Siapa yang belum mengenal perangkat terkemuka ini? Berarti anda kurang piknik (bercanda bor). Pecinta offroad mengakui ketangguhan winch buatan USA ini. Mayoritas kendaraan jip di Indonesia menggunakan winch pabrikan Warn Industries. Tanpa basa basi, kita langsung ulas saja sang penemu winch Warn.

Warn Industries didirikan pada tahun 1948 oleh Arthur Warn, awalnya Arthur memproduksi perangkat ini lantaran pesanan dari kemiliteran AS. Ia merancang Warn Hub atau kita ketahui dengan freelock untuk kendaraan militer 4×4 saat Perang Dunia II. Sejak saat itu Arthur secara resmi menyuplai perangkat ini ke kemiliteran. Berkat inovasinya, perusahaan yang berbasis di Seattle-Washington ini berpeluang besar di bidang kendaraan 4WD. Mulailah Arthur berinovasi untuk kepentingan komersil.
Tahun 1959 winch Warn pertama lahir, yang kita kenal dengan tipe M6000. Daya winch ini mampu menarik beban hingga 6000 lbs atau sekitar 2700 kg. Sejak diperkenalkan, winch Warn berkembang pesat dengan banyaknya permintaan dari pembalap offroad, pehobi adventure offroad bahkan sebagai perangkat pendukung dibidang peternakan.
Tahun 1970an Warn Industries menambah varian hub manual dan otomatis untuk kendaraan 4WD dengan fitur elektrik, hidrolik dan sistem mounting yang lebih handal. Tahun 1974 Warn Industries juga memperkenalkan Warn terbaru yang sangat melegenda hingga detik ini, apalagi kalau bukan Warn 8274.

Pada akhir dekade Warn Industries memulai kerjasama jangka panjang dengan Ford Motor Company, membangun sebuah relasi dibidang distribusi yang lebih luas lagi ke seluruh dunia. Bahkan membuka pabrik baru di Portland, Oregon. Kala itu Warn mulai menyuplai ke salah satu perusahaan terbesar, AM General.
Tahun 1980an Arthur mengembangkan inovasinya dan memperkenalkan lebih banyak produk baru, misalnya winch yang dilengkapi dengan 3-stage planetary gear train, kopling free-spooling, utility model dan winch khusus all terrain vehicle (ATV) untuk pertama kalinya.

Pada 1986 Arthur memutuskan bahwa kantor pusatnya dipindah ke Portland dan sang cucu Michael Warn menduduki posisi sebagai CEO dan Chairman of Warn Industries. Dua tahun kemudian pihak perusahaan mematenkan semua produknya. Tahun 80an menjadi tahun yang progresif lantaran perusahaan merambah ke aksesoris offroad.
Tahun 1991 menjadi tahun yang sangat krusial bagi Warn Industries. Perusahaan menerapkan praktek Total Quality Control dan menerima sertifikasi ISO 9001 / QS-9000. Saat itu pihak Warn membuat divisi industrial, produksi winch dan aksesoris untuk towing dan perangkat recovery.

Pertengahan 90an, divisi Warn ATV berkembang secepat industri Powersports. Warn Industries menambah jajaran relasi dengan beberapa perusahaan ternama seperti Polaris, Yamaha dan Bombardier. Pada 1997 Warn membuka manufaktur terbesar yang pernah Ia dirikan seluas 200.000 meter persegi, termasuk kantor pusat dan distribusi. Warn berhasil mendominasi segmen pasar ATV dan menjadi suplier nomor 1 wheel-end technology.
Tahun 2000, entah mengapa tanpa alasan yang jelas Michael Warn memutuskan hengkang dari bisnisnya dengan menjual 100 % asetnya ke perusahaan Endeavour Capital & Northwest Equity. Dibawah asuhan Jon Kreitz, nama Warn Industries masih berkibar dan meneruskan bisnis disegmen ATV yang sedang naik daun.

Tahun 2002, Warn Industries memperkenalkan WARN WORKS, lini produk baru yang dikemas dengan konsep do-it-yourself (DIY) untuk masyarakat umum. Perangkat ini didesain untuk memudahkan pekerjaan dalam keseharian mereka dirumah.
Tim manajemen Warn melakukan banyak perbaikan dan improvisasi terkait produktivitas, penekanan biaya operasional dan peningkatan keselamatan para pekerja. Warn memperpanjang sertifikat manufaktur dengan menyertakan ISO 14001 terkait sistem manajemen lingkungan dan SDM.

Lebih dari 200 member authorized retail Warn yang tersebar di dunia membantu memberikan informasi tentang produk Warn, ketersediaan barang dan servis kepada pelanggan.
Bulan Oktober 2003, Warn Industries bergabung dengan Dover Corporation, sebuah perusahaan global di New York. Setahun kemudian Warn kembali mengupgrade sertifikasi demi memenuhi standar industri otomotif ke ISO / TS 16949.

Tahun 2005 gebrakan Warn Industries kian tak pernah surut, Warn membuka kantor pemasaran di Belanda, Distribution Center di Clackamas, fasilitas distribusi di Gahanna dan ekspansi pabrik ke Meksiko demi memperluas kapabilitas manufaktur. Di tahun yang sama Jon Kreitz pensiun dari WARN, lalu digantikan oleh Thomas Giacomini yang dipromosikan sebagai CEO dan Presiden WARN.
Tahun 2005 dan 2006, sesuai slogan Warn Industries yakni “Go Prepared” diimbangi dengan inovasi yang selalu fresh dan baru. Terbukti pada inovasi produk baru yang tengah diperkenalkan ke pasaran diantaranya kompresor winch PowerPlant, alat PullzAll dan hand-held penarik listrik .

Akhir 2007, Thomas Giacomini geser jabatan sebagai President of the Dover Industrial Products/Material Handling dan John McCalla dipromosikan menjadi CEO dan Presiden Warn. Tahun ini Warn mengembangkan winch berkekuatan 18.000 lbs untuk pemakaian alat berat seperti trailer, towing dan secara resmi terpilih sebagai suplier perangkat recovery dalam program MRAP militer AS.
Tahun 2008 sebagai anniversary Warn Industries ke-60 ditandai dengan rilisnya produk XL berkekuatan 20.000 dan 30.000 lbs. Tak hanya itu, Warn juga merilis edisi anniversary yakni winch ikonik Warn 8274 dengan fitur terbaru fan cooled electric.

Tahun 2009 Warn Industries kembali terpilih untuk menyediakan recovery winch dalam program M-ATV untuk militer AS. Perusahaan ini juga meluncurkan produk baru untk ATV dan UTV berupa ProVantage plow system dan merambah ke produk lighting offroad.
Tahun 2011, John Stransky menggeser John McCalla sebagai Presiden dan CEO. Selalu ada inovasi baru dari merk winch ternama ini, revolusioner winch Olympus dirilis dengan kemampuan Warn yang melegenda, termasuk Warn VR untuk konsumen entry-level alias pemula.

Warn Industries tak pernah berhenti berinovasi demi memenuhi kebutuhan para pecinta offroad. Warn selalu menyodorkan produk berkualitas, dari segi desain yang lebih kuat, style, teknologi tinggi dan soal durabilitas tak perlu dipertanyakan lagi.
Reputasi Warn Industri terkenal seantero penjuru dunia, ditambah dengan penghargaan yang diraih setiap tahunnya. Hingga kini, perusahaan yang bermarkas di Clackamas, Oregon, AS ini bekerjasama dengan merk otomotif tersohor seperti Ford, AM General, Chrysler, Kia, Land Rover, Oshkosh, Navistar, Arctic Cat, Bombardier, John Deere, Kawasaki, Kubota, Polaris, Suzuki, Yamaha, dan Honda.

Banyak produk yang ditawarkan oleh Warn Industries mulai dari winch entry-level hingga premium, recovery kit, bumper, body armor, lampu LED, aksesoris, gear, apparel dan masih banyak lagi. Semuanya untuk memenuhi kebutuhan kendaraan Militer, fire and rescue, ATV, 4WD dan truk.
Foto: Warn Industries

