Connect with us

Cars

3 Penyakit Wrangler JL Model 2019, Lagi-lagi Masalah Steering

Jeep Wrangler yang ikonik boleh dibilang salah satu pilihan kendaraan favorit bagi para petualang offroad, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Bahkan Jeep Wrangler pernah mendapatkan penghargaan sebagai “Hottest 4×4-SUV” dari SEMA pada 2014 dan “Four Wheeler SUV Of The Year 2019” dari MotorTrend. FCA mengatakan bahwa SUV ini adalah “Built for the Fearless”, mungkin sebagian dari kalian sependapat dengan pernyataan ini tetapi juga bisa tak berlaku bagi mereka para pelanggan yang ternyata tak sesuai harapan.

Di artikel sebelumnya saya membahas tiga masalah Wrangler JL Model 2018 yang paling banyak mendapat komplain dari pelanggan, nah kali ini adalah penyakit Wrangler JL Model 2019 yang meliputi isu steering, suspensi, dan mesin yang dilaporkan ke NHTSA. Begini detailnya…

Steering

Seperti halnya Wrangler JL model 2018, lagi-lagi JL keluaran 2019 memiliki cacat yang sama. Yaps, SUV 4×4 ini tampaknya menderita masalah steering yang cukup mengkhawatirkan. Steering yang kurang nyaman dan ‘halus’ sebagai kendaraan yang dirancang untuk penggunaan offroad mungkin masih bisa diterima, tetapi apa yang konsumen dapatkan tidak seperti apa yang mereka tawarkan, terlebih sesaat setelah kendaraan gres keluar dari dealer.

Seorang konsumen menuliskan keluhannya di laman Edmunds.com, “Pertama keluar menuju parkiran dealer, saya perhatikan bahwa kemudi Wrangler baru saya terasa kabur dan sama sekali berbeda dari Jeep saya sebelumnya. Beranjak menuju jalan raya, kemudi semakin menakutkan dan harus dikontrol dengan dua tangan agar tidak berkeliaran ke jalur lain. Saya tegang dan mengandalkan insting selama mengemudi, jika lengah bisa hilang kendali. Lalu saya mulai menyelidiki, apa memang kendaraan saya saja yang aneh atau juga terjadi pada pemilik lain. Sales dan manajer tempat saya membelinya mengaku tidak tahu tentang masalah seperti ini. Setelah melakukan pencarian di internet, ternyata banyak orang mengeluhkan tentang steering Wrangler JL 2018 dan 2019. NHTSA telah menerima lebih dari 500 pengaduan secara spesifik soal ini.”

Pengaduan ini akhirnya memicu recall dari produsen. NHTSA juga membahas kolom kemudi mesin yang tidak ‘proper’ dan berpotensi pecah atau memungkinkan roda terlepas dari kolom kemudi. Serta recall yang berkaitan dengan bracket track bar depan dengan pengelasan yang buruk. Ketika hal ini semakin fatal, braket akan terpisah dari frame sehingga mengurangi kapabilitas kemudi.

Keluhan lain tentang masalah steering Wrangler JL 2019 adalah sebagai berikut:

– Wrangler JL dibeli pada 30 April tahun lalu. Memesan dan memilih kendaraan ini langsung di dealership terdekat dengan jarak 350 km dari rumah dan saya minta untuk mengirimnya tapi saya tidak melakukan test-drive di dealer tersebut. Sesampainya di rumah, saya segera mengujinya dan menemukan masalah pada steering. Kendaraan seakan berkeliaran di jalan bahkan dengan kecepatan 45 mph sekalipun. Saya hanya berani menggunakannya di dalam kota atau trip pendek dengan kecepatan dibawah 35 mph. Dealer pun mengatakan mereka belum pernah mendengar masalah ini sebelumnya. Kini saya stucktanpa pilihan, berharap adanya recall.

– Sangat melelahkan mengendarai kendaraan yang tidak stabil dan tidak aman selama perjalanan, terutama diatas kecepatan 50 mph. Ada yang salah dengan steering JLU Rubicon saya, rasanya seperti berada di dalam perahu.

Suspensi

Bayangkan jika sektor steering seperti yang kita lihat diatas sudah menjadi masalah yang cukup kompleks pada Wrangler JL model 2019, pula ditambah cacat di bagian suspensi. Wah, pelik ya. Bisa saja ini disebabkan karena pemasangan steering atau komponen suspensi yang salah.

Salah satu pemilik menyebutkan keluhannya di laman Edmunds, “Ada lebih dari 334 komplain untuk JL baru mulai dari kendaraan yang limbung, steering dan pengelasan yang buruk. Ini konyol, produsen membuat pengemudi hidup dalam bahaya dengan harga mobil yang cukup mahal mulai dari 32 ribu dolar — tidak dapat diandalkan, kualitas dan komponen yang buruk. MSRP mobil ini seharusnya berada dibawah 24 ribu dolar. Model 2019 tidak berubah dari JL 2018, karena isu yang sama tetap ada. Mereka seharusnya upgrade steering dan mulai mengelas frame dengan benar seperti pabrikan lain. Kemudi berlari dari satu sisi ke sisi lain, begitu anda menghantam lubang di kecepatan 60 mph, mobil bergetar diluar kendali”.

FCA menjalani gugatan yang terkait dengan kendaraan yang limbung. Tetapi sebaliknya, mereka membuat pernyataan seakan ini bukan masalah keamanan dan itu bisa terjadi pada kendaraan apapun yang memiliki gardan depan solid. Apakah faktanya memang seperti itu? Bagaimana dengan mobil seperti Mercedes G-Class, Ford Super Duty dan Ram truk heavy-duty, apa mereka mendapatkan komplain sebanyak itu? Tampaknya kendaraan yang limbung tidak disebabkan oleh gardan depan solid namun karena manufaktur yang buruk.

Pengaduan lain yang tercatat di NHTSA tentang isu suspensi Wrangler JL 2019 adalah sebagai berikut:

– Saya menemukan apa yang disebut ‘death wobble’ (limbung) pada JL saya. Setelah melewati jalanan yang sedikit bergelombang pada kecepatan 65-70 mph, Jeep saya bergetar keras. Saya pikir karena salah satu roda yang bermasalah. Dealer mengatakan bahwa ini dapat diperbaiki dengan mengganti bar stabilizer yang heavy-duty, lalu mereka memperbaikinya. Beberapa hari kemudian, saya mengalami ‘enam episode death wobble’ dalam satu hari, besoknya dealer meminta saya kembali kesana. Mungkin ini pengalaman paling mengerikan selama saya mengemudi lebih dari 30 tahun,”

– Kendaraan saya bolak-balik dealer sejak Oktober setelah saya menemukan apa yang disebut ‘death wobble’. Kendaraan bergetar seperti tak terkontrol di beberapa sudut, apalagi saat melewati jalan bergelombang tapi saya tidak menemukan dimana permasalahannya. Saya telah mengubungi customer service Jeep beberapa kali tiap minggunya tapi belum juga menemukan solusi. Iya, mereka mencoba memperbaikinya tapi tetap saja tidak berpengaruh.

Mesin

Untungnya, sektor mesin Wrangler JL tak seburuk masalah pada steering dan suspensi. Meskipun minor, ada sebagian pemilik yang mengeluhkan isu seputar mesin, baik sifatnya gangguan maupun yang melibatkan keselamatan penghuninya.

Seorang pelanggan mengatakan hal ini di laman NHTSA, “Tombol start-engine memang menggunakan keyless entri namun tidak ada peringatan suara ketika anda keluar meninggalkan mobil dengan kondisi mesin menyala. Ini adalah masalah keamanan, karena sangat mudah menempatkan gigi di posisi parkir dan keluar dari mobil tanpa mematikan mesin. Saya mengalami ini dua kali dalam kurun tiga bulan. Adanya peringatan suara saat keluar, yang mengindikasikan mesin masih menyala, akan mencegah hal bahaya terjadi.”

Sementara pihak produsen tidak melakukan tindakan apapun sehubungan dengan pengaduan ini, FCA hanya mengatakan bahwa kendaraan tidak akan menyala jika ada ‘lost contact’ dengan modul kontrol pompa bahan bakar. Mereka menyarankan agar teknisi mencari konektor yang mungkin longgar atau karena intrusi air. Selebihnya, mereka tidak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

Berikut adalah contoh kasus lain seputar gangguan mesin yang tertulis di NHTSA, “Saat itu saya melaju dengan kecepatan 40 mph, kemudian saya melambat dengan posisi kaki menginjak pedal rem, tapi jarum RPM justru naik dan kendaraan secara spontan berakselarasi hingga menyodok mobil di depan saya. Polisi pun datang menghampiri tapi untungnya tidak ada pelaporan, dan tidak ada cedera dari penghuni mobil di depan saya. Hal semacam ini terjadi sebanyak tiga kali. Setelah itu saya bawa mobil ke dealer, mereka tidak menemukan adanya error jadi tidak ada perbaikan.

Pemilik Wrangler JL mana suaranya… Ada komentar?

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect