JAKARTA – Pereli Jangkar Biru Motorsport, M Yassin Kosasih, menyesalkan insiden batalnya seri pertama Kejurnas Sprint Rally yang semula direncakan pada 19-20 April 2025.
Pada satu pekan sebelum penyelenggaraan, M Yassin Kosasih bersama Rifat Sungkar sempat mengunjungi sirkuit tersebut untuk latihan. Tetapi, kondisinya justru memperlihatkan kualitas tanah yang sangat tidak layak untuk penyelenggaraan ajang kejuaraan nasional.
“Saya sudah sampaikan, ternyata panitia masih menganggap bahwa track bisa digunakan untuk Kejurnas Sprint Rally untuk hari ini (Sabtu) dan besok (Minggu). Tapi sejak Kamis dan Jumat, kondisi lintasan tidak bisa digunakan,” ungkap Yassin Kosasih.
Kemudian kondisi tersebut diperparah karena Pangaran Racing Team Indonesia yang bertindak sebagai promotor, di bawah komando Fredi Rostiawan, tidak memiliki rencana alternatif alias Plan B.
“Panitia tidak memiliki plan B, dan terjadi deadlock pada saat pertemuan. Mereka emosi karena sudah merasa rugi baik dari waktu, materil, dan lain-lain. Kondisi tanah gembur ini, harusnya penyelenggara sudah memiliki ada plan B apabila dibutuhkan. Sehingga tadi (Sabtu) diputuskan batal diselenggarakan,” tambahnya.

Yassin Kosasih (tengah) bersama Prasetyo Edi Masrudi (kiri)
Jenderal Polisi Bintang Dua ini juga tidak menampik bahwa dirinya bersama tim mengalami kerugian, baik materil dan immateril. Biaya yang sudah keluar untuk membayar man power terkait kru, tim mekanik, serta akomodasi penginapan sudah dikeluarkan.
“Jujur saja kita semua menyesalkan kejadian seperti ini. Namun, tadi pas pulang saya didatengi Ketua IMI Jabar, dan dia sudah menyampaikan permintan maaf. Yang penting untuk seri berikutnha saya minta untuk bisa diselenggarakan dengan baik dan tetap bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi,” tegas Yassin.
Sementara itu, untuk lebih memberikan himbauan kepada promotor, M Yassin Kosasih, punya pesan penting kepada penyelenggara khususnya promotor Pangaran Racing Team Indonesia. Seyogyanya pemilihan area juga harus benar-benar dikaji agar tetap layak untuk dijadikan tempat penyelenggaraan Kejurnas Sprint Rally.
“Jadi pesan saya adalah, untuk kita menentukan tempat, betul-betul dikaji dari semua aspek, mulai dai musim hujan atau tidak, kontur tanahnya bagaimana, sehingga ini harus benar-benar dikaji. Kemudian, penyelenggara juga harus merangkul elemen masyarakat, dan melakukan kegiatan sosal kepada pemerintah setempat. Jadi faktor pentingnya yang harus diperhatikan penyelenggara antara lain, masyarakat atau lingkungan, cuaca dan kontur tanahnya seperti apa,” pungkas Yassin. (*)

