Connect with us

Did You Know?

8 Hal Seputar Transmisi 10-speed Milik Ford & GM

Setiap pabrikan mobil tak pernah berhenti untuk selalu berinovasi dalam meningkatkan efisiensi drivetrain dan mesin pada rancangannya, termasuk transmisi yang terus dikembangkan hingga memodifikasi gigi tambahan. Sebut saja transmisi 10-speed dari Ford dan General Motor (GM).

Dalam industri otomotif menjalin kemitraan bukan hal aneh lagi, kolaborasi antara Ford dan GM bukanlah yang pertama. Tahun 2013, kedua perusahaan raksasa ini mengumumkan kerjasama untuk pertama kalinya dalam menciptakan girbok 10-speed. Pada prakteknya, pengembangan girboks 10-speed tidak eksklusif untuk kemitraan kedua pihak, namun juga mencatut nama Toyota dan Honda dimana akhirnya memperkenalkan varian mereka sendiri.

 

Kerjasama Ford dan GM awalnya bertujuan menciptakan transmisi otomatis 9 dan 10-speed. GM memimpin rekayasa transaxle unit 9-speed (Hydramatic 10L90) yang ditujukan untuk model front atau all-wheel drive dengan mesin yang dipasang secara melintang. Sementara Ford mengambil peran pada girbok 10-speed (10R80) untuk model kendaraan rear atau four-wheel drive dengan mesin yang dipasang secara longitudinal.

Atas pertimbangan ekonomi, kedua brand berharap dapat memaksimalkan kesamaan suku cadang. Tetapi disisi lain, muncul perbedaan selama tahap pengembangan. Ford mengatakan bahwa GM tidak mendapatkan hasil yang cukup memadai untuk diantisipasi. Alhasil Ford memutuskan untuk tidak menggunakan transmisi 9-speed dari GM, sebagai gantinya Ford mengeluarkan desain baru transmisi 8-speed yang dibenamkan pada Ford Edge, Ford Transit Connect dan Lincoln Nautilus.

 

Akhirnya debut transmisi 10-speed diperkenalkan pada akhir 2017 untuk mobil yang diproduksi massal yakni F-150 Raptor dengan mesin 3.5-liter EcoBoost V6 bertenaga 375 hp. Selang beberapa hari, GM menyusul debut 10-speed pada salah satu muscle car andalannya, Chevy Camaro ZL1. Nah, ada 10 hal yang perlu kamu ketahui seputar transmisi 10-speed milik Ford dan GM.

 

  1. Ratio spread

Meskipun penyebarannya relatif luas antara gigi-1 ke gigi-10, rentang keseluruhan untuk transmisi 10-speed tidak seluas yang dibayangkan. Pada rasio 7.384 yang ditentukan sebetulnya tidak ada manfaat nyata untuk memperluas rentang menjadi 7,4 atau lebih besar. Selain itu, keputusan untuk membatasi rentang adalah memastikan bahwa gigi teratas lebih mendukung dengan skenario mengemudi di jalur highway.

 

  1. Rasio dan ukuran gigi

Dalam kasus ratio spread yang relatif luas, transmisi 10-speed menurunkan 20% RPM saat shifting. Bila dibandingkan dengan transmisi ZF 8-speed, RPM turun 25%, yang artinya cukup mengesankan karena mampu mempertahankan tenaga close-to-peak selama akselerasi full-throttle. Pula memastikan transisi shift lebih mulus saat towing.

 

  1. Gigi-8, 9 dan 10

Beroperasi sebagai gigi overdrive, tiga gigi terakhir berfungsi meningkatkan akselerasi, ekonomi bahan bakar dan kinerja towing. Tiap gigi menunjukkan rasio 854 (gigi-8), 689 (gigi-9) dan 636 (gigi-10). Seperti disebutkan diatas, gigi-10 dirancang untuk mempertimbangkan kecepatan di jalur highway, tetapi angka rasio yang berdekatan memungkinkan perpindahan gigi-10 turun ke-9 yang lebih halus.

 

  1. Shifting

Perpindahan gigi transmisi 10-speed difasilitasi oleh enam kopling, dan bekerja secara berpasangan (dual-clutch). Untuk mencegah penurunan efisiensi, pemindahan gigi tidak memerlukan penguncian torsi konverter. Yaps, ini memang berbeda dengan desain konvensional two-piece, kopling diatur oleh  integrated solenoid valves yang menawarkan respon lebih cepat. Transmisi juga menawarkan waktu pengisian lebih cepat berkat kontrol hidrolik.

 

  1. Mengurangi spin loss

Mengingat bahwa transmisi 10-speed hadir menggantikan transmisi 6-speed dalam banyak kasus, Ford melakukan upaya besar untuk meminimalkan friksi putaran mekanikal. Hasilnya adalah tiap roda gigi beroperasi lebih efisien, ditambah kontrol suhu berkat adanya internal thermal bypass.

 

  1. Kopling

Kopling internal transmisi 10-speed dioperasikan oleh dua pompa hidrolik yang berbeda. Pompa pertama (yang tidak lagi diletakkan pada main shaft) mencerminkan pengurangan panjang dan desain off-axis untuk menawarkan perpindahan variabel dan menyesuaikan output pompa sesuai kebutuhan. Pompa kedua ditugaskan sebagai akumulator hidrolik sementara mengambil lebih sedikit ruang secara keseluruhan dan membuktikan lebih dapat diandalkan. Digerakkan secara elektrik menghasilkan kemampuan idle-stop dan kedua pompa mengoptimalkan efisiensi melalui suhu dan tekanan oli transmisi.

 

  1. Oli transmisi

Mercon ULV adalah oli transmisi yang didesain khusus untuk transmisi 10-speed. Diklaim mampu mengurangi gesekan dan resiko overload pada pompa hidrolik. Oli yang dikombinasikan dengan filter generasi baru memainkan peran penting dalam mengatur suhu dan efisiensi, juga dirancang untuk durabilitas transmisi.

 

  1. Recall

Berbicara soal recall Ford dengan transmisi 10-speed terjadi pada model F-150 (keluaran 2017 & 2018) serta Expedition (2018). Recall disebabkan karena adanya pemasangan roll pin yang salah dan  berpotensi menyebabkan hilangnya fungsi “P” atau parkir.

Pada peluncurannya tahun 2017-2018, Ford telah melengkapi 3 model domestik dengan transmisi berkode 10R80. Dimulai dengan F-150, Mustang dan Expedition, kemudian menyusul Everest serta reboot Ranger terbaru. Anda juga dapat menemukannya di Lincoln Navigator. Sementara GM membenamkan transmisi 10L90 di Camaro ZL1, Chevrolet Tahoe, GMC Yukon Denali dan Cadillac Escalade.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect