalur lalu lintas mulai dipadati arus mudik, ada yang keluar kota bahkan keluar pulau. Rata-rata transportasi umum sudah kehabisan tiket, ada juga yang memilih menggunakan kendaraan pribadi. Biasanya yang menggunakan kendaraan pribadi, orang lebih leluasa membawa barang yang lebih banyak. Mulai dari keperluan pribadi hingga oleh-oleh untuk sanak keluarga.

Saat muatan didalam bagasi mulai penuh, seringkali menaruh barang diatap mobil menjadi alternatif kedua. Biasanya hanya bermodalkan seutas tali nilon atau tali tambang. Menaruh barang tanpa roof rack tentu salah besar karena bisa membahayakan keselamatan jiwa seisi mobil. Faktanya hal ini sering kita temui dijalanan, masih ada yang nekat juga lho guys.

Harga roof rack bisa dibilang terjangkau, mengingat perangkat ini bisa kita gunakan untuk jangka panjang. Kalau mau yang lebih ekonomis bisa menggunakan roof rail bawaan pabrik mulai dari harga 500 ribuan, namun tetap disarankan menambahkan palang horisontal supaya atap mobil tidak penyok. Ini juga berlaku bagi kalian yang pakai roof bag.

Kalau menurut saya tetap aman jika menggunakan roof rack, perjalanan pun jadi lebih tenang. Iya nggak bro?! Berikut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan roof rack, semoga bermanfaat:

1. Klasifikasikan barang

Terlebih dahulu klasifikasikan barang bawaan menjadi dua kategori besar untuk mempermudah penggunaan barang selama perjalanan. Pertama barang personal atau pribadi yang sekiranya diperlukan selama perjalanan seperti obat-obatan, satu atau dua kaos untuk ganti, peta, charger handphone, kamera dll.

Kedua, barang yang tidak dibutuhkan saat perjalanan seperti pakaian selama mudik atau liburan, oleh-oleh dan barang lainnya. Barang ini bisa kalian taruh di roof rack, namun tetap diutamakan simpan dibagasi selama masih bisa. Intinya jangan menaruh barang dibagasi melebihi atas kepala kalian karena akan sangat mengganggu kenyamanan penumpang. Jangan melebihi kapasitas bagasi.

2. Kemas barang dalam satu tas/ box

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Apapun jenis roof rack yang anda miliki, entah roof box, roof bag ataupun roof rail tempatkan barang kalian dalam satu tas besar, box plastik maupun koper sesuai seberapa banyak barang bawaan anda. Setelah itu anda bisa membungkus atau menutup dengan terpal maupun bahan waterproof supaya terhindar bila turun hujan atau sekedar mengurangi paparan sinar matahari. Selesai dibungkus, ikat kuat dengan tali atau strap berbahan nilon.

3. Jangan kelebihan muatan

Pastikan barang di roof rack nggak overload atau kelebihan muatan demi kenyamanan dan keselamatan pengendara serta penumpang. Terkait dengan ketahanan dan daya tampung roof rack dan desain kendaraan. Hal ini sangat berdampak pada keseimbangan mobil.

4. Penataan barang

Meski anda sudah memiliki roof rack bukan berarti kalian bisa seenaknya menaruh barang bawaan kalian. Penataan atau penyusunan barang yang tepat menjadi faktor penting saat berkendara. Barang berdimensi besar seperti koper, tas dan box diletakkan dibagian paling bawah dan paling belakang. Bagian depan harus lebih rendah untuk mengurangi hambatan angin saat mobil melaju. Ingat guys, perhatikan ketinggian barang kalian di roof rack, usahakan jangan lebih dari 60 cm.

5. Aerodinamis kendaraan

Memuat barang pada atap mobil akan sangat berpengaruh pada Drag Coefficien yeng merupakan besaran dimensi yang digunakan untuk mengukur hambatan dari obyek dalam lingkungan fluida seperti udara atau air. Drag Coefficient yang rendah menunjukkan obyek memiliki hambatan aerodinamis yang lebih kecil.

Hal ini juga dipengaruhi oleh banyaknya barang di roof rack atau karena penataannya yang nggak tepat mengakibatkan hambatan semakin tinggi. Aerodinamis kendaraan menyumbang 5% keiritin BBM, begitupun sebaliknya jika tidak aerodinamis mobil akan mengkonsumsi BBM 10 % lebih boros.

6. Center of gravity

Dari sekian poin yang disebutkan diatas, anda juga perlu memperhatikan perubahan Center of Gravity pada mobil. Center of gravity atau titik berat adalah titik dimana seluruh bobot mobil terpusat dalam satu titik temu. Titik berat yang baik adalah yang rendah dan berada ditengah mobil. Semakin titik beratnya ditengah semakin bagus. Semakin rendah titik berat mobil efeknya akan semakin terasa saat mobil bermanuver ditikungan dan lebih seimbang. Disini, pengemudi harus pandai membaca karakter mobil yang ditunggangi.

Apalagi saat ini banyak jalan tol yang baru saja dibuka, pada titik tertentu biasanya rawan angin kencang. Pengemudi harus waspada dan mampu mengontrol kecepatan. Adanya muatan barang di roof rack otomatis menyebabkan perpindahan Center of Gravity ke atas, maka Drag Coefficien (hambatan) mobil pun bertambah. Dua hal tersebut saling berkaitan, ini yang menyebabkan mobil kurang stabil.

Last but not least, bijaklah dalam menggunakan roof rack. Sesuaikan spesifikasi roof rack dengan mobil yang anda miliki. Cek kembali perangkat ini terpasang dengan benar dan aman sebelum melakukan perjalanan panjang. Cara penyusunan barang yang tepat sangat mendukung kestabilan mobil anda selama perjalanan. Keep safety driving, sanak keluarga anda menunggu dirumah. Selamat berlibur!

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect