Tak disangka dan tak dinyana, Porsche yang dikenal dengan mobil sport pernah menciptakan kendaraan militer yang bentuknya mirip VW Kubelwagen. Akan tetapi sayangnya, dewi fortuna tampaknya kurang berpihak pada Porsche lantaran hanya bertahan seumur jagung bahkan belum pernah memijakkan kaki di medan perang. Kendaraan perang ini diberi nama Porsche 597 Jagdwagen. Apa yang menyebabkan akhirnya kendaraan ini berhenti produksi? Seperti ini kisahnya.

Bermula ketika Jerman Barat terbentuk dari Third Reich — sebut saja tim khusus Hitler pada tahun 1949, tanggung jawabnya terhadap pertahanan negara jatuh ke Sekutu Barat. Karena ketegangan yang terjadi pada Uni Soviet tampaknya semakin memanas, maka diputuskan bahwa Bundesrepublik Deutschland (BDR) atau juga disebut Federal Republic of Germany diizinkan untuk mempersenjatai diri, akhirnya terbentuklah formasi Bundeswehr. Bundeswehr merupakan pasukan khusus pertahanan Jerman yang baru, menggabungkan pasukan angkatan darat dan angkatan laut.

Lantas pasukan inilah yang membutuhkan kendaraan militer menyerupai Jeep, meskipun kala itu VW Kubelwagen yang berbasis Beetle sangat berperan penting selama Perang Dunia II. Kemudian terpilihlah DKW yang memenangkan tender untuk memenuhi kebutuhan pasukan Jerman Barat, kendaraan light-duty tersebut adalah DKW Munga. Yaps, DKW berhasil mengalahkan merk kenamaan mobil sport Porsche yakni Jagdwagen.

Kendaraan militer milik Porsche memiliki kode nomor 597, Jagdwagen secara harafiah berarti “hunting car”. Seperti yang pernah kita ulas pada artikel sejarah Kubelwagen, Kubelwagen yang diciptakan oleh Ferdinand Porsche banyak mengadopsi desain dari VW Beetle. Sementara itu putranya, Ferry Porsche, menggunakan desain yang sama dimana diwujudkan pada mobil Porsche 356. Jika kalian cek langsung di ‘mbah gugel’, dapat dilihat bahwa bentuk Porsche 356 sebagai evolusi radikal dari Beetle, seperti halnya Kubelwagen dan Jagdwagen berakar dari benih yang sama.

Tak ditampik jika biaya produksi Kubelwagen ditanggung oleh kaum fanatisme dan kekuatan industri dari KdF-Stadt di Fallersleben. Sedangkan pabrikan Porsche yang semakin berkembang melakukan bisnisnya di Stuttgart dan memiliki kontrak produksi dengan perusahaan Karmann, hal ini yang kemungkinan menjadi dalil Jagdwagen lebih mahal ketimbang DKW Munga. Apalagi jika ditinjau dari perspektif pemerintah yang relatif baru — Nazi, yang kala itu tengah berproses membangun kembali suatu negara.

Pada dasarnya Porsche menawarkan 597 dengan biaya produksi yang terlalu tinggi dan Porsche pun mengklaim tidak bisa menyediakan jumlah unit yang dibutuhkan dalam skala waktu yang ditentukan oleh ‘komplotan’ Nazi. Tak heran sebagai gantinya terpilih DKW model Munga buatan Auto Union dengan biaya yang relatif lebih rendah, desain simpel dan bersedia memenuhi permintaan pasukan Bundeswehr.

Soal biaya yang cenderung mahal, sebenarnya ada kemampuan menarik yang ditawarkan yakni mesin versi air-cooled flat-four 1.5-liter yang juga digunakan pada Porsche 356. Mesin 4-silinder ini mengandalkan piston kompresi rendah dan single karburator yang menghasilkan tenaga 50 hp. Kemudian tenaga dikirim ke gardan belakang melalui transmisi synchronised 4-percepatan dengan tambahan gigi offroad. Penggerak roda depan membuat 597 sebagai kendaraan AWD pertama yang menyandang nama Porsche. Meskipun mengandalkan mode AWD, Jagdwagen mampu menaklukkan tanjakan hingga 65 persen pada 1.000 rpm. Kendaraan militer pertama buatan Porsche ini memiliki wheelbase 2,060 mm dengan sasis monokok berbahan baja.

Prototipe 597 pertama kali dibuat tahun 1953, kemudian mulai diperkenalkan pada Januari 1955 yang menampilkan jarak ambang yang cukup tinggi tanpa pintu. Yaps, Jagdwagen dibekali kemampuan amfibi meskipun kemampuan motor perahu tidak dikembangkan lebih jauh seperti sepupunya, Schwimmwagen. Tahun 1957 Jagdwagen mulai dilengkapi dengan pintu.

Dengan berat hanya 1.874 pon atau 850 kg, kendaraan militer ini menawarkan dinamika yang mengesankan pada jamannya, bahkan Bundeswehr pun akhirnya mengakui ketangguhan Jagdwagen ketimbang DKW Munga yang boleh dibilang tidak memiliki karakter yang kuat. Bagaimana pun juga Jagdwagen adalah kendaraan Porsch pertama dengan konfigurasi empat roda. Setelah perang usai, Porsche fokus mengembangkan mobil sport Cisitalia Grand Prix.

Dari 71 unit Jagdwagen yang pernah diproduksi, sekitar 50 sampel unit masih ada dan jadi barang buruan para kolektor. Bahkan Jagdwagen pernah di lelang di Goodwood Revival pada September silam dengan tawaran harga mulai dari £ 170.000 atau sekitar 3 milyar. Ckckck!
Siapapun tidak ada yang pernah tahu kehidupan yang akan datang, dan hari ini seperti yang kita kenal DKW adalah bagian dari Audi dan Volkswagen Group merupakan portofolio dari Porsche. Tanpa uang kontrak Munga yang mengalir deras ke Auto Union pasca perang, mungkin hari ini Audi tidak akan pernah ada. Begitupun Porsche tanpa proyek Kubelwagen mungkin Volkswagen tidak pernah eksis.

