Tak perlu dokumen resmi dari sejumlah showroom soal data penjualan mobil mereka per tahunnya, apalagi merk dan jenis mobil apa yang paling laris. Ibarat melihat secara kasat mata pun, pasti kita sudah tahu jawabannya. Yaps, yang jelas kita tak bisa mengelak bahwa pasar mobil di Tanah Air didominasi oleh pabrikan Jepang seperti Toyota, Nissan, Honda, Suzuki, Isuzu, Daihatsu dan Mitsubishi. Sementara sisanya pabrikan asal Amerika, Inggris dan Uni Eropa.

Seperti kita ketahui tidak semua merk maupun model mobil tertentu masuk ke Indonesia. Sebut saja SUV 2-pintu yang kala itu mulai ‘nge-top’ di segala penjuru dunia pada era 60an. Mungkin yang jadi faktor utama tidak masuk ke Indonesia adalah SUV 2-pintu dianggap sebagai mobil ‘tanggung’ untuk mobil keluarga lantaran tanpa pintu belakang. Akibatnya pangsa pasar disini relatif sulit dan lebih memilih SUV 4-pintu karena kegunaannya lebih jelas. Faktor lain bisa jadi terkait pajak dan biaya pengiriman yang juga dianggap ‘tanggung’, mungkin biaya yang dikeluarkan pihak showroom sama besarnya dengan SUV 4-pintu.
Beberapa tahun belakangan ini, SUV 4WD 2-pintu justru jadi barang buruan kolektor otomotif maupun para fanatik brand tertentu bahkan mereka rela merogoh kocek hingga ratusan juta supaya barang buruannya bisa dikirim/ masuk ke Indonesia, entah dengan cara apapun. ‘Sinting’ sih, tetapi namanya hobi terkadang mengalahkan logika. Setuju? Terlepas dari apapun itu, SUV 4X4 selalu punya ruang di hati setiap penggemarnya. Mungkin anda salah satunya? Well, berikut lima deretan SUV 4WD – 2 pintu yang tidak dipasarkan di Indonesia. Bisa jadi salah satu jenis SUV yang saya sebutkan belum pernah anda dengar sebelumnya.
- Isuzu Amigo

Kata Amigo, diambil dari bahasa Spanyol yang berarti “teman”. Sayangnya performa SUV ini tidak ‘seramah’ namanya lantaran kualitas mobil tidak sebaik SUV yang bersaing dengan Jeep Wrangler tahun 80an. Suara bising dari mesin Amigo dianggap berlebihan, membuatnya sangat riuh didalam kabin. Iya betul, Isuzu Amigo diekspor ke AS dan masuk dalam kategori truk yang berbasis SUV.

Isuzu Amigo mulai diproduksi tahun 1989-1998 sebagai generasi pertama yang menawarkan model 2-pintu, soft-top belakang dan transmisi manual. Sepanjang generasi pertama, penjualan Amigo cukup berhasil di Amerika Utara. Generasi kedua muncul tahun 1998–2004, hadir dengan model hard-top dan 4-pintu. Versi 4-pintu juga dikenal sebagai Isuzu Rodeo yang diekspor ke Mesir. Ditengah masa transisi gen pertama ke gen kedua tepatnya tahun 1993–2002, Isuzu merambah pasar ke Thailand. Setelah 2004, nama Isuzu Amigo tak lagi terdengar. Meskipun demikian versi 2-pintu masih menjadi favorit di pasar Amerika ketimbang versi 4-pintu.
- Chevrolet Blazer S-10

Sesuai ‘embel-embelnya’, Blazer S-10 mid-size SUV maupun pikap mengambil cikal bakal dari K5 Blazer yang lahir pada 1969 sebagai pesaing Ford Bronco dan International Harvester. Seperti seniornya, S-10 mengambil sasis body-on-frame. Generasi pertama Blazer S-10 muncul selama 1982–1993 sebagai “pikap seperempat ton”, sedangkan versi GMC mengeluarkan versi S-15 yang kemudian berganti nama menjadi GMC Sonoma. Sekilas tampang kedua versi ini sangat mirip, hanya beda di bagian grill, emblem ‘plus’ dan emblem GMC.

