Sejak Jumat pagi Demas Agil bersama tim sudah berada dilintasan, jauh-jauh dari ibukota demi meraih kemenangan dan membawa nama Banteng Motorsport berkibar.
Demas dengan mobil Escudo bermesin SR20DET turbo yang baru saja di cat ulang berwarna merah cerah ini sudah mengalami rombakan pada posisi suspensi belakangnya demi meningkatkan kestabilan mobil. Tapi dengan perubahan itu Demas harus melakukan penyesuaian kembali dengan karakter suspensinya yang baru.
Setelah Demas melakukan uji coba pada sesi shakedown, dia sempat mengeluh tentang suspensi yang terlalu keras, hal itu mengakibatkan pada setiap lintasan bergelombang, mobil sulit dikendalikan, belum lagi kalau ada loop atau super bowl. Itu akan sangat menyakitkan. Jumat sore Demas sudah mendapatkan setting-an terbaik untuknya. Demas pun kembali ke penginapan dengan rasa optimis untuk bisa menang pada ajang speed offroad kali ini.
Di hari pertama pelaksanaan Mitra Hino SMN Indonesia X-Offroad Demas melakukan start dan melewati lap pertama dengan baik. Tetapi memasuki lap berikutnya, tiba-tiba mobil sulit dikendalikan karena masalah pada steering.
Tetapi yang mengejutkan adalah, walaupun Demas bermasalah pada bagian steering-nya, dia dapat mencatatkan waktu tercepat ke dua dibawah Rifat Sungkar di kelas FFA2 dan tercepat ke 3 di group FFA. Dari waktu yang dicatatkan oleh Demas dihari pertama posisinya masih sangat aman untuk bisa meraih podium atau pun masuk dalam jajaran champ of the champ dalam seri Mitra Hino SMN Indonesia X-Offroad di Semarang ini.
Hari ke 2, sesuai dengan jadwal TC kelas FF2, Demas harus sudah bersiap diri melakukan start sekitar pukul 9.30 pagi. Demas yang didampingi oleh Febrizky adik kandungnya sebagai co-driver melakukan start dengan sempurna. Kali itu di bersanding dengan pembalap senior H.Rio Teguh. Dia harus melakukan putaran sepanjang 1,8-2,2km dalam lintasan tanah yang cukup kering saat itu.
Putaran pertama dilaluinya dengan sangat baik. Sampai suatu ketika medekati tikungan pertama di lap 2, mobil kembali tidak mau berbelok dengan sempurna. “waktu mas Demas belokin setir kekanan, mobil terasa ketarik ke kiri” ujar Febri sang co-driver.
Alhasil mobil tersangkut pembatas jalur yang terbuat dari tanah dan mobil terguling. Tapi sayang sekali dari tim fastnlow tidak dapat mengabadikan kejadian itu karena tidak ada satu pun orang dari tim fastnlow yang berjaga di sekitar tikungan itu.Tidak lama kemudian setelah mobil dapat berjalan kembali, kami sempat melihat keanehan pada ban bagian depan mobil Escudo itu saat mendekati salah satu tikungan. Saat di rem, ban depan sebelah kiri seperti tidak mau dikendalikan.
Untungnya mobil masih tetap dapat berjalan sampai garis finish. Setelah di periksa, ternyata Tierod ban depan kiri patah, dan as roda pun ikutan rontok. Dengan suku cadang yang ada, para mekanik harus segera mengganti part yang rusak itu, agar mobil tetap dapat berlaga di SS ke 3.
Di SS 3 atau SS terakhir, Demas sama sekali tidak memaksakan diri untuk menjadi juara lagi mengingat kondisi mobil yang sudah menurun dan perolehan waktu yang sudah terpaut cukup jauh dengan para pesaingnya.
Demas sangat penasaran dengan kejuaraan ini. Pasalnya dari sejak seri pertama kejuaraan SMN X-Offroad ini Demas sama sekali belum meraih tropi kemenangan. Selalu saja ada masalah dengan kendaraannya. Target untuk seri selanjutnya Demas mengatakan “bukan siapa yang akan saya saingi, saya hanya ingin berada diposisi lebih tinggi dari posisi 2” *sambil tersenyum lebar* hahahaha..
Good luck Dem!!!











