SUKABUMI – Dalam partisipasinya di ajang Kejuaraan Daerah Sprint Rally putaran kedua dan Kejurnas Speed Offroad putaran kedua yang berlangsung di Sirkuit Hidzi Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, akhir pekan kemarin (27-28/7), ada dua hal menarik yang dikemas oleh M Yassin Kosasih.
Selain tampil ‘menggila’ dengan turun di tiga kelas, R3, G6 dan G7, pereli berusia 57 tahun ini juga tampil brilian dengan berhasil masuk keposisi sepuluh besar di klasemen umum melalui penggunaan Corolla DX dan Can-Am Maverick R.
Di samping kisah keberhasilannya, pereli senior ini juga mendapatkan achievement sebagai pereli paling senior yang berpartisipasi dalam gelaran tersebut. Melalui kehadirannya ini, ia ingin memberikan semangat kepada para pereli muda agar terus menunjukkan komitmennya untuk membesarkan cabang olahraga tersebut.

Corolla DX milik M Yassin Kosasih berhasil tampil apik
Meski telah memasuki usia senja, namun pertarungan yang disuguhkan oleh Jenderal Bintang Dua yang berdinas di Mabes Polri tersebut kerap memberikan perlawanan kepada para rivalnya. Acapkali, performanya sangat merepotkan para rival untuk mengejar waktu yang ditorehkan di setiap section.
Menanggapi penghargaan tersebut, M Yassin Kosasih, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diberikan oleh penyelenggara untuk dirinya.
“Jadi saya sempat merasa tidak percaya, karena yang pertama naik podium itu saya sebagai pereli paling senior dan pereli yang termuda, kemudian panitia memberikan penghargaan tersebut,” ujarnya.

M Yassin Kosasih juga turun menggunakan Can-Am Maverick R
Hal menarik kedua yang juga diberikan oleh pereli Gazpoll Racing Team adalah kehadiran Cherokee berkelir biru putih. Usut punya usut, rupanya SUV yang ia geber ini memiliki spesifikasi yang berbeda dari SUV sejenis lainnya.
Disebutkan oleh pria lulus Akademi Kepolisian Tahun 1991 tersebut, telah memodifikasi pacuannya dengan melakukan convert dari transmisi manual ke transmisi matic. Hasil karya tersebut dilakukan oleh Volcano Workshop yang dikomandoi oleh Abah Iman, dari Bandung, Jawa Barat.
“Ini adalah Cherokee matic pertama yang dipakai untuk Kejurnas Speed Offroad. Kalau yang lainnya itu semuanya kebanyakan manual, ini produk Volcano Abah Iman Bandung. Saya melakukan convert dari manual ke transmisi matic, dan baru sebulan lalu dirubah ke matic langsung pakai balap,” beber M Yassin.

Cherokee Automatic ini yang pertama di Kejurnas Speed Offroad
Kendati berhasil memberikan gebrakan dengan pacuannya tersebut, namun keberuntungan belum memihak kepada dirinya. Sebab, pada laga lanjutan yang berlangsung pada Minggu (28/7), Cherokee tersebut mengalami kendala teknis di salah satu bagian, sehingga ia harus diistirahatkan.
“Padahal sebelum mobil tersebut mengalami kendala, saya berada di peringkat keempat. Tapi ada kendala, akhirnya tidak bisa digunakan,” pungkasnya. (*)

