Connect with us

Rally

2 Hal Ini Menghantui Julian Johan Sepanjang SS4 AXCR 2024

Julian Johan mengarungi medan berat di SS4 AXCR 2024
Julian Johan mengarungi medan berat di SS4 AXCR 2024 (Photo: Carperonline)

JAKARTA – Performa Julian Johan bersama dua co-driver andalannya, Chupong Chaiwan dan Recky Resanto, harus terhenti sebelum garis finish di Special Stage keempat yang menempuh jarak dari Hua Hin/Cha Am menuju Kanchanaburi.

Sejatinya, Julian Johan merupakan satu dari 20 peserta lain yang turut gagal menyentuh garis finish. Permasalahan yang dihadapi, bukan pada medan yang berat lantaran harus mendaki jalur pegunungan. Namun, pereli yang membawa tim Jejelogy GHP ini juga terkendala masalah teknis sehingga menyebabkan Land Cruiser 200 yang ia geber terhenti.

Dalam wawancaranya, pria yang akrab disapa Jeje, mengungkapkan medan ini lebih mengasah kemampuannya mengemudikan di kontur adventure.

“Hari ini tracknya berat banget, modelannya itu seperti (offroad) adventure, jadi buat orang-orang yang enggak biasa offroad adventure gitu, bakalan kesusahan melewati bukit-bukit batu gede, tanjakan terjal, mesti masuk (mode berkendara) 4L,” ungkap Jeje melalui pesan singkat.

Dengan medan yang bisa dikatakan cukup terjal, turut membuat beberapa peserta harus mengalami hal yang kurang beruntung.

“Terus banyak yang enggak finish dan yang finish cuma 20 mobil saja dari total 46-an mobil. Terus motor juga yang berhasil finish juga sedikit,” sambung Jeje.

Julian Johan mengarungi medan berat di SS4 AXCR 2024

Land Cruiser 200 yang dikemudikan Jeje mengalami kendala teknis (Photo: Carperonline)

 

Karakter lintasan tersebut bukan hal yang baru bagi dirinya. Namun, ada permasalahan yang turut membuat ia harus menghentikan targetnya bisa menuntaskan special stage keempat ini karena terkendala oleh salah satu sensor di mobilnya.

“Kalau saya masalahnya enggak bisa finis karena starter enggak bisa dioperasikan, ternyata setelah diselidiki ada permasalahan sikring dari lampu rem. Soalnya kita kalau mobil matic, kalau mau starter harus injek rem dulu, nah ini karena switchnya mati pas kita injek rem, sensornya membaca kita tidak menginjak rem jadi tidak bisa engine start,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, tim mekanik pun dengan sigap langsung melaju untuk menuju lokasi pemberhentian Jeje bersama Mr Pong dan Recky. Dengan sisa waktu yang ada, tim berhasil memperbaiki kondisi mobil tersebut dan siap untuk kembali melanjutkan pertarungan.

“Pas sudah disamperin tim mekanik, mobil juga sudah diperbaiki, sisa waktu tinggal di bawah satu jam dan untuk dilanjutkan juga tidak bisa karena masih harus 100 kilometer lebih dan enggak bakal kekejar jadi kami memutuskan untuk balik arah dan tidak melanjutkan balapan,” tukas Jeje.

Meski dihadapkan dengan kondisi yang kurang mengenakkan di special stage keempat tersebut, namun ambisi untuk tampil lebih baik lagi terus menyala. Menurutnya, masih ada harapan untuk bisa bangkit dari sisa special stage yang ada.

Dont give up, brads.. Keep up the fire on! (*)

Comments

Copyright © 2022 Fastnlow.net. Theme by Fastnlow, powered by CV. OTOMEDIA NUSANTARA.

Connect