Connect with us

Cars

Isu Safety antara Mercedes-Benz dan Cina Ditengah Perdagangan Global

Tatkala perang dagang yang tengah memanas antara Cina dan AS, akan tetapi laju perdagangan masih saja tetap berjalan. Isu terakhir yang mencuat antar kedua negara tersebut adalah adanya sedikit masalah pada SUV rakitan negeri Paman Sam yang dipasarkan di Middle Kingdom.

Bea cukai Shanghai menahan sejumlah SUV Mercedes-Benz GLE dan GLS rakitan AS yang disinyalir bermasalah pada sektor safety kendaraan. Menurut lansiran Reuters, outlet mengklaim dokumen yang beredar di media sosial Cina, dimana dalam dokumen tersebut menuturkan bahwa kedua model kendaraan itu berpotensi menimbulkan resiko safety yang terkait dengan rem belakang. Sementara ini pihak berwenang menganggap hal itu dirasa belum cukup bukti.

Baik Mercedes-Benz maupun perusahaan induknya, Daimler, mengkonfirmasi hal tersebut kepada Reuters. Seorang juru bicara Daimler mengatakan bahwa produsen mobil sedang menginvestigasi isu yang beredar, yang dideskripsikan sebagai persoalan teknis.

Hubertus Troska (2nd from the right), Member of the Board of Management of Daimler AG responsible for Greater China, Xu Heyi (2nd from the left), Chairman of BAIC Group, Peter Schabert (1st from the left), President and CEO of BBAC and Chen Hongliang, Senior Executive Vice President of BBAC at the ceremony to mark the production start for the All New SUV GLC at Beijing Benz Automotive Co., Ltd. (BBAC) / Hubertus Troska (2.v.r.), Vorstandsmitglied der Daimler AG und zuständig für Greater China, Xu Heyi (2.v.l.), Chairman der BAIC Group, Peter Schabert (1.v.l.), President und CEO von BBAC und Chen Hongliang, Senior Executive Vice President BBAC bei der Feierstunde im chinesischen Produktions-Joint Venture Beijing Benz Automotive Co., Ltd. (BBAC). Dort lief der erste lokal produzierte GLC vom Band.

Secara pasti belum sepenuhnya jelas apakah memang karena masalah rem. Peninjauan dari NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) Amerika Serikat menuturkan bahwa tidak ada komplain masuk dari konsumen GLE-Class produksi 2016-2018 yang mengungkapkan keluhan apapun terkait dengan sistem rem, begitu pula tidak ada recall sekalipun untuk masalah tersebut di AS.

Isu ini kian berkembang ditengah meningkatnya perang dagang antara AS dan Cina. Belakangan, Cina mengatakan akan menaikkan tarif 25 persen atau berkisar $ 16 miliar untuk impor AS termasuk baja dan mobil. Kedua negara saling menimpali penerapan tarif impor ketika Presiden AS Donald Trump justru semakin memperkeruh kondisi perdagangan global untuk mengurangi defisit dagang dengan berbagai negara, termasuk Cina.

Departemen Perdagangan AS saat ini sedang menyelidiki apakah dengan atau tidak mengimpor kendaraan harus dilakukan dengan cara mematok tarif tinggi untuk melindungi pabrikan domestik, bisa dipastikan setiap produsen mobil mengatakan itu bukan ide yang bagus.

Penerapan tarif impor tidak hanya mengancam keberlangsungan industri otomotif saja tetapi juga memberatkan konsumen. Daimler bersama perusahaan lainnya seperti General Motors, Ford Motor, dan Toyota yang tergabung dalam Alliance of Automobile Manufacturers secara tegas mendesak penerapa tarif ini tidak dilanjutkan. Makanya jangan salah pilih presiden ya breeee.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect