Connect with us

Did You Know?

Hanya Butuh Sekian Detik Membobol Mobil Smart Key, Waspadalah!

Tindakan kriminal seperti pencurian dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Seperti yang pernah diungkapkan Bang Napi di sebuah program stasiun televisi swasta, “Kejahatan itu bukan karena niat dari pelakunya, tapi karena ada kesempatan”. Padahal dari hampir semua kasus yang pernah terjadi, pelaku terdorong melakukan aksinya karena diawali dengan niat lalu mencari kesempatan. Meskipun ada pula yang melihat kesempatan lalu muncul niatnya untuk mencuri.

Kebutuhan ekonomi biasanya dijadikan alibi oleh pelaku tetapi apapun motif dan alasannya, pencurian tetaplah tindak kejahatan dan sebaiknya kita yang harus lebih berhati-hati dan waspada untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan. Ingat, jangan lengah sedikitpun meski di tempat yang dirasa aman sekalipun.

Salah satu kasus adalah pencurian mobil, frekuensi tindak kejahatan semacam ini paling sering terjadi. Seperti tak kehabisan akal bulus, bahkan dalam beberapa tahun terakhir pelaku menggunakan bantuan teknologi untuk mencuri mobil dengan fitur sistem Keyless Ignition atau juga disebut Smart Key. Sistem teknologi semacam ini yang seharusnya memudahkan penggunanya justru berubah menjadi silent killerkarena rawan diretas.

Reporter dari Sunday Times Driving — surat kabar online, telah melakukan eksperimen dan berhasil ‘mencuri’ 10 mobil menggunakan gadget legal untuk membuka kunci pintu dan menyalakan mesin dengan key fob digital. Dengan perangkat scanner, hanya butuh 6 detik untuk membobol Ford Focus dan segera menyalakan mesin.

Selain Ford Focus, mobil keyless lainnya pun mudah dicuri. Skoda Kodiaq dan Nissan Qashqai butuh waktu 10 detik untuk dicuri, bahkan mobil mewah sekelas Jaguar F-type R, Mazda 2 Sport, Renault Megane, Range Rover Velar, Hyundai Tucson dan Volvo S90 membutuhkan waktu antara 11-23 detik. Sedangkan Volkswagen Golf memakan waktu paling lama, menurut penyelidikan butuh 42 detik untuk masuk dan membawa kabur.

Pencurian mobil keyless bukanlah fenomena baru, surat kabar Sunday Times Driving telah menyoroti kasus ini selama bertahun-tahun. Tahun 2014, pernah terjadi pencurian Audi RS4 seharga 70.000 pound sterling di Middlesborough dan hanya butuh waktu 90 detik untuk membawanya kabur. Sejak itu, pencurian mobil model hatchback yang harganya lebih terjangkau terus meningkat. Maret 2018, Kepolisian setempat mengatakan telah mencatat kasus pencurian 90 unit mobil keyless di daerah itu selama periode tiga bulan, dan separuhnya adalah Ford Fiesta.

Dilansir dari laman Driving, kasus pencurian mobil sebanyak 111.999 unit terjadi di Inggris pada periode 2017-2018, naik 49% dalam lima tahun. Sedangkan di AS, menurut statistik FBI, pencurian mobil mencapai level tertinggi pada 2017 selama periode delapan tahun terakhir, tercatat 773.139 kasus telah dilaporkan.

Mengapa pencurian mobil seperti ini bisa terjadi? Ini karena adanya kelemahan pada sistem Keyless Ignition yang dibekali “fob” untuk mentransmisikan sinyal frekuensi rendah ke sistem komputer mobil, kemudian divalidasi oleh sistem bahwa sinyal tersebut telah terkirim, kemudian kunci pintu terbuka dan pemilik dengan segera dapat menyalakan mesin melalui tombol start engine.

Mobil Keyless Ignition dapat dicuri dengan beberapa cara, metode paling umum adalah me-relay sinyal dimana pemancar nirkabel atau wireless transmitter dapat ‘ditahan’/ ditangkap dari depan pintu atau jendela rumah korban (bahkan jika remot kunci disimpan di dalam tas dan saku pemilik mobil sekalipun) untuk menangkap sinyal dari fob dan meneruskannya (relay) ke mobil korban. Sinyal yang ditangkap pencuri melalui perangkat scanner kemudian digunakan untuk mengelabui sistem komputer di dalam mobil bahwa kunci ada didekatnya. Setelah pintu mobil terbuka, pencuri pun segera melancarkan aksi kejahatannya.

Metode lain adalah dengan menghentikan (jamming) sinyal dari fob ketika pengemudi meninggalkan mobil, sehingga mobil dalam keadaan tidak terkunci dan membuat pencuri lebih mudah memasuki mobil. Kunci digital juga dapat dikloning dalam hitungan detik.

Reporter Sunday menggunakan metode relay untuk ‘mencuri’ mobil. Beberapa perangkat scanner ini dibandrol mulai dari 10 pound sterling atau tak lebih dari 200 ribu rupiah, sebuah harga yang terjangkau untuk melakukan aksi kejahatan. Pihak Sunday menolak untuk mengungkapkan detail spesifik gadget untuk alasan keamanan, tetapi Ia menegaskan bahwa piranti ini mampu me-relay sinyal sejauh 200 meter dari kunci aslinya. Hukum setempat mengatakan bahwa polisi hanya dapat menangkap seseorang dengan scanner jika orang tersebut terbukti berniat mencuri mobil.

Dalam upaya memerangi tindakan pencurian mobil keyless, automaker meningkatkan keamanan teknologi wireless. Jaguar dan Land Rover model terbaru menggunakan sistem ultra-wide bandwidth (UWB) yang lebih aman. Sementara merek mobil lainnya seperti BMW dan Mercedes-Benz menggunakan teknologi sensor gerak (motion sensor), dimana fob wireless tidak dapat digunakan untuk membuka kunci dan menyalakan mobil jika tidak bergerak.

Tampaknya sistem UWB menjadi solusi ‘tokcer’ saat ini. Organisasi pengujian Jerman ADAC menemukan tiga mobil yang tidak berisiko terhadap serangan pencurian dengan metode relay yakni Jaguar I-Pace elektrik, serta versi terbaru dari Land Rover Discovery dan Range Rover. Pihak Jaguar menegaskan bahwa sistem pelacak memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 90% untuk menghindari pencurian.

Kabarnya, Ford akan segera memperkenalkan sensor gerak dimana fob yang tidak bergerak selama 40 detik akan beralih ke mode sleep — ini diklaim efektif memblokir perangkat scanner. Automaker lain seperti Volkswagen, Nissan, Hyundai, Volvo dan Mazda juga mengatakan akan meningkatkan sistem keamanan.

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect