Sistem kopling (Clutch System) adalah sebuah rangkaian mekanikal yang berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan putaran dari mesin. Jika diibaratkan sungai, kopling berfungsi sebagai pintu air yang akan mengatur banyaknya aliran air yang melewatinya. Kopling terdiri dari beberapa komponen. Antara lain kampas kopling dan pressure plate. Pressure plate akan mendorong kampas kopling hingga bersentuhan dengan flywheel.

Dalam kondisi ini, kampas kopling dalam keadaan terjepit, sehingga putaran dapat disalurkan. Tapi hubungan antara flywheel atau pressure plate dengan kampas kopling, pasti akan menimbulkan gesekan. Gesekan itu akan mengikis ketebalan kampas sehingga potensi masalah pada sistem kopling akan ditemui. Untuk itu, kita harus mengenali seperti apa cara penggunaan kopling yang salah dan faktor-faktor yang membuat kopling cepat rusak. Agar dapat meminimalisir kerusakan pada Clutch System.
1. Periksa kondisi volume minyak rem.

Volume minyak rem yang kurang akan menimbulkan kopling blong. Sehingga pastikan untuk mengecek ketinggian minyak rem berada pada posisi normal. jika kondisinya kurang, maka ada dua kemungkinan. Ada kebocoran sistem hidrolik dan kemungkinan yang kedua adalah kampas rem sudah mulai tipis sehingga lebih banyak fluida yang terdorong ke dalam kaliper. Untuk mengetahuinya, anda perlu mengecek seluruh saluran hidrolik dari rembesan oli.
2. Minimalkan penggunaan setengah kopling.

Penggunaan seperti ini hanya akan membuat kampas kopling cepat habis. Sehingga usahakan untuk meminimalisir pemakaian setengah kopling. Jika memang diperlukan, usahakan untuk tidak terlalu dipaksakan. Berilah jeda beberapa menit sampai suhu kopling menurun.
3. Lakukan penyetelan celah kopling yang sesuai.

Kondisi kopling saat terus menerus digunakan pasti akan berubah. Untuk itu penyetelan dilakukan agar pengguna merasa nyaman dan transfer energi lebih efisien. Untuk menyetel, bisa dilakukan pada master silinder bawah dengan memutar mur penyetel kearah yang tepat.
4. Hindari untuk menerjang banjir.

Air adalah cairan yang akan mengganggu sistem kopling kering pada Mobil. Sehingga jika ada jalanan yang terendam banjir dengan ketinggian lumayan, lebih baik hindari. Kecuali mobil anda telah mengusung automatic transmission.
5. Jangan biarkan kopling menganggur terlalu lama.

Masalah yang terjadi saat mobil manual tidak dipakai dalam waktu yang lama adalah kopling yang macet atau keras saat diinjak. Untuk itu jangan biarkan Mobil anda menganggur terlalu lama. Sesekali periksalah pedal kopling dengan mengoperasikanya.

Lima tips diatas, berlaku pada Mobil bertransmisi manual. Apakah mobil matic yang hanya punya dua pedal tidak memiliki kopling? Pertanyaan itu juga kerap muncul. Namun kopling sebenarnya menjadi komponen wajib pada Mobil entah manual atau matic. Namun pada Mobil yang mengusung dua pedal atau matic, menggunakan jenis kopling hidrolik.

Kopling hidrolik ini bisa disebut torque converter. Prinsip kerja torque converter mirip dua buah kipas angin yang didekatkan. Jika salah satu kipas berputar maka kipas satunya juga ikut berputar. Komponen ini tentu lebih praktis sehingga saat ini Mobil matic banyak diganderungi. Namun tidak berarti Mobil manual jelek. Banyak pula yang menyukai Mobil bertransmisi manual daripada Mobil matic.

