Nonton balapan di sirkuit memang terlalu mainstream, mungkin sudah waktunya anda menonton atau justru saat ini juga merencanakan perjalanan ke Bonneville Salt Flats. Kalian pasti pernah dengar dong tempat ini? Yaps, tempat ini populer sebagai surganya ‘pecandu speed’ yang berupa dataran garam, disinilah rekor kecepatan motorsport dibuat dan telah berlangsung selama beberapa dekade hingga kini.
Bonneville Speedway atau juga disebut Bonneville Salt Flats Race Track berada di kawasan Bonneville Salt Flats, tepatnya timur laut Wendover, Utah, AS. Spot ini menjadi saksi bisu dari sejarah rekor kecepatan darat (land speed) selama bertahun-tahun lamanya, mungkin sudah tak terhitung lagi jumlahnya.
Bonneville sendiri diambil dari nama Benjamin Bonneville, seorang perwira Angkatan Darat AS yang menjelajahi Intermountain West pada tahun 1830-an. Nama ini disematkan oleh ahli geologi bernama Grove Karl Gilbert. Singkat cerita pada tahun 1907, Bill Rishel dan dua pengusaha setempat melakukan test drive dengan Pierce-Arrow diatas permukaan garam tersebut. Bersamaan proyek jalur kereta api yang selesai digarap tahun 1910, ini semakin menandai persimpangan permanen pertama didaerah itu.

Area balap yang diakui secara internasional
Sebelum lebih jauh, yukk flashback sedikit soal sejarah kawasan Bonneville. Berjuta manusia mungkin pernah berpacu di Bonneville Salt Flats selama lebih dari 100 tahun, rentang waktu ini terbilang lama di dunia motorsport. Tapi tahukah anda bahwa area tersebut jauh lebih tua dan kaya dari yang anda kira.
Dulunya, area ini adalah sebuah danau di Utah, sebelumnya dinamai Great Salt Lake yang kemudian diganti menjadi Danau Bonneville. Ketika danau mengering sekitar 14.500 tahun lalu, meninggalkan sebagian besar gurun di sisi lain, sementara lainnya berupa dataran asin. Area ini tercatat memiliki luas 4000 mil persegi atau sekitar 10.359 km persegi yang saat ini dimiliki dan dikelola oleh pemerintahan setempat — Bureau of Land Management.

Mengingat areanya yang sangat luas dan datar, Bonneville Salt Flats yang juga dekat dengan perbatasan Nevada ini kemudian mulai digunakan sebagai medan balap oleh pecandu speed sejak 1912. Rekor land speed pertama dilakukan oleh Teddy Tetzlaff mengendarai Blitzen Benz berkecepatan 142,8 mph (230 km/j) pada tahun 1914. Kemudian menyusul pencetak rekor berikutnya tahun 1935 yakni Malcolm Campbel dengan Bluebird andalannya berkecepatan 480 km/j. Sebelum 1935, kegiatan balap sebagian besar masih dilakukan di area pantai namun setelah itu Bonneville menjadi salah satu venue utama untuk rekor land speed.
Kini Bonneville Salt Flats terkenal sebagai trek balap ‘paling pecah’ yang diakui oleh seluruh penjuru dunia. Selama 108 tahun rekor land speed berlangsung di area tersebut dan selamanya akan menjadi utopia motorsport.

Saat ini tercatat ada sejumlah acara tahunan menarik di Bonneville Salt Flats, diantaranya:
– Bonneville Speed Week yang diorganisir oleh Southern California Timing Association (SCTA) dan Bonneville Nationals Inc — ajang yang diadakan setiap Agustus ini menarik ratusan pembalap yang bersaing mencetak kecepatan tertinggi dalam berbagai kategori. Selain itu ada juga Bonneville Motorcycle Speed Trials di akhir Agustus.
– World of Speed yang diselenggarakan oleh Utah Salt Flats Racing Association (USFRA) setiap September.
– World Final pada bulan Oktober

Suhu dan karakter trek Bonneville Speedway
Area tanahnya yang luas, datar, dan bertabur garam sangat cocok untuk melaju dengan kecepatan tinggi. Daerah itu terbentuk semasa Zaman Es (Ice Age) terakhir, ketika danau mengering, meninggalkan deposit mineral. Saat musim panas dataran yang berupa kerak garam mengeras, setelah musim dingin jalur menjadi semakin sempurna untuk mengetes adrenalin. Akan tetapi, hujan deras dan suhu dingin yang ekstrim telah menyebabkan pembatalan sejumlah event dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam setahun, suhu di area ini berkisar di bawah 0 derajat Fahrenheit atau -17 derajat Celsius hingga lebih dari 37 derajat Celcius, kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan mereka para pegiat speed. Meski di beberapa titik Salt Flat menyimpan potensi vegetasi, area trek benar-benar bebas dari tanaman.

Tak ayal memecahkan rekor kecepatan di area yang memiliki karakter permukaan seperti es ini sangat mungkin terjadi karena kendaraan dapat melaju berkilo-kilometer tanpa hambatan. Selain itu, garam diklaim mampu menahan kelembapan ban, dimana membantu mencegah kerusakan karet ban. Menurut Bureau of Land Management, catatan menunjukkan bahwa dulunya kedalaman garam antara 28-45 cm namun sekarang turun menjadi 5 cm di beberapa titik.
Asosiasi
Terlepas dari sejumlah wadah dan regulasi yang sedikit berbeda, tetapi dalam hal rekor land speed, FIA (Fédération Internationale de l’Automobile) yang berafiliasi dengan asosiasi lokal menjadi payung yang menaungi sekaligus menilai kecepatan rata-rata sebuah kendaraan.

Salah satu asosiasi lokal adalah Utah Salt Flats Racing Association (USFRA) yang berusia 42 tahun secara sukarela bersedia menjadi tuan rumah World of Speed. Tugas mereka diantaranya adalah mencatat semua kelas yang berlaga di arena Bonneville, dan membantu mengelola jalannya acara termasuk memilih jalur. Sebagai contoh automaker Volkswagen yang cukup sering mengunjungi Salt Flat untuk menjajal rekor kecepatan dengan tujuan publisitas atau sekedar test-drive mobil dalam kondisi ekstrim.
Pada dasarnya USFRA menaungi semua jenis kendaraan yang terbagi menjadi beberapa kategori maupun sub-kategori lainnya — mulai dari hot rod hingga mobil listrik terbaru, baik standar atau modif. Seperti halnya jenis motorsport apapun, keselamatan menjadi prioritas. USFRA memiliki sejumlah regulasi keselamatan antara lain rollcage, kursi racing lengkap dengan harness, sistem pencegah kebakaran, dan sepasang parasut guna memperlambat mobil setelah melaju kencang.

Dalam sebuah ajang resmi, biasanya USFRA membutuhkan sebuah tim yang terdiri dari 40 orang untuk persiapan,steel girderuntuk meratakan permukaan garam, ribuan PVC road barrier, 40 km timing wire, dan 20 ribu dolar per hari untuk biaya operasional.
Selain urusan balap, USFRA juga bertanggung jawab terhadap pelestarian dan kebersihan lingkungan di area trek — dengan memastikan kendaraan balap tidak menggunakan material yang meninggalkan dampak permanen pada garam. Kawasan ini merupakan landmark yang harus dilestarikan, dimana setara dengan Yellowstone National Park dan Grand Canyon. Yaps, Bonneville Salt Flats adalah salah satu tempat yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing.

Kendaraan yang pernah mencetak rekor land speed
Sebenarnya banyak sekali, tapi yang jelas bukan sepeda motor dan tidak melulu roda empat. Yaps, ‘mobil’ bertenaga turbo jet yang dikendarai oleh Craig Breedlove mengubah segalanya pada tahun 1963. Pasalnya, Ia mencetak rekor land speed dengan kendaraan tiga roda berkecepatan 407,45 mph atau 655,73 km/j.
Kala itu sempat terjadi drama, dimana FIA menolak untuk mengakui bahwa ini bukan rekor resmi. Tak lain karena bentuknya lebih tepat disebut pesawat ketimbang mobil. Tetapi akhirnya FIA berubah pikiran dan bersama dengan asosiasi terkait kemudian memperkenalkan kategori dan sub-kategori baru. Sejak itu, para pemecah rekor mengembangkan mesin-mesin baru yang mungkin terlihat aneh namun memiliki performa yang luar biasa serta dirancang ‘se-aerodinamis’ mungkin.
Mencetak rekor kecepatan di Bonneville Speedway bukanlah perkara hadiah atau seberapa banyak uang yang dikeluarkan, namun lebih pada sebuah kesenangan, inovasi, eksistensi dan jika pengemudi tersebut berhasil membuat rekor, tentu saja namanya akan tertulis dalam sejarah.
Tak melulu balap
Selain surganya penggila speed, sebagian area Salt Flat dijadikan penambangan kalium, dan aktivitas lainnya seperti hiking, kemping, panahan, serta peluncuran model roket. Pula menjadi tujuan syuting komersial maupun film diantaranya Knight Rider, Warlock, Independence Day, SLC Punk, Cremaster 2 from Cremaster Cycle, The Brown Bunny, The World’s Fastest Indian, Gerry, The Tree of Life, Top Gear, dan Pirates of the Caribbean: At World’s End. Nama Bonnevile juga menginspirasi banyak pihak seperti Pontiac Bonneville, sepeda motor Triumph Bonneville, dan perusahaan media Bonneville International.

Wah kapan ya bisa kesana…

