Versi terbaru pikap Mitsubishi L200 model 2019 telah diresmikan di Bangkok, setelah berselang tiga tahun dari generasi terakhir. Bukan tanpa alasan kenapa memilih Bangkok, Lantaran Mitsubishi L200 yang juga dikenal sebagai Triton diproduksi di pabrik Laem Chabang, Mitsubishi Motors Thailand. Yaps untuk pertama kalinya debut d-cab berwajah Xpander ini akan dijual di Thailand pada 17 November nanti, kemudian akan diekspor ke 150 negara kawasan Asia, Oceania, Timur Tengah, Eropa, Afrika dan Amerika Latin meskipun belum diketahui secara pasti kapan akan beredar di negara tersebut. Namun yang jelas Indonesia menjadi salah satu sasaran negara yang dituju.

Model terbaru menandai 40 tahun L200, dan pembaruan yang dituangkan mencakup revisi yang cukup komprehensif. Pada dasarnya konsep yang diusung berakar dari bahasa desain yakni ‘Dynamic Shield’ dimana telah diperkenalkan sebelumnya pada tiga model Mitsubishi diantaranya Outlander PHEV, Xpander dan Pajero Sport. Identitas desain Dynamic Shield terlihat jelas pada DNA yang memperlihatkan bumper depan yang lebih tajam dan lampu depan dengan ‘mata sipit’.

“New TRITON/L200 adalah salah satu dari model strategis global terpenting. Kesuksesannya akan mempercepat momentum pertumbuhan berkelanjutan dari perusahaan. Model baru tersebut membawa peningkatan durabilitas, keandalan dan kenyamanan yang dikembangkan selama lebih dari 40 tahun sejak pertama kali diperkenalkan,” ujar Osamu Masuko, CEO Mitsubishi Motors.

Ada beberapa perubahan desain kecil pada ruang kabin meskipun tetap mengusung dashbord yang sama, bedanya terdapat penyegaran baru pada elemen trim dan switchgear. Mitsubishi mengatakan bahwa sentuhan material soft pad tertuang pada konsol tengah, sandaran tangan dan handbrake. Soal dimensi L200 terbaru tidak mengalami perubahan, ruang kargo versi d-cab tetap berukuran 1.470 mm persegi dengan kedalaman 475mm.

Mitsubishi tidak melupakan warisannya sebagai kendaraan yang piawai melibas medan offroad, konfigurasi sistem 4WD pada Triton terbaru mengalami perubahan besar yang telah direvisi. Dua mode 4WD ditawarkan, Super Select 4WD dan Easy Select 4WD, dimana menurut Mitsubishi adalah versi sederhana dari sistem 4WD yang dapat dipilih.

Sesuai dengan sebutannya, fitur Super Select 4WD diklaim mampu menghasilkan traksi lebih responsif dan menyodorkan karakteristik handling lantaran adanya locking centre-differential. Sistem 4WD yang lebih canggih dilengkapi dengan mode penggerak offroad baru, hadir dengan pengaturan Gravel, Mud, Snow, Sand dan Rock. Tentu saja untuk memaksimalkan kemampuan kendaraan saat menerjang jalur offroad.

Secara resmi Mitsubishi belum membocorkan detail mesin, tetapi kemungkinan besar L200 mempertahankan unit 2.4-L empat silinder turbodiesel. Peran girboks otomatis 5-percepatan tergantikan oleh transmisi otomatis 6-percepatan dengan perpindahan gigi yang lebih mulus. L200 teranyar dilengkapi rem baru yang semakin ‘menggigit’, sementara Mitsubishi mengklaim model terbarunya harus lebih baik berkat adanya peredam belakang yang lebih besar dan kuat.

Berdasarkan NCAP sektor safety L200 telah menempuh uji kelayakan dengan rating 4-star, tetapi tampaknya Mitsubishi akan melakukan pembaruan pada 2019 demi mendapat rating lima. Mitsubishi memperkenalkan sejumlah fitur keselamatan baru yang merupakan kunci dalam pencegahan dan deteksi tabrakan.

Forward Collision Mitigation (FCM) mendeteksi adanya kemungkinan tabrakan kendaraan dan pejalan kaki dari arah depan, serta memberikan peringatan berupa visual dan suara kepada pengemudi. Sementara Blind Spot Warning (BSW) dengan Lane Change Assist (LCA) bertugas menghindari kendaraan lain ketika berpindah jalur di jalan raya dengan mendeteksi kendaraan di belakang atau kuartal belakang dan memperingatkan pengemudi berupa lampu kedip melalui kaca spion. Rear Cross Traffic Alert (RCTA) bekerja dengan cara yang sama, tetapi ketika kendaraan mundur.

Satu lagi teknologi yang paling menarik perhatian kami dari L200 adalah Ultrasonic Misacceleration Mitigation System (UMS). Perangkat ini menghentikan akselerasi ketika bermanuver ditempat sempit jika mendeteksi kemungkinan tabrakan, bertujuan mengurangi kecelakaan akibat penggunaan akselerator yang tidak tepat. Ditambah fitur Hill Descent Control (HDC) dan monitor top-down style yang terhubung dengan layar infotainment kendaraan.

Adanya sejumlah teknologi yang di-upgrade, L200 dibandrol mulai dari harga sekitar 374 jutaan hingga 610 jutaan. Gimana, anda berminat?

