Connect with us

Drag Race

AHRS Indonesia Drag Race Championship 2014 Seri 1: Lintasan Basah, Waktu Terjun Bebas

Setelah dari awal tahun gema event drag race terdengar, akhirnya tanggal 26 April 2014 lalu ERDEVE Otomotive Event Organizer dan AHRS sebagai sponsor utama, perdana menggelar AHRS Indonesia Drag Race Championship 2014 Seri 1 di daerah Mungkid, kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

IMG_3184* copy

Event yang rencananya akan berlangsung sebanyak lima seri ini akan memperbutkan hadiah utama berupa sebuah mobil yang akan diserahkan pada akhir seri. Tentu saja dengan syarat peserta harus mengikuti beberapa kelas yang di”poin”kan di setiap serinya. Kelas yang akan mendapat poin adalah FFA, kelas 1.5, kelas 1.7, kelas 2.1, kelas 3.1B dan bracket 9 detik.

IMG_3202* copy

Dengan adanya iming-iming hadiah besar ini, tidak sedikit tim-tim besar ibukota juga ikut turun dalam ajang adu kecepatan 201m ini. Sepert tim Supernova dengan Honda Estilo biru yang langsung turun dengan sembilan nomer start, BL Motorsport, Muda Charaka dan juga peserta privatir yang jarang absen, Baim dengan evoIV nya.

IMG_3228* copy

Seperti tahun lalu ditempat yang sama, event ini baru bisa dilaksanakan siang hari. Hal ini dikarenakan pemda setempat baru mengizinkan menutup jalan diatas pukul 12 siang. Setelah melakukan berbagai macam persiapan, akhirnya pukul 3 balapan baru bisa dilaksanakan.

IMG_3244 copy

Sebetulnya hal ini mengakibatkan durasi pelaksanaan event menjadi lebih singkat, dan tentunya mengurangi kenyamanan para peserta. Tapi ya, mau bagaimana lagi, semua sudah ada aturannya dan kami yakin pihak panitia sudah berusaha sebaik mungkin agar semuanya senang.

IMG_3382 copy

Dengan pimpinan lomba Ir. Dedi Satria akhirnya, perlombaan dimulai setelah setengah jam QTT dilaksanakan. Kemudian beberapa saat sebelum kelas pertama (bracket 11 detik) dimulai, hujan pun turun dengan cantiknya. Serta merta seluruh peserta pun resah. Panitia tidak mungkin mengulur waktu lagi hingga hujan reda, sehingga mau tidak mau, lomba harus tetap berjalan dengan bantuan pawang hujan.

IMG_3211* copy

IMG_3237* copy

Dengan turunnya hujan, hal ini membuat peserta harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam hal mem “bejeg” gas karena dengan jalur yang licin membuat ban susah mendapatkan grip dan traksi.

IMG_3280* copy

Dan seperti yang dikhawatirkan dan sudah dapat diduga, waktu yang diperoleh para peserta pun terjun bebas. Seperti yang dialami oleh Harry dan Boy dari Ennergi Motorsport, mereka masing-masing memperoleh catatan waktu 11,7 dan 11,4 detik dilintasan licin ini. Padahal kelas yang mereka ikuti adalah bracket 10 detik yang dimana mereka harus memperoleh waktu tercepat mendekati waktu 10 detik. Dan hal itu banya terjadi pada peserta lainnya.

IMG_3426* copy

IMG_3393 copy

Hujan akhirnya berhenti total menjelang Magrib, dimana setelah Magrib lomba dilanjutkan dengan mobil-mobil bertenaga liar.

IMG_3154* copy IMG_3155* copy IMG_3162* copy

Ada hal unik pada event kali ini. tanpa disadari mobil yang turun dalam ajang adu cepat kali ini didominasi dengan Honda Civic hatchback. Entah kenapa, tetapi yang kita tahu bahwa drag race dengan panjang lintasan 201m, Honda yang memeiliki tenaga yang besar dari RPM (Revolution Per Minute) rendah masih menjadi pilihan bagi pada dragster di daerah. Apalagi dengan jenis mobil hatchback yang lebih ringan, sehingga mobil dapat dengan mudah melaju dengan kencang.

IMG_3440* copy

Lama kemudian setelah berkali-kali dilakukan start, lintasan sudah mulai kering, ban mobil pun dapat grip yang baik sehingga waktu yang diperoleh sudah mulai fantastis.

IMG_3181* copy IMG_3180* copy

Tim Supernova, BL Motorsport, SAR speed, Ayopa dan beberapa tim besar lainnya berhasil menorehkan rata-rata waktu dibawah 9 detik dengan Civic hatchback mereka.

IMG_3405* copy

Tetapi sayang sekali, tim Ayopa Fastnlow kurang beruntung di event kali ini. Waktu yang mereka peroleh masih kurang cepat disbanding peserta lainnya. Tetapi hal itu tidak menyurutkan mereka untuk tetap berjuang di seri berikutnya. Sebab senjata pamungkas mereka belum dikeluarkan.

IMG_3464* copy

Malam semakin larut, akhirnya kelas yang paling di tunggu-tunggu pun dimulai. Kelas FFA. Dengan mesin-mesin turbo besar sangat menarik perhatian banyak penonton. Dr. Herry Agung dengan Evo VII, Baim dengan Evo IV, Alex Muda Charaka dengan Evo III sama sekali tidak terpengaruh dengan kondisi lintasan yang licin.

IMG_3474* copy

 

Karena mobil mereka sudah berpenggerak 4 roda, mereka dapat dengan mudah mendapatkan grip untuk melesat. Hasilnya Dr. Herry Agung mendapatkan waktu terbaik dengan catatan waktu 8.013.

IMG_3429 copy

Mendekati pukul 10 malam, race pun dihentikan. Heat ke2 hanya sempat dilakukan pada kelas 3.1B saja. Peserta tidak terlalu kecewa, karena sudah sejak awal mereka bisa memperkirakan kejadian ini.

IMG_3486* copy

Secara keseluruhan acara berjalan lancer da terkordonir dengan baik. Tetapi semoga di seri-seri berikutnya semua hal, baik dari peserta maupun panitia bisa lebih baik mempersiapkan segala sesuatunya.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect