Connect with us

Cars

Kisah Manis di Balik Mitsubishi Galant AMG Asli Yang Viral

Sempat menjadi viral karena dianggap tidak original karena embel – embel AMG yang tidak mungkin ada di kendaraan Mitsubishi karena image AMG bagi orang Indonesia adalah selalu menempel pada mobil Eropa – Mercedes Benz. Lalu Bagaimana dengan nasib mobil milik pembalap serba bisa dan sering dijuluki Sembalap karena ‘Sembarang di balap’ yang tergabung dalam TOTAL TEAM – Denny Pribadi, Mitsubishi Galant AMG yang menjadi salah satu koleksi kesayangannya.

Ternyata Mitsubishi Galant AMG memang ada, walau di Indonesia populasinya sangat jarang. Bahkan bisa dikatakan hanya milik Denny Pribadi yang bisa dikendarai karena dua lainnya tidak jelas kabarnya. Mobil keluaran tahun 1993 ini, ternyata ada kisah unik hingga bisa berada di tangan Denny Pribadi yang sedang mengincar gelar Juara Umum – Super Touring Car / Kelas 2000cc Turbo di balap ISSOM SENTUL ini.

“Sempat menjadi viral karena dipertanyakan tentang emblem AMG, bahkan ada yang bilang ini hanya akal – akalan saya saja. Tapi mau gimana, sudah dijelaskan tapi banyak yang tidak percaya. Pastinya senang aja jadi pembahasan dimana – mana tentang mobil yang masuk dalam kategori rare”.

Mitsubishi Galant AMG yang awalnya untuk segmen pasar Eropa sehingga menggandeng AMG didapatkan Denny Pribadi secara tidak sengaja. Bahkan sempat enggan melihat mobil setelah ditawarkan oleh teman. Namun siapa sangka, mobil yang awalnya dibeli dengan nilai dua digit. Ternyata sempat ditawar mencapai ratusan juta rupiah.

“Awalnya memang tidak terlalu ingin tapi setelah melihat, malah jadi kepincut. Sekarang jadi makin senang dalam merawatnya, dan seperti tidak pengen melepas ke siapa pun. Tapi lihat nanti aja, ungkapnya. Hehehe…”

Dengan nilai yang cukup tinggi, lalu bagaimana sebenarnya perbedaan yang terdapat di Mitsubishi Galant AMG. Badge AMG mungkin menjadi salah satu pendongkrak nilai bagi Mitsubishi Galant AMG. Bagaimana tidak, AMG yang pada awalnya bukanlah bagian dari Mercedes-Benz. AMG sendiri berdiri di sekitar tahun 60’an oleh Hans-Werner Aufrecht, seorang mekanik Mercedes-Benz. Sentuhan dari AMG pada eksterior hingga mesin.

Berbekal mesin Mitsubishi Galant berkode 4G63 dengan kapasitas 2.0 liter, AMG memberikan sentuhan pada piston sehingga kompresi menjadi tinggi. Kompresi awal 9:1 langsung meningkat 10,4:1. Berbagai piranti pun tak luput diubah oleh AMG seperti Piston Oil Cooling Jet, Camshaft diubah durasi ke lebih tinggi, per klep titanium, hollow rocker arm, dual-stage cyclone intake manifold, high flow exhaust system & muffler dan yang terpenting ECU di re- map.

Perubahan dari campur tangan AMG berbuah pada meningkatnya tenaga mencapai 25 hp atau sekitar 175 hp dengan torsi 191 Nm. Tenaga ini disalurkan roda depan karena masih menjadi mobil berpenggerak roda depan (FWD). Khusus untuk transmisi, mobil milik Denny Pribadi masih mengadopsi sistem manual 5 speed. Sebenarnya versi matic – 4 speed juga ada.

Untuk lebih mendongkrak tenaga lagi Denny Pribadi menambahkan Unichip, Fuel Pressure, Super Booster Ignition dan High Capacity Batteray System. Hasi setelah di dyno menunjukan 215 hp dan Torsi menjadi 220 Nm yang masih nyaman buat daily use macet – macetan di Jakarta dan enak diajak “lari” di tol.

Khusus untuk sesi pemotretan, Denny Pribadi menambahkan lampu reli bermerk PIAA yang digunakan dalam balap malam Rally WRC pada jamannya, yang cukup susah juga mendapatkannya. Alhasil penampilan mobil yang sering menemaninya dalam berbagai ajang balap dan yg beberapa kali menjadi COC Drifting serta Juri pada Kejurnas Drift, termasuk saat mengikuti Kejurnas Speed Offroad dan Sprint Rally makin tampil gahar.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect