Connect with us

Did You Know?

TH400: Transmisi Ideal Buat Mesin High-horsepower

Turbo-Hydramatic 400 atau lebih dikenal dengan sebutan TH400 merupakan transmisi otomotis 3-speed buatan General Motor (GM). Transmisi ini adalah salah satu edisi GM dari seri transmisi Hydramatic. Pertama kali diperkenalkan tahun 1964, kehadiran TH400 menggantikan posisi transmisi Super Turbine 300 2-speed otomatis.

Transmisi ini awalnya dibenamkan pada kendaraan produksi GM seperti Buick, Cadillac, Chevrolet, Oldsmobile dan Pontiac. Lantaran terbukti sebagai transmisi yang durabledan memiliki kinerja yang baik, TH400 diproduksi lebih dari dua dekade dan diaplikasikan pada berbagai model kendaraan, bahkan tidak hanya diperuntukkan untuk GM saja. Brand premium seperti Jaguar, Ferrari, dan Rolls-Royce juga menggunakan transmisi ini.

Patut diakui bahwa kesuksesan TH400 mampu menyaingi kakak tertuanya — Powerglide 2-speed. GM berhasil mengembangkan TH400 dengan performa yang lebih baik dan dapat digunakan ke sejumlah platform serta model, mulai dari muscle car, SUV, pikap truk dan sedan. Ini berkat fitur Switch-Pitch pada jeroan torque converter sehingga kerja converter jadi lebih ringan karena dibekali variabel jalur untuk tekanan oli transmisi.

Saat ini HMMWV milik United States Army adalah satu-satunya kendaraan militer yang menggunakan TH400. Sementara versi sipilnya, Hummer H1 sempat membenamkan transmisi ini meski kemudian tergantikan dengan penerusnya — 4L80E 4-speed elektronik sejak pertengahan 1990-an. Namun bagaimanapun, TH400 dinilai lebih tahan banting dibanding anggota keluarga Turbo-Hydramatic lainnya.

Adapun sebutan TH400 lebih populer hingga kini, transmisi ini mendapat julukan lain dengan nama 3L80 pada akhir 80-an. Kode “400” sendiri mengacu pada mesin dengan torsi maksimal 450 lb-ft. Konon, transmisi ini juga digunakan oleh kalangan hot rod dan monster truck/ big foot untuk kompetisi Monster Jam dimana dikawinkan dengan mesin yang mampu memproduksi torsi jauh lebih besar, meskipun secara umum transmisi ini harus di-updgrade dengan sejumlah komponen aftermarket.

Secara spesifik transmsisi 3L80 mengacu pada:

– “3” mewakili transmisi 3-speed dan dalam konteks TH400, transmisi otomatis 3-speed.

– “L” mewakili orientasi transmisi, L berarti transmisi memiliki posisi longitudinal.

– “80” mengindikasikan transmisi ini memiliki peringkat Gross Vehicle Weight (GVW) hingga 8000 lbs.

Sementara 3-speed memiliki gear rasio sebagai berikut:

– 2.48 untuk gigi 1

– 1.48 untuk gigi 2

– 1.0 untuk gigi 3

Lantas bagaimana dengan penggunaan TH400 di Indonesia?

 Kami tanyakan langsung kepada ahlinya. Yaps, siapa lagi kalau bukan Widodo Teguh, pemilik ProRock Engineering yang sudah familiar dengan transmisi ini. Menurutnya, TH400 matic pertama kali dibawa-nya ke Indonesia sekitar 10 tahun silam.

“Awalnya nggak ada yang tertarik pakai transmisi ini karena dipikiran kebanyakan orang matic itu lelet, nggak cocok dipakai di air, rewelan dan sebagainya,” sambutnya. Sebagai builder, Widodo pun mulai membangun buggy dengan TH400 untuk pembuktian bahwa transmisi ini kuat sekaligus memberikan edukasi kepada calon kustomer. Perlahan tapi pasti, akhirnya kini hampir semua kalangan pecinta speed maupun adventure memakai transmisi ini meskipun harganya cukup mahal.

