Connect with us

Did You Know?

7 Teknologi Mobil Hasil Adopsi Dari Motorsport

Inovasi teknologi kini terasa berkembang begitu cepat dan dinamis, begitu pula dalam dunia otomotif, selalu ada terobosan baru sekecil apapun itu. Bagaimana pun kemajuan teknologi pada sebuah kendaraan menjadi nilai jual sekaligus solusi bagi para penggunanya. Tetapi tahukah anda bahwa beberapa teknologi atau fitur yang terbenam pada kendaraan harian anda merupakan adopsi dari dunia motorsport?

Tak ditampik jika tim motorsport merogoh kocek hingga miliaran dalam mengembangkan teknologi baru untuk memberikan performa terbaik bagi pembalap andalan mereka. Maka tak heran jika pihak produsen ingin investasinya kembali dengan ‘memassalkan’ inovasi mereka pada mobil harian. Lalu apa sajakah teknologi motorsport yang pernah diciptakan, yang akhirnya dibenamkan pada mobil harianmu? FnL menyajikannya untuk anda.

  1. Gear semi otomatis

Grup C merupakan kategori balap dalam dunia motorsport yang diperkenalkan oleh FIA sejak 1982 sebagai sport car racing, bahkan kepopulerannya hampir menyaingi ajang Formula One pada tahun 1989. Inovasi teknologi Grup C yang dianggap paling bertahan lama adalah direct shift gearbox yang dikembangkan untuk Porsche 962 pada tahun 1984. Perpaduan kinerja transmisi manual dan mono-tasking otomatis, girbok direct shift serta berbagai keturunan dari gear semi otomatis kini menemukan rumah barunya pada mobil produksi massal.

Sementara itu clutchless shifter merupakan nenek moyang dari paddle shifter yang kini digunakan F1. Paddle shifter merupakan fitur opsional yang mulai diperkenalkan pada awal 2000-an, yang diadopsi dari Porsche dan salah satunya dibenamkan pada Honda Jazz.

 

  1. Disc brake

Pertama kali digunakan oleh Porsche pada gelaran 24 Hours of Le Mans, disc brake alias rem cakram mulai disisipkan untuk mobil produksi massal tahun 1980-an. Disc brake memungkinkan pengereman cepat tanpa mengunci sistem kemudi, dan merupakan terobosan teknologi dalam keselamatan berkendara. Teknologi disc brake kian berkembang, mobil harian kini memakai teknologi yang terinspirasi dari F1 dimana steel disc rotors beralih menjadi versi keramik yang lebih ringan dan tahan panas. Tak heran jika F1 tetap unggul dalam hal teknologi hingga kini.

  1. Sasis serat karbon

Super ringan, fleksibel, dan 10 kali lebih kuat adalah tipikal serat karbon dengan bahan konstruksi terbaik untuk mesin hi-performance, dari mobil F1 hingga pesawat hipersonik. Karena tingginya biaya pembuatan dan pencetakan serat karbon, maka spesifikasi full-karbon jarang kita temukan pada mobil massal. Tetapi beberapa automaker memadukan bodi dengan carbon fibre reinforced plastic (CFRP) seperti halnya pada kendaaraan listrik BMWi3 dimana manajemen berat sangat berpengaruh untuk mengimbangi bobot baterai. Jadi jangan heran jika mobil berspesifikasi karbon dilabeli dengan harga yang cukup mahal.

  1. Spion

Mungkin spion bukan inovasi yang dianggap spektakuler dalam dunia balap, tetapi pasti tergolong paling umum dan standar saat ini. Yaps, spion merupakan hal pertama yang anda lihat saat mulai berkendara untuk mengecek kondisi belakang ataupun samping mobil. Teknologi ini berasal dari F1 tahun 1950-an yang kemudian menjadi salah satu fitur keselamatan paling signifikan pada kendaraan sipil.

  1. AWD (All-wheel drive)

Awalnya diperkenalkan oleh tim reli Audi, dan dengan cepat menyebar ke mobil massal Quattro pada tahun 1980, AWD (dikenal sebagai quattro dalam inkarnasi reli) membantu handling lebih halus di jalan aspal maupun kasar. AWD merupakan penyederhanaan dari 4WD yang dinilai brutal, quattro memvariasikan tenaga yang disalurkan ke setiap roda tergantung dari kebutuhan pengemudi. Kini AWD dapat ditemukan pada mobil seperti Mini, Suzuki SX4, Subaru Impreza dan Nissan Juke.

  1. Joypad kemudi

Saat ini, kemudi F1 rata-rata memiliki lebih banyak tombol ketimbang keyboard laptop dimana tiap tombol punya fungsi penting untuk memaksimalkan performa kendaraan. Berbagai tombol pada roda kemudi mobil penumpang saat ini sebagian besar berfokus pada kontrol media player dan mengaktifkan hands-free panggilan telepon. Tetapi dengan memusatkan fungsi-fungsi ini di garis mata pengemudi, setidaknya tombol pada kemudi membantu keselamatan pengemudi selain faktor kenyamanan.

  1. Active suspension

Suspensi reguler bersifat pasif, yang artinya hanya melakukan tugas berdasarkan kondisi jalan. Sementara suspensi aktif mengurangi masalah dari permukaan jalan yang tidak rata dan secara aktif mampu menaikkan dan menurunkan level setiap roda untuk memberikan handling lebih baik, meningkatkan traksi, dan berkendara yang lebih mulus bagi pengemudi.

Pada awalnya suspensi aktif didesain hanya untuk menyesuaikan kekakuan sokbreker, tetapi F1 justru mengambil tugas ekstrim yakni dengan menanamkan sensor pada seluruh mobil balap untuk memasukkan data ke komputer onboard. Mobil sipil yang pertama kali membenamkan teknologi ini adalah Toyota Soarer 1983, kemudian menyusul Citroën Xantia, dan Volvo S60R.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect