Connect with us

Did You Know?

Seluk Beluk VW Perang ‘Kubelwagen’

Begitu mendengar kata Volkswagen (VW), image yang terbayang dalam pikiran saya adalah sosok dibaliknya yang dikenal sadis dan diktaktor, Adolf Hitler. Banyak film dari berbagai sudut pandang menggambarkan ideologi seorang Hitler seperti film Downfall, Valkyrie, dan The Bunker. Tetapi kita bakal membahas soal kendaraan militer yang digunakan tentara Jerman.

Adalah VW Kubelwagen, kendaraan militer yang menjadi saksi bisu selama Perang Dunia II yang dirancang oleh Ferdinand Porsche. Kubelwagen merupakan singkatan dari Kubelsitzwagen yang berarti “Bucket/ tub-seat Car”, lantaran semua kendaraan light military Jerman rata-rata tidak berpintu, adanya bucket-seat untuk mencegah sesisi penumpang jatuh keluar.

Kubelwagen berbasis pada VW Beetle, prototipe Tipe 62 yang akhirnya dikenal sebagai Tipe 82 secara internal. Sasis dan mekanik lainnya diproduksi di Stadt des KdF-Wagens (dinamai Wolfsburg pasca 1945), dan bodi dibangun oleh perusahaan AS Ambi Budd Presswerke di Berlin. Kubelwagen diciptakan untuk Jerman, sementara Jeep dan GAZ-67 untuk sekutu.

Menurut catatan sejarah, Adolf Hitler berdikusi dengan Ferdinand Porsche tentang kemungkinan dibuatnya Volkswagen versi militer pada April 1934. Lantas Third Reich pejabat militer berpangkat tinggi secara formal meminta Porsche mendesain kendaraan militer yang murah, ringan, dan handal baik dijalanan aspal maupun offroad, bahkan dalam kondisi ekstrim sekalipun. VW Beetle mengisyaratkan sebagai basis untuk kendaraan semacam itu.

Gayung bersambut, Porcsche segara mengerjakan proyek itu dengan membuat prototipe yang siap dalam bulan itu juga. Tetapi Ia menyadari selama proses pengembangan berjalan, tidak cukup waktu untuk memperkuat sasis Beetle sesuai keinginan sang Nazi dimana menuntut performa offroad dari kendaraan berpenggerak dua roda dan mesin 1.000 cc FMCV 1.

Padahal army telah menetapkan berat total kendaraan 950 kg (2.090 lb) termasuk empat pasukan perang, artinya bobot kendaraan sendiri tidak lebih dari 550 kg (1.210 lb). Oleh karena itu Porsche mengontrak Trutz, seorang pembina militer yang berpengalaman mendesain bodi.

Tes pengembangan oleh militer dimulai setelah presentasi prototipe ditetapkan sebagai Tipe 62 pada November 1938. Meskipun tidak berpenggerak empat roda yang menjadi andalan Jeep militer Amerika, Tipe 62 terbukti sangat kompeten dalam melakukan manuver di medan yang kasar bahkan dibandingkan langsung dengan standar kontemporer 4×4 milik tentara Jerman. Proyek tersebut langsung diberi lampu hijau untuk dikembangkan lebih lanjut. Bobot ringan kendaraan dan ZF self-locking differential mengkompensasi kurangnya kemampuan 4×4.

Proses pengembangan berlangsung selama tahun 1939 meliputi revisi desain bodi yang kaku, dan model pra-produksi yang diuji dalam invasi Polandia pada bulan September. Meskipun keseluruhan kinerja Tipe 62 dianggap baik, komandan militer menuntut sejumlah perubahan penting. Pertama kecepatan terendah kendaraan harus dikurangi 8 km/jam (5mph) menjadi 4 km/jam (2,5 mph) untuk menyesuaikan langkah para prajurit berbaris.

Kedua, peningkatan kemampuan offroadnya. Porsche merespon kedua permintaan tersebut dengan memasang gardan baru dengan gir hub sehingga menghadirkan kendaraan dengan lebih banyak torsi sekaligus ground clearance. Selain itu damper direvisi, roda 16 inci, limited slip differential serta modifikasi kecil yang tak terhitung jumlahnya demi memenuhi spesifikasi. Lantas revisi model ini diberi nama Tipe 82.

Produksi skala besar Kubelwagen Tipe 82 dimulai pada Februari 1940, ditandai perusahaan VW yang mulai beroperasi. Tidak ada perubahan mayor yang terjadi sebelum produksi berakhir tahun 1945, hanya menghilangkan sejumlah bagian yang tidak perlu dan memperkuat beberapa sektor. Tipe 86 versi prototipe dilengkapi dengan kemampuan 4WD dan mesin yang berbeda tetapi tidak satupun mengalami peningkatan signifikan layaknya Tipe 82, kemudian projek Tipe 86 tidak pernah dilanjutkan.

Maret 1943, Kubelwagen menerima revisi pada dashboard dan mesin 1.131 cc yang lebih besar, dikembangkan dalam model Schwimmwagen (amfibi) yang menghasilkan torsi dan tenaga lebih besar ketimbang sebelumnya 985 cc. Ketika produksi VW berakhir pada era perang, tercatat 50.435 Kubelwagen telah diproduksi dan kendaraan ini terbukti bermanfaat, dapat diandalkan dan tahan lama.

Lama setelah perang berakhir, VW menghidupkan kembali desain basis Kubelwagen sebagai Tipe 181 tahun 1969 yang dikembangkan untuk German Federal Armed Forces, juga memproduksi untuk pasar sipil. Pada akhirnya sang penerus Kubelwagen versi sipil ini dikenal sebagai “Thing” di Amerika, “Trekker” di Inggris, dan “Safari” di Meksiko.

Fitur dan Performa Kubelwagen

Ketika militer Jerman mengambil pengiriman kendaraan pertama, mereka menguji di trek on-road dan off-road yang bersalju untuk mengetahui kemampuan handling saat musim dingin di Eropa. Sebagai acuan mereka bandingkan kendaraan 4×4, dan yang mengejutkan Kubelwagen 2WD bisa melaluinya dengan mudah. Kubelwagen bisa dikatakan ‘Jeep’ asal Jerman dengan segala kemampuannya, kecuali soal kenyamanan tempat duduknya.

Berikut desain fitur Kubelwagen:

– Tergolong light weight vehicle alias kendaraan ringan meskipun 41 cm (16 inci) lebih panjang dari Willys MB.

– Bagian bawah bodi yang halus dan rata memberi kemudahan saat kendaaran meluncur di atas permukaan pasir, salju maupun lumpur.

– Ground clearance yang cukup tinggi sekitar 28 cm (11 inci) berkat penggunaan hub portal gir yang menyuplai torsi lebih besar.

– Suspensi independen pada keempat roda

– Self-locking differential yang bertugas membatasi dan mempertahankan traksi

– Mesin air-cooled terbukti sangat toleran terhadap iklim panas dan dingin, serta kurang rentan terhadap tembakan peluru lantaran tidak adanya radiator.

– Karena bodi bukan bagian beban dari struktur kendaraan, memungkinkan dimodifikasi untuk tujuan khusus

– Mampu mencapai kecepatan maksimal 80 km/jam (50 mph)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect