Ketidakpastian akan hadirnya Suzuki Jimny teranyar di Indonesia membuat para calon pembeli gundah gulana. Bagaimana tidak lantaran Suzuki Indonesia saja belum berani memberi pernyataan resmi tentang kehadiran mini jip hingga detik ini. Setelah Jimny dirilis di Jepang kabarnya akan menyusul beberapa negara lainnya termasuk kawasan Asia Tenggara. Apakah Indonesia salah satunya? Bisa jadi bisa tidak. Akan tetapi prediksi kehadiran Jimny di Indonesia sekitar 2019.
Animo Jimny generasi keempat sangat tinggi baik di tanah air kita maupun tingkat global. Jika kita mengingat Jimny generasi ketiga tercatat 88 unit didatangkan secara CBU dari Jepang, dan hanya dalam waktu singkat dinyatakan sold-out. Melihat fenomena tersebut seakan konsumen mau membayar berapa pun demi mendapatkan jip mungil ini.

Sejak pertama kali muncul tahun 1970, ukurannya yang mini sangat mungkin menunjang aktivitas harian hingga bermain offroad. Tak ditampik jika Jimny memiliki poin plus dibanding mobil 4×4 lainnya. Apalagi lahirnya Jimny 2019 dengan desain boxy dan retro, modelnya dinilai unik, compact dan eye catching. Siapa sih yang nggak suka?
Apa itu All-new Suzuki Jimny 2019?

Apa kesan pertama saat kalian melihat sosok Jimny 2019? Kalau buat saya lebih manis daripada Jeep dan kokoh seperti Mercedes G-Class, mungkin potongan desain seperti itu yang Suzuki coba tonjolkan. Jimny memiliki pembeli setia, atau sekarang mungkin punya banyak penggemar baru yang tadinya bahkan nggak melirik sekalipun. Yaps, kali ini Jimny menampilkan desain yang lebih modis.
Jimny hadir selama lebih dari 40 tahun, penjualannya sangat menakjubkan hingga tersebar di 194 negara. SUV, mini, dan retro mungkin tiga hal itu yang membuat Jimny populer.

Jimny terbaru masih berbasis pada sasis baja tradisional, ladder frame chassis, namun ini adalah fondasi baru yang lebih kuat untuk model 2019. Didukung gardan depan-belakang dengan differential terpisah dan mesin bensin 1.5 L 4 silinder bertenaga 100 bhp dan 95 lb-ft. Mesin ini tidak dilengkapi dengan turbo maupun hybrid assistance, akan tetapi 200cc lebih besar dari pendahulunya.
Adapun demikian Suzuki belum mengkonfirmasi seberapa cepat mesin 1.5 L sanggup menderek beban 1.135 kg dari 0-62 mph. Sebagai standar, Jimny dibekali girboks manual 5-speed dan transfercase low-range 4×4.

Menurut hasil uji eco cycle WLTP (Worldwide Harmonised Light Vechicle Test) yang ditentukan berdasarkan real driving data mengklaim konsumsi bahan bakar Jimny sebesar 35,8 mpg dan 178g/km. Angka yang sangat kecil untuk ukuran mobil komersil mini, mungkin bisa lebih hemat dari yang disarankan oleh tes laboratorium.
Dimensi All-new Suzuki Jimny 30mm lebih pendek, 45mm lebih lebar, dan 20mm lebih tinggi dari sebelumnya, hal ini ditujukan untuk menyeimbangkan artikulasi saat offroad dan menawarkan ruang kabin yang lebih baik. Pula disematkan pelek baja dan bumper plastik anti gores, mau kemana saja nggak perlu pikir panjang.
Jika kalian menyukai mobil 4×4 yang cukup piawai tetapi mini, praktis serta bisa dipakai harian, Jimny mungkin pilihan yang tepat. Apalagi sudah dibekali dengan hill-descent control.
Seperti apa mengendarai Jimny?

Top Gear berkesempatan melakukan test drive Jimny terbaru, membagikan pengalamannya kepada kita. Ia mengatakan bahwa perlu penyesuaian saat mengendarai Jimny lantaran kemudinya yang sangat lambat dan cenderung ‘lari’. Bisa jadi karena faktor bobot Jimny yang tidak lebih dari 1,1 ton dan dimensinya yang tergolong mini.
Butuh pendekatan untuk mengenal karakter mesin Jimny lantaran akselerasinya yang cenderung lemot. Sementara perpindahan gigi tergolong pendek dan ringan, serta mekanisnya cukup baik. Saat posisi gigi kelima, Jimny mampu lari dikecepatan 70 mph/3600 rpm hanya saja suara mesin dan transmisi sedikit ‘berteriak’.

Berbekal transfercase low-range, Jimny mampu membawa anda melewati tanjakan 38 derajat, dibantu dengan satu sentuhan kontrol traksi. Fitur hill-descent control sangat memberi kemudahan si pengemudi melakukan trik. Sayangnya mobil imut ini nggak dibekali dengan sensor parkir/ reverse camera.
Berdasarkan test drive yang dilakukan Top Gear hasilnya berbeda dengan WLTP yang mengklaim 35.8 mpg. Top Gear telah menguji Jimny pada rute A-road di Jerman, dimana A-road merupakan jalanan aspal bebas hambatan yang tergolong sempit dan lurus.
Konsumsi bahan bakar menunjukkan 42 mpg sampai 45 mpg dengan kondisi mobil ber-AC tanpa henti. Jika Jimny dibekali gigi keenam, maka besar kemungkinan akan menghemat bahan bakar lantaran kapasitas tangki Jimny hanya menampung 40 liter.
Interior

Ruang kabin mendapat sentuhan monokrom dan menampilkan fitur yang sederhana. Dashboard bermaterial plastik keras diklaim solid dan tidak mudah rapuh, lebih dari cukup untuk menopang touchscreen dan serangkaian instrumen panel yang minimalis. Touchsreen media milik Jimny ini diadopsi dari model SZ5 yakni Swift dan Vitara, begitu juga dengan tombol climate control.
Desain yang sederhana membuat ruang kabin terasa lega namun minim kompartemen/ laci penyimpanan. Bahkan kantong pintu 2D hanya cukup menyimpan lembaran kertas, cup-holder kecil diantara kursi dan tidak tersedia kompartemen di plafon mobil.

Ketika kaca jendela ditutup ruang siku terasa kurang bergerak bebas, meskipun nggak separah Land Rover. Tak ditampik jika pemilik Jimny rata-rata berperawakan kecil, tetapi kalau sudah terlanjur cinta mau berpostur besar pun nggak jadi masalah. Mungkin pecinta Jimny bisa sedikit meniru gaya anak Landy saat menyetir dengan jendela terbuka, posisi siku bertengger di frame jendela.
Kursi Jimny bisa disesuaikan secara manual dan bagi pengemudi yang memiliki tinggi badan mencapai 180 cm dirasa cukup nyaman berada didalam kabin meski butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Perlu diingat buat pengemudi yang biasanya memakai mobil beratap tinggi bisa langsung melompat keluar, tetapi untuk Jimny anda perlu sedikit menunduk.

Jimny 2019 mampu menampung empat orang dewasa serta menawarkan ruang bagasi sebesar 377 liter, dengan catatan tidak dapat dilakukan pada saat yang bersamaan. Jadi pilihannya mau ngajak banyak teman atau bawa barang? Buat keluarga yang beranggotakan banyak anak, mungkin Jimny kurang tepat sebagai mobil keluarga kecuali anda punya mobil cadangan.
Safety

Popularitas jip asal Jepang ini sedang naik daun apalagi kabarnya Jimny digadang-gadang menjadi salah satu kandidat World Car of The Year 2019 dimana pesaingnya antara lain Subaru Forester, BMW 3 Series, Jaguar E-Pace dan lainnya.
Tapi tahukah anda bahwa dibalik desainnya yang menawan, Jimny hanya mendapat poin tiga bintang dari Euro NCAP. Hasil ini merupakan yang terendah dari sesi uji tabrak dibanding beberapa model seperti Audi A6, VW Touareg, dan Ford Tourne.

Rangkaian tes yang dilakukan Euro NCAP mencetak 73 persen perlindungan untuk orang dewasa dan 84 persen untuk perlindungan anak-anak. Fitur safety assist Jimny terbaru mendapatkan skor 50 persen dan keamanan bagi pejalan kaki tercatat skor 52 persen.
NCAP menuturkan bahwa airbag pada Suzuki Jimny terbaru tidak mengembang dengan sempurna dalam mencegah benturan kepala pengemudi, sedangkan bagian kaki cukup terlindungi. Hal ini disebabkan airbag pengemudi tidak memiliki tekanan udara yang cukup.

Selain airbag, fitur sistem self-braking yang disematkan untuk mengidentifikasi pejalan kaki dinilai lemah. Fitur ini tidak bekerja secara maksimal pada siang hari apalagi saat malam hari.

Teknologi keselamatan yang disematkan seharusnya memberikan lebih banyak perlindungan pada pengemudi dan penumpang. Serta memiliki standar yang optimal baik dalam keselamatan pasif maupun aktif. Hasil yang mengecewakan untuk sebuah mobil baru bertampang kokoh ini. Isu ini merupakan penyakit lama dari Suzuki lantaran fakta lain menunjukkan jika masalah safety juga terjadi pada Suzuki Ignis dengan poin yang sama.
Harga

Menurut kabar terakhir yang beredar, diprediksi Jimny varian terendah (XG) bertransmisi manual dibandrol dengan harga 180 jutaan, untuk matic sebesar 202 jutaan. Sementara untuk harga Jimny varian tertinggi (XC) transmisi manual senilai 226 jutaan. Terlepas dari itu untuk pastinya bisa kita tunggu pengumuman resminya di Asia Tenggara.
Menurut Top Gear, Suzuki Jimny 2019 memiliki banyak kejutan yang sudah diprediksi sebelumnya, bukan karena teknologinya namun keotentikannya sebagai mobil offroad yang piawai. Tentu saja karena desainnya yang menawan, membuat pecinta jip tertegun.
Jimny bukan mobil 4×4 yang berfitur lengkap dan bukan tergolong high-specs, tetapi Jimny layak untuk dipertimbangkan. Well, semoga Jimny dibandrol dengan harga pantas sesuai realitas yang ada.