Ia pun menjelaskan salah satu keunggulan TH400 dibanding transmisi matic konvensional lainnya, “Transmisi ini non elektrik, jadi lebih praktis karena cuma pakai vakum jadi tahu kapan harus ngoper gigi.”

Seperti yang disebutkan diatas, TH400 dapat digunakan ke sejumlah platform lantaran dapat dikawinkan dengan berbagai jenis mesin non GM mulai dari 4, 6, 8 silinder bahkan mesin keluaran Toyota seperti 1JZ dengan tambahan adaptor. “Transmisi ini kuat hingga 2.000 hp tergantung internalnya tapi pesanan pelanggan biasanya sampai 750 hp, itu pun lebih dari cukup power-nya,” imbuhnya.

Adapun stigma mengatakan jika TH400 lemah dipakai didalam air, hal ini ditampik oleh Widodo. “Ini nggak benar soalnya kalau sampai bocor pasti oli keluar dulu sebelum airnya masuk, karena internal girbok ini hi-pressure.”

Meskipun matic, TH400 dapat diubah menjadi manual dengan syarat modifikasi menggunakan Manual Valve Body (MVB). Modifikasi semacam ini seringkali digunakan untuk kebutuhan drag race dan offroad ekstrim. Ketika MVB disematkan, pengoperasiannya pun layaknya transmisi manual dimana kita yang harus mengoper gigi. Maka jika posisi terakhir ada di gigi 3 maka saat dinyalakan pun ada di gigi 3.

“Kadang kami bikin buggy rock crawler dengan tipe seperti ini (MVB). Contoh kasus, waktu di turunan tajam kalau pakai matic lain biasanya seperti mau dorong atau lari terus, nah kalau pakai TH400 MVB di gigi berapa pun nggak ada dorongan sama sekali, bisa nahan karena ada engine brake. Itu satu alasan kami pakai MVB. Jadi all around girbok ini the best of everything dibanding matic biasa atau manual biasa,” jelas Widodo.

Di dunia transmisi matic juga dikenal dengan istilah stall speed converter, sebut saja sejenis kopling-nya matic. Menurut Widodo, stall speed diakui cukup rumit. “Misalnya, pernah ada kustomer punya mesin LS3 tapi pengen power lebih besar dengan TH400. Kami biasa pakai spek stall speed 2.400 RPM, jadi ketika digas dibawah 2.400 RPM itu masih ada selipnya, seperti kopling, mau nggak mau harus diinjak untuk menyesuaikan RPM baru jalan.”

“Pada umumnya mesin di 2.400 RPM itu torsi yang keluar katakanlah 300 lb-ft, nah kalau mesin LS3 dengan converter lock-up speed di 29, torsi yang dihasilkan bisa sampai 400 lb-ft, begitu nge-lock torsinya jauh lebih besar. Jadi mesin berkapasitas 5.300 cc rasanya seperti 7.000 cc. Prinsipnya girbok ini bisa di-trik untuk segala kebutuhan, baik drag, harian dan lainnya. Low speed dan top speed, semuanya dapet,” jelasnya.

Keunggulan lain dari TH400 adalah mengalirkan tenaga dan torsi dengan friction losspaling kecil. Jika pada umumnya tenaga mesin banyak ‘dimakan’ oleh transmisi, sebut saja salah satunya transmisi Jepangan yang mengalami power loss paling banyak, ini disebabkan oleh sistem mekanikal yang terlalu rumit. Sementara desain TH400 lebih sederhana namun kuat. Kini TH400 menjadi favorit di kalangan pecinta modifikasi terutama dengan mesin high-horsepower.

Menurut Widodo, perawatan TH400 terbilang mudah layaknya transmisi matic pada umumnya. “Pokoknya oli jangan sampe kehabisan atau telat, harus bersih dan jangan sampai overheat. Kalau itu bisa diatasi mau sampe 10-20 tahun masih kuat,” tutupnya. Sementara soal harga dibandrol mulai dari 59-89 jutaan tergantung spek.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect