Jika kita pernah membahas soal transmisi manual atau otomatis buat kendaraan 4WD, topik satu ini juga menjadi pertimbangan penting saat anda membeli jip bertenaga bensin atau diesel. Adalah keputusan besar saat memilih mesin diesel atau bensin yang cocok dengan karakter berkendara anda. Ada yang bilang mesin diesel lebih “proper” buat kendaraan 4WD, namun ada juga argumen mesin bensin lebih tokcer.
Kedua jenis bahan bakar tersebut pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan, sampai ‘lebaran kucing’ pun tidak ada jawaban pasti mana yang terbaik. Pada akhirnya pilihan itu dikembalikan lagi sesuai kebutuhan dan anggaran anda. Tetapi, mari kita lihat 7 perbandingan tentang diesel VS bensin yang tepat buat kendaran 4WD anda.
- Harga Pasaran

Jika anda perhatikan ketika membandingkan harga kendaraan 4WD diesel dengan bensin, seringkali diesel lebih mahal sekitar 15-50 jutaan diatas harga model bensin biasa. Baik bursa mobil bekas maupun baru menunjukkan harga radikal pada mesin bensin yang selalu sedikit lebih murah. Ini dikarenakan adanya tambahan biaya produksi pada mesin diesel apalagi mesin diesel dengan sistem turbocharged tentu lebih mahal. Harga jip mesin diesel biasanya lebih bertahan di bursa mobil bekas, ini menjadi salah satu pertimbangan jangka panjang.
- Tenaga & Performa

Mesin diesel lebih ‘lelet’ ketimbang model bensin, pernyataan itu sangat umum bagi kebanyakan orang, sebagian besar benar ketika kedua model saling diadu di lintasan lurus. Model diesel turbo memiliki kinerja yang jauh lebih baik tetapi perlu dicatat bahwa kelemahan ‘turbo lag’ sering membuat kendaraan terasa lambat saat berkendara di jalur perkotaan.
Mesin diesel turbo yang paling up to date dirancang lebih bertenaga dan tak ditampik jika mampu mengimbangi kinerja kendaraan bensin, hal ini juga perlu dipertimbangkan. Kelebihan terbesar akan begitu terasa saat offroad, pada kendaraan diesel anda akan memiliki banyak torsi di putaran rendah. Ini berarti saat kendaraan anda menerjang bebatuan atau obstacle sangat sulit untuk berhenti. Sedangkan mesin bensin membutuhkan putaran yang jauh lebih tinggi untuk menjaga momentum lolos dari rintangan. Pada saat offroad di trek pasir, perbedaan kedua jenis ini akan memudar lantaran memiliki kinerja yang hampir sama.
- Engine Brake

Keunggulan mesin diesel lainnya adalah mesin diesel dirancang menghisap udara tanpa batas setiap saat. Jumlah injeksi bahan bakar ke mesin yang menentukkan seberapa besar tenaga/ RPM yang dihasilkan oleh mesin. Sedangkan mesin bensin membutuhkan campuran bahan bakar/ udara yang konstan dan udara diatur oleh plat throttle pada intake manifold.
Ketika menggunakan kompresi mesin untuk membantu pengereman saat di turunan, rasio kompresi 20:1 untuk sebagian besar mesin diesel dibandingkan dengan mesin bensin 9:1, diesel menawarkan ketahanan yang jauh lebih unggul terhadap peningkatan RPM. Hal ini berkat sejumlah udara yang dihisap oleh mesin diesel saat idle serta naik atau turun bukit. Mesin bensin memiliki intake butterfly tertutup dan tidak menghisap banyak udara selama engine brake. Itulah sebabnya mengapa mesin bensin akan cenderung lari saat di turunan dibanding model diesel.
- Perawatan Kendaraan

Kendaraan bermesin diesel biasanya membutuhkan perawatan yang lebih sering ketimbang model bensin, mesin diesel harus ganti oli per 5.000 km dan filter oli tiap 10.000 km. Perawatan dan perbaikan mesin diesel bisa jadi mahal ketika seal turbocharger mulai bocor.
Pada akhirnya, biaya servis reguler mesin diesel akan lebih sering ketimbang servis bensin. Saat offroad, anda harus membawa spare part lebih banyak lantaran mesin diesel lebih berpotensi rusak atau mogok. Mesin bensin hanya butuh sedikit spare part yang dibawa dan biasanya lebih gampang diperbaiki untuk bertahan sampai ke bengkel terdekat. Sayangnya, jika alternator mesin bensin rusak kendaraan anda tidak akan berjalan jauh hanya mengandalkan aki saja. Sementara mesin diesel akan terus berjalan tanpa alternator.
- Ekonomi Bahan Bakar

Siapapun pasti tahu diesel menjadi jawaranya dalam kategori ini, dengan rata-rata ekonomi 20-50 % akan lebih praktis pergi kemana saja dengan satu tangki pada kendaraaan anda. Selain itu diesel adalah bahan bakar yang lebih aman mengingat kandungan volatility yang lebih rendah ketimbang bensin.
- Exhaust Gas Temperature

Exhaust Gas Temperature (EGT) atau juga disebut suhu gas buang pada mesin diesel sekitar 200 derajat Celcius lebih rendah daripada model bensin. Ketika mengemudi kendaraan di jalur aspal, EGT tak jadi masalah namun saat offroad EGT bisa menyebabkan bencana besar. Misalnya saja, padang rumput kering di pedalaman Australia pernah terjadi kebakaran akibat suhu gas buang dari kendaraan 4WD. Baik diesel maupun bensin tidak kebal terhadap masalah ini, tetapi bensin memiliki risiko lebih tinggi lantaran EGT yang lebih panas. Sepele namun jika diabaikan dapat berakibat fatal.
- Ketahanan Air

Boleh dibilang urusan air atau menyeberang sungai mesin diesel jagoannya, selama air tidak masuk melalui air intake kendaraan diesel akan ‘ngacir’ di kedalaman air. Untuk mesin bensin bisa terjadi korsleting listrik misalnya pada busi kemudian terhenti sebelum kerusakan lain terjadi. Mesin diesel akan mengalami kerusakan internal jika air masuk melalui air intake meskipun dalam sejumlah kecil. Sedangkan bensin tidak terlalu rentan terhadap hal ini karena tidak banyak menghisap udara sehingga kemungkinan kecil air masuk.
Kesimpulannya, dalam memilih 4WD diesel VS bensin ada banyak faktor untuk dipertimbangkan dan yang terpenting adalah apa yang akan anda rencanakan pada tunggangan anda dan intensitas anda bermain offroad. Mesin diesel pada umumnya kurang bertenaga ketimbang bensin, murah soal perawatan tetapi biaya perbaikan cenderung lebih tinggi.

