BMW tengah melakukan pergerakan secara masif, buktinya BMW Group Indonesia tahun ini akan mengeluarkan 10 model baru di bumi pertiwi. Belakangan sejumlah model sedan dan SUV telah diluncurkan diantaranya 3 Series, 5 Series, 7 Series, dan beberapa lainnya M Series dan X Series. Ibarat senjata pamungkas, hingga penghujung tahun nanti BMW masih menyisakan empat produk meski pihak BMW enggan membocorkan detail modelnya.
Model yang satu ini memang belum tentu masuk ke segmen Indonesia, dimana untuk pasar BMW disini masih dominan pada model sedan tetapi who knows ya! Adalah BMW X7 yang sedang hangat diperbincangkan, digadang-gadang sebagai salah satu SUV termewah di dunia menyaingi kepopuleran Rolls-Royce Cullinan, Bentayga, Range Rover, Mercedes Benz GLS, dan Lincoln Navigator. SUV berukuran besar ini dibandrol harga mulai dari $ 73,900, kira-kira apa saja fakta dan fitur mewah yang ditawarkan hingga BMW X7 jadi berita panas di dunia maya. Cekidot!
1. Dimensi

BMW X7 memiliki panjang 203,3 inci, lebar 78,7 inci, tinggi 71,1 inci serta wheelbase 122,2 inci. Sebenarnya sejumlah SUV full-size Amerika sedikit lebih besar dibanding dimensi tersebut, adapun demikian BMW X7 terdaftar sebagai SUV full-size.
2. Grill

Hampir semua orang berkomentar BMW X7 memiliki grill terbesar yang pernah ada dari semua BMW modern. Grill BMW dikenal dengan sebutan “kidney-grill”, terdengar seperti panggangan steak ya. Jika kembali tahun 1933, BMW dengan grill besar pernah disematkan pada BMW 303, bedanya grill X7 lebih lebar.
3. 3D Surround View Camera

Fitur Surround View Camera bukan hal baru dalam industri mobil, bahkan fitur ini juga dihadirkan dalam BMW 5 Series. Pula Roll-Royce Phantom dan Culinan memiliki fitur ini. Sistem 3D Surround View Camera memperlihatkan lingkungan sekitar mobil dengan detail digital, yang memungkinkan anda memutar kamera 360 derajat di sekitar mobil secara virtual. Selain itu menghadirkan tampilan atas mobil dan panorama view. Mengingat SUV X7 berbadan bongsor, fitur ini sangat memudahkan pengemudi ketika parkir dan mengemudi di ruang yang sempit.
4. Air Suspension

Sistem air suspension merupakan spesifikasi standar pada dua varian BMW X7. Keempat sudutnya begantung pada bantalan udara dan disesuaikan secara otomatis. Tekanan yang berbeda pada setiap suspensi akan menjaga kestabilan mobil sepanjang waktu. Misalnya, salah satu penumpang anda yang gemuk duduk disisi kanan mobil, maka secara otomatis sistem ini akan meningkatkan tekanan yang tepat untuk menjaga level mobil.

Hanya dengan satu sentuhan tombol, BMW X7 dapat ditinggikan hingga 40 mm untuk mendapatkan kemampuan offroad yang lebih baik, begitu pun sebaliknya anda dapat menurunkannya hingga 40 mm. Secara otomatis suspensi udara X7 akan turun 20 mm ketika anda berkendara dalam kecepatan 86 mph/ lebih. Berkat integrasi cerdas dari suspensi udara yang dilengkapi ESC, sistem ini mampu mengimbangi saat pengeraman. Ini adalah fitur canggih dari BMW X7.
5. Parking Brake System

Posisi tombol parkir X7 sedikit berbeda dibandingkan BMW lainnya, terletak di konsol tengah yang berada diantara tombol start/ stop, switch Driving Experience Control, tombol suspensi udara, dan mode offroad. Sistem ini bekerja sama dengan Emergency Stop Assistant, jika pengemudi secara medis mendadak tidak dapat mengemudi, tinggal menekan tombol “P”. Pada kecepatan 43-62 mph, X7 secara otomatis akan melakukan perubahan jalur yang diperlukan, mengaktifkan lampu hazard dan melakukan panggilan darurat melalui Emergency Call Function.
6. Pengaturan kursi elektrik

Sistem ini berlaku pada setiap kursi, dan dua baris kursi dibelakang dapat terlipat kebawah atau mundur hanya dengan satu sentuhan tombol. Ini yang disebut kemewahan. Dalam kondisi kursi berdiri normal X7 mampu menampung barang 326 liter sementara dalam posisi kursi terlipat mampu menampung hingga 2.000+ liter.

Faktanya BMW X7 menawarkan 7 kursi penumpang untuk orang dewasa, jika tujuh penumpang dirasa terlalu banyak, konsumen dapat memilih 4 kursi kapten untuk barisan depan dan tengah. Dalam menambah kenyamanan di dalam kabin, BMW menghadirkan sistem AC lima zona disetiap barisan.
7. Reversing Assistant

Fitur Reversing Assistant bukan hanya praktis tetapi juga diperlukan pada SUV yang bongsor ini. Satu hal tentang fitur yang mencengangkan ini adalah Reversing Assistant menyimpan memori saat anda memasuki area parkir atau jalanan sempit. Sistem ini mampu menelusuri kembali jalur yang sudah dilewati dan mengambil alih kemudi, anda tinggal mengendalikan pedal gas dan rem. Canggih ya sob!

Reversing Assistant merupakan bagian dari Parking Assistant dengan menawarkan fasilitas ‘ateret’ otomatis di ruang tebatas atau situasi dimana pengemudi tidak memiliki pandangan yang jelas seperti area parkir bertingkat. Sistem ini akan mulai bekerja ketika pengemudi menekan tombol, mobil dalam kondisi diam, serta gir di posisi “P”. BMW X7 akan mundur dalam kecepatan maksimal 9 km / jam (5,5 mph) dan jarak hingga 50 meter dengan mengarahkan garis sudut yang sama seperti saat bergerak maju.
8. Otonomos – Extended Traffic Jam Assist

Kemewahan BMW X7 tidak hanya tertuang pada nilai estetika akan tetapi yang lebih penting adalah keistimewaan fitur, BMW X7 memiliki sesuatu yang disebut Extended Traffic Jam Assist. Fitur ini pasti akan sangat disukai bagi anda yang tinggal di kota besar dengan penuh kemacetan karena akan membebaskan anda dari kemecatan lalu lintas, sementara produsen lain menawarkan fitur semi otonom dalam menghadapi kemacetan yang bikin stres. BMW melangkah lebih jauh dan menciptakan sistem yang tidak mengharuskan anda untuk tetap memegang stir.

Pada kasus “hands-on-the-steering-wheel”, BMW punya solusinya yakni dengan memasang kamera yang fokus pada mata dan kepala pengemudi dimana anda terdeteksi melihat ke arah jalan. Yaps, sistem ini mengevaluasi/ menilai jika anda benar-benar melihat ke arah depan (jalan) sehingga anda dapat melepaskan tangan dari kemudi. Disini, Extended Traffic Jam Assist melakukan tugasnya mengemudi dengan sendirinya saat macet lalu lintas. Thanks to BMW, anyway.
9. Performa

Seperti yang saya sebutkan diatas bahwa BMW X7 hadir dalam dua varian, varian berbobot paling ringan mencapai 5370 pon atau setara 2435 kg. Varian ini adalah BMW X7 xDrive 40i, hadir dengan mesin 3.0 liter turbocharged straight-six yang menghasilkan tenaga 335 hp dan torsi 330 lb-ft. Mesin ini menempuh kecepatan 60 mph dalam waktu 5,8 detik.

Bagi yang doyan mesin ‘galak’ tersedia pilihan BMW X7 xDrive 50i, menawarkan mesin 4.4 liter twin-turbocharged V-8 yang mengeluarkan output sebesar 456 hp dan torsi 479 lb-ft. Tentu mesin yang lebih besar pasti lebih berat, dalam hal ini bobot xDrive50i adalah 5617 pon atau 2547 kg. BMW secara resmi mengatakan kecepatan 0-60 mph ditempuh dalam waktu 5,2 detik dapat dipangkas menjadi 5 detik.

Di pasar Eropa secara khusus tersedia mesin diesel, itupun terdapat dua pilihan yakni antara 261 hp dari BMW X7 xDrive30d atau tenaga 394 hp milik X7 M50d, yang satu ini dilengkapi dengan limited differential belakang dari M Sport.
10. Paket offroad

Bukan BMW namanya kalau tidak menghadirkan sesuatu yang baru dan komplit pada setiap modelnya, paket offroad seperti yang sudah diperkenalkan pertama kalinya pada generasi terbaru SUV mid-size X5. Pula X7 full-size tak ketinggalan untuk fitur yang satu ini, mendapat opsi paket offroad untuk model X7 xDrive50i. Paket offroad menghadirkan sport limited slip diff, proteksi guard dibwah mobil, empat pilihan mode mengemudi offroad – salju, pasir, gravel dan batuan, serta tampilan presentasi demonstrasi tentang apa yang sebenarnya sedang ditangani oleh SUV ini.

