Siapa yang tidak kenal dengan Demas Agil, pembalap mobil multi talenta dengan segudang prestasi dan telah merasakan 10 gelar juara nasional. Dan yang teranyar gelar Asia Auto Gymkhana Championship 2019 pada pertengahan Juli lalu. Satu gelar yang menutup karirnya di dunia balap Slalom atau Gymkhana dan memilih menekuni balap Touring bersama Toyota Team Indonesia.
Walau telah mengakhiri kiprahnya di dunia balap Slalom, minatnya untuk melihat perkembangan balap slalom terlihat pada kehadirannya dalam ajang slalom. Demas pun mengakui akan perkembangan pembalap muda saat ini. “Cukup besar pembalap muda yang cepat berkembang dan meningkat kemampuannya seiring naik kelas ke Seeded. Begitu pula dengan pembalap slalom wanita yang kini jumlahnya lebih banyak dan mereka tergolong masih berusia muda. Ini bukti berjalannya Re-generasi pembalap slalom semakin berjalan.”

Namun bagi Demas Agil, perkembangan pembalap ini harus ditingkatkan kembali dengan soal – soal yang semakin bervariasi. “Kedepannya juga diperlukan soal – soal lintasan seperti pada putaran terakhir di Heat kedua, dalam artian persentasi pembalap terkena cone bisa mencapai 50%. Berarti lintasan cukup tricky sehingga jika biasanya soal hanya lurus dan lebar, harus membutuhkan kemampuan ekstra atau trik agar dapat mencatatkan waktu tercepat tanpa terkena cone (pinalti).”
Memang Demas Agil yang sedang berkonsentrasi pada dunia balap touring dan mempersiapkan diri untuk mengikuti balap di Luar Negeri bersama Toyota Team Indonesia. Namun Demas Agil tidak serta merta menghilang tanpa menurunkan ilmu balap slalomnya. Hal ini terbukti dengan Demas Agil yang kerap memberikan ilmu balapnya hingga pengalamannya pada pembalap – pembalap muda.
Tentu Demas Agil memiliki keinginan, pembalap – pembalap muda dapat menunjukan kemampuannya di kancah Nasional hingga Internasional. Terlebih kini kejuaraan nasional balap slalom untuk Usia 23 tengah bergulir, hadirnya bibit – bibit muda penerus menjadi bukti akan berjalannya re – generasi dunia motorsport di Indonesia.

