Mercedes Benz G-Class terbaru secara resmi sudah dipamerkan pada ajang North American International Auto Show sekitar awal tahun kemarin. Bentuknya yang konvensional masih menjadi desain andalan yang diusung oleh pihak produsen. Ini justru menjadi sesuatu yang ikonik bagi Gelandewagen selama 40 tahun.

Modelnya yang kotak langsung dapat dikenali sebagai G-Class. Desain yang dirancang oleh Magna Steyr dan Mercedes punya sebutan dengan desain handmade. Perusahaan mencatat bahwa mereka telah menjual lebih dari 300.000 unit sejak model ini diperkenalkan tahun 1979. Sementara per tahun hanya berjumlah 7.700 unit, penjualan tumbuh drastis mulai 2009. Kemudian tahun lalu G-Class mencatat rekor penjualan lebih dari 22.000 unit.
G-Class 2019 merupakan generasi kedua dengan kode W464 sebagai penerus dari W463 sejak 1990. “G-Class terbaru meningkatkan standar lebih tinggi disemua sektor yang relevan. ‘G’ baru tetaplah ‘G’, hanya lebih baik.”, cetus Ola Kallenius selaku Head of Research and Development.

Lantas apa perubahan pada G-Class 2019 ini ya sob? Kita mulai dulu dari tampilan luar, siapa yang bisa nebak? Yaps betul G-Class W464 ini berdimensi lebih besar dibanding para pendahulunya, 53 mm (2 inci) lebih panjang dan 121 mm (4,7 inci) lebih lebar.
Secara signifikan G-Class terbaru mengalami upgrade pada transmisi, G-Mode dengan karakteristik akselerasi, sistem kemudi, dan sistem peredaman yang dapat disesuaikan untuk memastikan kemampuan off-road dengan maksimum. Interior juga mengalami perubahan. Daripada penasaran, langsung aja kita kupas.
EKSTERIOR

Tak ditampik perawakannya masih terlihat klasik, mendesain ulang model ikonik G-Class memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Spirit of original dengan model boxy masih sangat lekat. Bisa kita lihat perubahan pada tampilan depan, grill mendapat sentuhan baru dengan double strip 3 baris dan LED yang melingkari lampu utama.

Pada grill tersembunyi teknologi terbaru seperti sistem semi otonom yang akan memanfaatkan sensor radar di balik logo Mercedes Benz. Bumper depan-belakang cukup mengalami evolusi dengan kontur yang lebih melengkung demi meningkatkan aspek aerodinamis. Selain itu spion dan velg juga mengalami penyegaran.
INTERIOR

Kita masuk ke bagian interior, kesan klasik, elegan dan modern selalu menjadi ciri khas Mercedes Benz. Perubahan drastis terletak pada semua panel instrumen yang merupakan perpaduan digital dan analog yang sejajar dengan layar infotainment berukuran 12,3 inci. Sisi infotainment ini didukung dengan sistem audio dari Burmester. Aksen komponen alumunium brushed menghiasi dashboard, doortrim dan stir kemudi.

Lantaran G-Class W464 ini berukuran lebih besar otomatis ruang kabin menjadi lebih lega, pada ruang kaki belakang mendapat tambahan 5,9 inci (150 mm). Jok kulit Nappa dan kursi depan dibuat multicountur yang sangat nyaman bagi pengemudi maupun penumpang. Ruang kabin modern menggunakan bahan berkualitas dan teknologi terbaru.
MESIN

Di negeri Paman Sam, G-Class W464 menawarkan mesin entry level V8 twin-turbocharged 4.0 liter dengan tenaga 416 hp (310 kW / 422 PS) dan torsi 450 lb-ft (609 Nm). Mesin ini dibekali dengan transmisi otomatis 9 percepatan, lebih tepatnya mode 9G-Tronic khusus untuk offroad yang dilengkapi dengan 3 differential locks.
SUSPENSI

Paradigma di masyarakat, brand Mercedes Benz erat kaitannya dengan kemewahan dan tergolong dalam kendaraan kelas premium. G-Class terbaru menawarkan kemampuan offroad yang lebih handal ketimbang generasi pertamanya. Kalau menurut kalian ‘sayang’ nggak mobil ini dibawa ke jalur offroad?

Perubahan terbesar lainnya pada bagian kolong, Seri G-Class terbaru ‘move-on’ dari gardan solid pada sistem suspensi depan dan beralih ke Independen Front Suspension (IFS) termasuk as roda depan. Atas perubahan tersebut, G-Class memiliki approach dan departure angle mencapai 31 derajat dan 30 derajat serta kedalaman fording (menyelam) maksimal 70 cm.

Kendaraan mewah 4×4 ini juga memiliki sudut maksimal 26 derajat dan ground clearance 241 mm. Bobot suspensi AMG-tuned telah berkurang sekitar 170 kg (374 lbs) berkat penggunaan bahan ringan seperti aluminium. Untuk sasis G-Class mendatang akan menggunakan ladder-type frame.
Perubahan tersebut diharapkan menghasilkan kapabilitas yang baik di jalanan aspal maupun offroad. Saat ini G-Class W464 tengah diproduksi di Graz Austria dan kabarnya khusus penjualan di AS akan dimulai akhir 2018. Sementara harga G-class akan diresmikan pada bulan ini di Jerman. So, gimana guys? Akankah G-Class W464 handal di jalur offroad?
Foto: Court. Mercedes Benz