Generasi S-10 kedua diproduksi tahun 1994–2004, ditengah masa 1996-2000 Blazer S-10 sempat mencicipi ‘darah Jepang’ lantaran adanya kerjasama dengan Isuzu. Lantas keluarlah Isuzu Hombre yang mengambil basis dari Chevy S-10 dengan mesin Isuzu, tetapi untuk ‘Blazer versi Jepang’ hanya dipasarkan di Amerika Utara. Selepas 2004, Blazer S-10 sempat mati suri hingga 2011, kekosongan S-Series untuk sementara digantikan oleh Chevrolet Colorado, GMC Canyon, dan Isuzu i-Series. Chevy S-10 generasi ketiga muncul pada 2012, yang akhirnya dikenal sebagai Chevrolet Colorado model d-cab empat pintu hingga detik ini.
- Cherokee XJ

Cherokee XJ memang masuk ke pasaran Indonesia, tetapi sekali lagi tidak untuk versi 2-pintu. Jeep Cherokee dianggap sebagai tipikal SUV compact era modern pertama yang mulai diperkenalkan tahun 1983 hingga 2001. Yaps, jika dirunut dalam silsilah keluarga, Cherokee XJ merupakan adik dari Cherokee SJ atau yang lebih dikenal dengan nama Jeep Wagooner. Tak seperti Grand Wagooner yang pernah dikeluarkan oleh FCA, Cherokee XJ tampil dengan gaya lebih sederhana dan modern pada era-nya. Sesuai dengan kelasnya sebagai SUV compact, XJ lebih nyaman digunakan sebagai basis mobil harian dibandingkan jenis Jeep pendahulunya.

Dalam perjalanannya selama 18 tahun, penjualan Cherokee XJ tercatat hampir 3 juta unit. Namanya perusahaan pasti mengalami pasang surut, Cherokee XJ awalnya dikembangkan oleh AMC pada 1983-1987. Lantaran AMC mengalami kebangkrutan, Chrysler Corporation atau yang kini disebut FCA mengambil posisi selama 1987-1998, setelah itu sempat diakusisi oleh Daimler AG hingga 2001. Sejak 1996 Cherokee XJ 2-pintu diturunkan dari lineup karena faktor penjualan, kemudian fokus ke XJ model 4-pintu.
- Suzuki Vitara /Geo Tracker

Jika bentuk Jimny Samurai dirasa terlalu kaku, maka Suzuki menawarkan alternatif pada 1988 yakni Suzuki Vitara 2-pintu. Pada generasi pertamanya, Vitara juga dikenal dengan sebutan Sidekick di AS. Berjalannya waktu, Suzuki menjalin kemitraan dengan General Motors, Vitara/ Sidekick dijual dengan nama baru yakni Geo Tracker/ Chevrolet Tracker di dealer Chevrolet mulai tahun 1998, juga ditandai sebagai generasi kedua.

Meski penjualan tak semelejit Cherokee XJ, akan tetapi Geo Tracker masih terbilang menarik konsumen yang dijual dalam model 2-pintu dan 4-pintu. Adapun penjualan Tracker terus merosot di pusat Amerika, namun Tracker tetap populer di Kanada. Pada akhirnya Vitara terjual dengan berbagai badge/ emblem yang berbeda seperti Tracker GMC, Chevrolet Tracker, Asüna Sunrunner dan Pontiac Sunrunner di Kanada, Vitara juga mengusung nama Santana 300 dan 350 di Spanyol, sementara di Jepang dijual sebagai Mazda Proceed Levante.
- Toyota 4Runner

Jika Amerika punya jagoan Jeep, Jepang punya Toyota dimana kemampuan 4X4-nya tak perlu diragukan lagi. SUV compact Toyota 4Runner lahir tahun 1984 dengan model 2-pintu saja. Pada pandangan pertama mungkin kita sedikit ‘tertipu’ sebagai SUV 4-pintu, itu karena tubuhnya yang relatif panjang seperti station wagon. Kalau menurut saya perawakannya mirip Nissan Terrano.

Pada awalnya 4Runner merupakan pengembangan dari Toyota Trekker yang pernah dikeluarkan tahun 1981–1983, lantas Toyota Motor Corporation secara resmi mengeluarkan generasi pertama pada ‘84 dengan kode seri N60 dan masih diproduksi sampai detik ini. Di Jepang sendiri, mobil ini dikenal dengan nama Toyota Hilux Surf yang diekspor ke Somalia, Pakistan, Afghanistan, Inggris, Irlandia, New Zealand, dan Australia.

Seperti kebanyakan SUV lain pada umumnya, 4Runner tetap berbasis truk/ pikap, hanya saja bagian bak dibuat beratap dengan tambahan jendela dan kursi belakang. Belum sampai pada generasi kedua yang diperkenalkan mulai tahun 1989, 4Runner terbilang progresif dengan menerima beberapa penyempurnaan yang signifikan. Sayangnya pada generasi kedua, 4Runner model 2-pintu mulai ditinggalkan, tergantikan oleh model 4-pintu.

