Connect with us

Did You Know?

40 Tahun Perjalanan Mercedes Benz G-Class

Mercedes-Benz G-Modell der Baureihe 460. Foto aus dem Jahr 1979. Zur Markteinführung stehen vier Motorisierungen, zwei Radstände und fünf unterschiedliche Aufbauvarianten zur Wahl. Mercedes-Benz “G” model from model series 460. Photograph from 1979. There were four engines, two wheelbases and five different body versions available at market launch.

Tahun ini menandai 40 tahun sejak Mercedes-Benz G-Class memulai debut untuk pertama kalinya dan merk tersebut berhasil membuktikan kiprahnya hingga detik ini. Mungkin sebagian orang belum banyak mengetahui bahwa G-Wagon atau Gelandewagen awalnya lahir sebagai kendaraan militer. Simak kisahnya.

G-Wagen hadir jauh sebelum istilah sport-utility vehicle atau crossover beredar di masyarakat. Kala itu tahun 1970, Mercedes-Benz dan perusahaan Austria, Steyr-Daimler-Puch mulai menjalin kerjasama untuk membuat kendaraan militer yang mereka sebut Gelandewagen. Berjalannya waktu, kolaborasi kedua perusahaan mulai tumbuh, mereka sepakat membuat kendaraan berkemampuan offroad dan onroad ‘tanpa kompromi’.

Tahun 1973, Mercedes-Benz dan Steyr-Daimler-Puch menciptakan model kayu pertama, setahun kemudian muncul prototipe G-Wagen. Tahun 1975, wujud asli G-Wagen muncul, yang identik dengan model produksi pertama, berbentuk kotak. Mungkin desain pertama G-Wagen cenderung kaku lantaran posisi pengemudi harus duduk tegak dan sangat dekat dengan kaca depan yang lebar. Sedangkan saat mengubah transmisi, pengemudi perlu sedikit miring untuk mencapai tuas persneling. Bahkan stir terasa ‘kabur’, seakan mengemudi kapal pesiar. Mesin menyuguhkan tenaga dari 75-150 hp dan tergolong kencang, tetapi selama anda bersabar, 4×4 G-Wagen akan membawa anda kemana saja.

Di tahun yang sama, Shah dari Iran memesan G-Wagen (yang belum dirilis resmi) untuk pasukan kemiliterannya. Revolusi yang terjadi mengakibatkan gagalnya pemesanan, tetapi G-Wagen tetap mendukung pasukan polisi regional Jerman, tentara Norwegia, Argentina dan Swiss. Termasuk Angkatan Bersenjata Kanada menambahkan G-Wagen sebagai armada Light Utility Vehicle Wheeled (LUVW). Seperti kita ketahui saat ini G-Class digunakan untuk tugas komando, pengintaian serta tugas militer dan kepolisian.

Tahun 1979, G-Wagen atau kala itu disebut “Cross-Country Vehicle” secara resmi dipasarkan untuk warga sipil, yang kini kita kenal dengan G-Class. G-Class dengan cepat mendapatkan reputasi yang baik dalam performa offroad dan juga soal kemewahan. Model pertama memulai debutnya, dilengkapi dengan sistem 4WD, center differential lock serta opsi differential lock gardan depan atau belakang. Sebagai model standar menawarkan gardan depan solid dan coil spring. Pembeli juga diberi pilihan mesin bensin atau diesel dan beragam varian bodi seperti model terbuka, wagon, atau blind van.

Dalam perjalanannya, G-Class pernah mencetak sejarah, salah satunya bersama pemimpin umat Katholik sedunia. Tahun 1980, Paus Yohanes Paulus II melakukan kunjungan ke Jerman, Ia menggunakan Mercedes 230 G yang telah dilengkapi dengan bilik Plexiglas seperti telepon umum dimana terpajang di bagian belakang. Setelah upaya pembunuhan pada tahun 1981, bilik kaca dibuat anti peluru.

Selain itu, ada juga Jacky Ickx dan co-driver Claude Brasseur berhasil memenangkan kejuaraan Paris Rally Dakar tahun 1983. Mengandalkan G-Class 280 GE short-wheelbase yang telah dimodifikasi khusus dengan panel bodi aluminium ringan dan sejumlah modikasi lainnya untuk mendukung aerodinamis kendaraan. Serta berbekal mesin 2.8-liter straight-six yang menghasilkan tenaga 220 hp.

Tahun 2007, Paus Benediktus XVI menggunakan G 500 delapan silinder sebagai armada resmi Popemobile dengan warna cat putih mistik. Sekedar informasi, kabarnya tipe ini hanya ada 8 unit di Indonesia lho.

Aktor kawakan, Arnold Schwarzenegger juga pernah mengkonversi G-Classnya menjadi bertenaga listrik. Adapun faktanya, ramah lingkungan bukan keahlian dari klan Gelandewagen. Menurut catatan Natural Resources Canada tahun 2018, AMG G 65 12-silinder mendapat peringkat kedua sebagai kendaraan hemat bahan bakar kedua di Kanada, yang pertama diduduki oleh Bugatti Chiron.

Seorang kritikus mobil Arab Saudi mengatakan bahwa Putra Mahkota Dubai dilaporkan membeli 30-40 unit G-Class berwarna putih untuk kebutuhan pribadi beserta rombongannya. Wah, berasa beli kacang godok aja ya.

Diantara para tokoh yang saya sebutkan diatas, mungkin belum seberapa dibanding sepasang suami istri ini. Gunther Holtorf dan Christine menjelajahi dunia selama 26 tahun dengan G-Class 300 GD long-wheelbase, menempuh perjalanan sepanjang 900.000 km baik offroad maupun offroad dan tercatat melewati 215 negara. Hmm, jarak perjalanannya setara dengan pulang-pergi bumi ke bulan ya gaes.

Secara kontinu, Mercedes-Benz melakukan perbaikan untuk meningkatkan performa offroad. Sejak 1985, fitur differential lock menjadi fitur standar, anti-lock brakes mulai disematkan tahun 1990, dan 2001 G-Class dibekali traksi kontrol, electronic stability control, dan brake assist. Tentu pembaruan interior dan mesin juga tak luput dari perhatian sang produsen.

Improvisasi yang terus dilakukan selama empat dekade membuat G-Class semakin diminati bagi warga sipil, yang akhirnya dianggap sebagai simbol status kemewahan seperti sekarang ini. Layaknya merk kenamaan seperti Jeep, Toyota, Mitsubishi, dan Land Rover, pesona G-Class tak pernah luntur dari para pesaingnya dan telah berhasil menghadapi cobaan yang seakan tak menentu. Reputasinya kian tumbuh lebih kuat.

 

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect