Kalian mungkin pernah mengalami disaat mengecek oli, kok volumenya makin bertambah. Padahal waktu mengisi takarannya sudah pas, yuk! mari kita bahas apa penyebabnya. Oli merupakan salah satu pelumas berbentuk cair yang memiliki dua keahlian utama, yakni melapisi dan menghantarkan panas. Mokekul oil film yang berbentuk seperti lapisan tipis pada permukaan luar oli akan merekat ke permukaan logam yang dilapisinya sehingga saat ada dua komponen bergesekan, mereka tidak benar-benar bergesekan.

Namun ada lapisan oil film yang memisahkan, begitulah cara kerja oli mesin. Oli mesin juga memiliki gradenya masing-masing yang biasa kita sebut dengan SAE. Umumnya, untuk mesin-mesin mobil pribadi menggunakan oli dengan SAE 5W-30. Angka SAE ini berpengaruh pada keenceran oli, semakin rendah nilai SAE maka oli semakin encer. Namun, kekentalan pada oli mesin itu bisa berubah. Ada banyak faktor yang menyebabkan perubahan viskositas oli, antara lain ;
1. Pengaruh Suhu

Secara umum, semakin tinggi suhu yang diterima oli maka molekul oli dapat terurai. Sehingga akan mempengaruhi nilai viskositas pada suatu oli. Biasanya, pengenceran ini juga akan membuat volume oli bertambah. Itulah sebabnya, saat anda akan mengecek volume oli mesin tunggu hingga suhu mesin dingin agar molekul oli kembali normal.
2. Adanya bahan non-lubricant bercampur

Beberapa bahan seperti air, bahan bakar yang masuk kedalam ruang oli atau carter dapat bercampur dengan oli. Memang, bahan ini tidak bisa bercampur secara homogen tapi oli akan bereaksi apabila terdapat bahan-bahan non-lubricating.
3. Penguraian viscosity index improver

Ini hanya terjadi pada oli multigrade. Oli multi grade adalah oli dengan viscositas yang bervariasi. Umumnya 0W-10W, atau 5W-30 tergantung iklim mobil berada. Penggunaan multigrade oil sebenarnya bertujuan agar oli mesin bisa bekerja pada segala kondisi dengan menambahkan VI improver. Namun, saat pemakaian tertentu VI improver ini kehilangan dayanya sehingga oli akan tetap kental ketika suhu dingin, seharusnya VI improver ini akan mengencerkan oli ketika suhu sekitar mulai dingin.
4. Proses oksidasi

Proses oksidasi akan terjadi saat proses pembakaran. Saat campuran bahan bakar dikompresi maka ada sedikit hidrokarbon yang keluar melalui celah ring piston. Hidrokarbon ini terperangkap pada ruang engkol, dan akan beroksidasi dengan oli saat suhu tinggi. Umumnya, akan muncul uap oli yang disalurkan ke PVC valve untuk menstabilkan tekanan didalam ruang engkol, akibatnya oli justru akan mengental.

