MALANG – Pereli Suade Motorsport, Herugrahito atau yang akrab disapa Tito, kembali memulai petulangannya di putaran kedua Kejurnas Sprint Rally yang berlangsung di Malang, Jawa Timur (22-23/7/2023).
Dalam aksi kembalinya tersebut, sayangnya Dewi Fortuna belum merestuai ia untuk bsia tampil maksimal. Pasalnya, ia menceritakan bahwa selama dua hari berkompetisi di Sirkuit Puslatker TNI AL tersebut, Tito merasa tidak sefrekuensi dengan beberapa hal.
Terkait keikutsertaanya tersebut, pereli yang sempat berduet dengan almarhum Robby Prasetyo, menjelaskan memang ia mendapatkan tawaran dari salah satu tim rally. Mendapatkan kesempatan tersebut pun tidak disia-siakan oleh dirinya.

Ia bergabung bersama Suade Motorsport bersama beberapa pereli lain
“Jadi memang dapat tawaran dari Om Muli Saleh (Suade Motorsport) untuk ikut di putaran kali ini. Mobilnya juga dapat tawaran dari Abram, ya akhirnya ikut aja gitu,” buka Tito, saat dihubungi FastnLow.
Saat melakoni hari pertama (SS 1 dan SS 2), pereli yang berpasangan dengan Denni Danismar ini dihantui masalah teknis pada mobil Mitsubishi Lancer GTi. Dalam penuturannya, mobil berkelir biru tersebut tidak dalam performa terbaiknya.
“Sejujurnya, di hari pertama itu memang tidak menemukan ritme terbaiknya. Pada SS Satu dan SS Dua mobil brebet terus karena bensin kotor, dan itu membuat tim akhirnya menguras tangki karena sudah menyumbat ke injektor 3 dan 4, jadi SS 3 dan SS 4 dapatin mobil enggak berebet,” jelasnya.
Dengan kondisi yang tidak dipayungi oleh Dewi Keberuntungan, ia juga harus menerima apabila hasilnya tidak sesuai dengan harapannya.

Tito berpasangan dengan Denny Danismar dan turutn di Kelas F.3
Meski demikian, ia tidak mencari kambing hitam atas performanya yang kurang mumpuni. Menurut pria penggemar hewan peliharaan Anjing ini, ada faktor lain dari dirinya yang memang kurang maksimal untuk melakoni Sprint Rally tersebut.
“Seri tiga itu buat evaluasi saya pribadi, ya harus banyak latihan, mulai dari latihan megang mobil, dan adaptasi terhadap yang lain-lain juga. Feeling sih aman sama Denny Danismar, karena kan memang sudah beberapa kali sama dia, jadi its okay,” imbuh pereli yang sempat menggeber Honda Jazz beberapa tahun lalu.
Di samping itu, pereli yang membawa bendera Suade Motorsport ini melihat kompetisi yang terjadi memang begitu sengit. Bahkan, kelas-kelas yang di bawahnya, sudah bisa menorehkan waktu yang begitu kompetitif.
“Sekarang di semua kelas kompetitif bagnet, F1 sudah bisa mirip F.3. Dan F.2 juga sudah rapat. Dan sekarang sudah pada kenceng-kenceng banget, setahun berlalu progresnya cepet banget. Enggak nyangka bisa sebegitu cepat progresnya,” tandas Tito. (*)

