Connect with us

Did You Know?

Mengenal Ban Mud-Terrain & Sistem Kerjanya

Istilah “mud-terrain” telah berubah selama beberapa dekade terakhir. Kembali ke pertengahan abad ke-20, ban mud-terrain atau MT dikembangkan untuk satu hal yakni lumpur. Pola tapak atau disebut tread pattern ban MT dirancang agresif untuk kebutuhan seperti pertanian, utilitas, jasa angkutan barang, dan kemiliteran. Tetapi sayangnya, tapak konvensional pada era itu tidak dirancang untuk permukaan jalan basah dan dinilai masih banyak kekurangan di medan berlumpur. Bias-ply ban MT menawarkan traksi yang tak tertandingi tetapi aspek desain lainnya terabaikan.

Berbagai daerah di setiap negara memiliki karakter tanah atau medan yang berbeda, oleh karena itu faktor mengemudi di jalur bebatuan, pasir, salju dan hujan mulai dipertimbangkan ketika merancang ban MT. Para perusahaan meninjau dimana ban mereka digunakan dan mendengarkan apa yang diinginkan konsumen. Pada prinsipnya, konsumen menginginkan ban offroad yang lebih agresif dan bisa dipakai untuk semua medan.

Karena itu, ban MT mulai berevolusi dengan terobosan dan prestasi yang telah terbukti menjadi komponen kunci dalam pembuatan ban MT modern. Sidewall 3-ply menjadi standar pada ban MT saat ini. Ban berkonstruksi radial mendominasi pasar light-truck. Pola tapak yang semakin terbuka berarti kinerja lumpur semakin meningkat sampai batas tertentu, meskipun usia penggunaannya lebih pendek jika dibanding ban AT.

Pula menggunakan komponen yang lebih mumpuni karena pabrikan mencari cara untuk menghasilkan karet yang unggul bagi penggila offroad. Ban MT modern dapat bertahan hingga 40.000 mil atau sekitar 64. 373 km dan mampu melaju dengan kecepatan tinggi.

Yaps, pengembangan terus dilakukan pada desain tapak. Ban MT tak hanya digunakan di berbagai medan offroad, bahkan bagi sebagian pengguna jip dan truk memakainya sebagai ban harian di jalan raya dengan kecepatan normal. Tentu saja ban MT harus memenuhi kriteria keselamatan dan berkendara di jalan raya. Load rating/ peringkat beban pada ban MT saat ini banyak ditawarkan dipasaran, juga memungkinkan digunakan untuk truk full-size dan SUV.

Lantas bagaimana cara kerja ban MT? Tread block atau blok tapak yang paling menonjol mendapatkan banyak kredit dalam kinerja offroad, tetapi teknologi jauh lebih mempengaruhi cara kerja ban MT. Inilah beberapa teknologi yang membuat performa ban MT luar biasa dan tahan banting di jalur offroad.

  1. Tread pattern & tread block

Jika teknologi ban MT jauh lebih dari sekedar pola tapak yang agresif dan blok tapak yang signifikan, maka tak ada pertanyaan bahwa desain tapak sangat penting untuk ban offroad. Tapak ban MT yang terlihat agresif bekerja untuk mencakar dan meraih permukaan medan offroad dan secara efektif mengembangkan cengkeraman.

Pada umumnya ban MT memiliki kedalaman tapak yang signifikan dimana mampu membentuk ‘ujung gigitan’ yang kuat pada blok tapak. Pola dan desain ban MT yang ditawarkan pabrikan sangat variatif tetapi agresivitas adalah karakter yang paling dasar, mereka semua menampilkan fungsi offroad yang ekstrim.

  1. Stone & mud ejectors

Untuk mempertahankan fungsi ‘ujung gigitan’ dan melindungi celah tapak yang terisi dengan material tanah, pabrikan seringkali menawarkan teknologi untuk mengeluarkan puing-puing yang terhimpit diantara blok tapak — inilah yang disebut stone and mud ejectors. Teknologi ini tak ditawarkan pada tipikal ban on-road, maka tak heran jika mobil yang menggunakan ban ini seringkali kita dapati penuh dengan material tanah. Yaps, ban MT memaksimalkan ‘kekosongan’ dengan sendirinya terbebas dari lumpur, tanah dan bebatuan.

  1. Sidewall lugs & tread

Beberapa ban MT dibekali upper sidewall untuk menghasilkan traksi tambahan. Sidewall lugs berkontribusi untuk menambah ‘ujung gigitan’ disisi samping dalam meraih medan. Teknologi ini dapat anda temukan pada ban Cooper Discoverer STT Pro yang memiliki permukaan halus “cleat” dan “mud scoops” pada upper sidewall. Tak ayal jika ban ini diklaim sebagai ban offroad ekstrim all-season. Penambahan pola tapak pada sidewall adalah karakteristik unik dari ban MT, dimana dinilai se-agresif beberapa tipe ban all-terrain.

  1. Cut, chip, & puncture resistance

Komponen lapisan permukaan dari ban MT dirancang untuk memberikan ketahanan. Cut, chip, and puncture (tusukan) resistance dimaksimalkan untuk menjaga ban dari bahaya offroad. Komponen high-tech digunakan untuk berbagai jenis kondisi, dari musim dingin hingga balap jalanan untuk mengoptimalkan performa offroad dan durabilitas.

  1. Multiple ply layer construction

Ban MT pada umumnya terdiri dari 3-ply konstruksi sidewall dimana menciptakan level tambahan untuk puncture resistance. Sidewall yang kuat memungkinkan ban dalam kondisi kurang tekanan angin dan mampu berjalan dengan psi rendah selama offroad, yang tentu saja memberikan banyak kelebihan.

Kelebihan lainnya dari konstruksi internal yang kuat adalah high load range/ply rating dan secara signifikan mampu mengangkut beban ekstra serta towing. Sejumlah ban lumpur seperti Toyo Open Country M/T bahkan menawarkan lebih dari 12-ply pada ukuran tertentu.

Keterbatasan Ban MT

Orientasi offroad berarti ban MT dapat berkompromi di jalan on-road, terutama dalam kondisi tertentu. Ban MT pada umumnya tak menawarkan tingkat traksi di jalan basah dan ketahanan hydroplaning yang sama dengan ban on-road.

Seiring berjalannya waktu, istilah ban MT tampaknya sudah jauh berkembang dari akarnya di dunia pertanian. Suara berisik memang sangat identik pada ban MT generasi pertama seperti Super Swamper Boggers, Buckshot Mudders, dan Ground Hawg Mudder, namun kebisingan itu kini berkurang secara drastis berkat teknologi noise-cancelling tread.

Bagaimanapun perlu diingat silsilah dari ban MT dimana jalanan berlumpur merupakan habitat utamanya. Ban MT merupakan instrumen offroad pertama dan terpenting, yang telah berevolusi selama beberapa dekade terakhir menjadi lebih ramah terhadap jalanan on-road.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect