JAKARTA – Pereli Julian Johan yang membawa tim Jejelogy GHP, berhasil menyelesaikan rangkaian Asia Cross Country Rally (AXCR) 2024 dengan pencapaian baru. Ia bersama Chupong Chaiwan dan Recky Resanto, telah sukses muntaskan rute sejauh 2.100 kilometer dari Surat Thani menuju Kanchanaburi.
Setelah melakoni enam special stage yang dilangsungkan sejak 12 – 17 Agustus 2024, Land Cruiser 200 yang ia kemudikan mampu memberikan performa terbaiknya sepanjang kompetisi. Meskipun dihadapkan dengan berbagai medan ekstrem, SUV tersebut senantiasa memberikan hasil yang maksimal.
Usai berjibaku dengan ketat, ia merasa bersyukur bisa dengan selamat menyentuh garis finish. Meski hasilnya mengalami penurunan dari etape awal, namun menurutnya peringkat yang ia tempati ini masih memberikan pencapaian yang istimewa.

Julian Johan (kiri), Chupong Chaiwan (tengah) dan Recky Resanto (kanan) (Foto: Jejelogy GHP)
“Kita sudah berusaha maksimal untuk mengarungi lintasan 2.100 kilometer. Cukup puas bisa beberapa hari menjadi yang tercepat di kelas T1G, meskipun ada satu hari yang kami terkendala dan tidak bisa mencapai garis finish,” ungkap Jeje, dalam pesan singkatnya kepada FastnLow.
Kembali lagi, dalam ajang yang kerap disebut sebagai Dakar versi Asia ini segala kemungkinan bisa terjadi di atas lintasan. Tidak hanya dihadapkan dengan medan yang berat, tetapi kondisi mobil yang sebelumnya optimal, juga bisa tiba-tiba bermasalah karena satu dan lain hal.
Ia bersama Mr Pong dan Recky sempat menjadi pemimpin klasemen di kelas selama 3 hari pertama. Namun, karena ia mengalami masalah di hari keempat dan tidak bisa menuntaskan balapan sampai garis finish, membuat dirinya harus puas lantaran posisinya turun ke posisi keempat.
Di akhir pertarungan tersebut, tim yang didukung penuh oleh GHP Law Firm ini sukses mempertahankan di peringkat 4 besar, dari total 9 pereli di Kelas T1G.

Toyota Land Cruiser 200 yang jadi amunisi di AXCR 2024 berhasil tampil gemilang (Foto: Jejelogy GHP)
“Tapi pada akhirnya menempati peringkat ke 4 di kelas sudah sangat baik bagi kami,” pungkas Jeje.
Namun, perjuangan Jeje untuk bisa tampil maksimal juga berhasil diraih lantaran di sisa 2 Special Stage yakni 5 dan 6, ia menjadi pereli kedua tercepat yang menyentuh garis finish. Namun, hal tersebut tidak bisa mengubah gap antara ia dengan pereli yang ada di posisi ketiga.
“Dengan tersisa 2 SS lagi, yakni SS5 dan SS6, itu sudah tidak mungkin lagi bagi saya untuk mengejar ke tiga besar karena selisih waktunya sudah lebih dari tiga jam. Dan disisa special stage, kita terus bermain aman dan berhasil menjadi tim tercepat kedua yang menyentuh garis finish,” pungkasnya. (*)

