BANDUNG – Pereli Jangkar Biru Motorsport, M Yassin Kosasih yang berpasang dengan Edwyn Tedja, sukses mengarungi seri kedua Kejurnas Sprint Rally dengan pencapaian yang impresif. Berbekal Mirage Proto yang belum lama rampung dan ditangani workshop Riverside, keduanya menuntaskan kompetisi dengan meraih kemenangan.
Dijelaskan oleh pereli senior tersebut, perjuangannya untuk bisa tampil kompetitif memang bukan perkara mudah. Sebab, adaptasi yang seharusnya dilakukan pada seri pembuka beberapa waktu lalu, lantas gagal karena eventnya ditunda. Alhasil, jam terbang ia di balik kemudi tersebut menjadi tidak maksimal.
Kendati demikian, jiwa patriot yang dimiliki oleh M Yassin Kosasih terus bergelora dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi baru yang ada di dalam mobil reli miliknya, Mirage Proto.

Yassin Kosasih (tengah) bersama co-driver (kiri) dan anak (kanan)
“Jadi mobil ini sebetulnya disiapkan untuk lintasan gravel, namun karena di luar dugaan jadi hal tersebut tidak terlaksana. Rupanya untuk melakukan perubahan tersebut membutuhkan waktu dan saya tidak sempat untuk melakukan pengetesan lagi. Tapi Alhamdulillah pada Special Stage pertama dan kedua, posisi saya berada di tiga besar,” ungkapnya.
Tidak sampai di situ saja, kesiapan mobil pun juga dirasa kurang maksimal lantaran komponen shockbreaker yang semula dijadwalkan bisa digunakan pada medan tarmac belum dapat terlaksana. Hal ini dikarenakan komponen tersebut belum sampai ke workshop sehingga pengembangan dan riset dengan shockbreaker tersebut belum terlaksama.
“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan setingan yang diberikan oleh tim mekanik. Jujur saja, shockbreaker saya juga belum siap untuk lintasan ini (tarmac). Walaupun begitu sedikit demi sedikit tetap dilakukan pengembangan, tapi menuju hari H kita sudah siap untuk bertarung di sini,” tambah Yassin.

Mirage Proto bikin Yassin lebih percaya diri (Foto: DBS)
Dengan segala keterbatasan teknis, pria yang kini menginjak usia 58 tahun pada Desember 2025 ini mampu mempertajam waktunya di setiap special stage.
“Jadi mobil ini sudah nyaman buat saya. Akselerasinya oke sekali, terlebih pada saat tikungan saya merasa percaya diri. Kemudian biasanya pada saat u-turn saya kurang pede, dengan Mirage Proto saya menjadi lebih percaya,” ujarnya.
Pada SS pertama ia mencatakan waktu 4 menit 07 detik. Kemudian, di SS kedua catatan waktunya 4 menit 10,3 detik atau menjadi lebih lama lantaran cuaca hujan sehingga kondisi aspal menjadi lebih licin.

Yassin Kosasih merasa lebih nyaman di dalam Mirage Proto (Foto: DBS)
Berlanjut pada SS ketiga, catatan waktu yang berhasil dikemas oleh M Yassin Kosasih menjadi lebih kompetitif dengan membukukan 3 menit 40,6 detik. Sedangkan di SS terakhir, torehan waktunya lebih baik lagi dengan mengemas waktu 3 menit 32,8 detik.
“Alhamdulilah Juara ke-3 kelas M1, Juara Umum ke-7 dari jumlah 120 peserta dan Juara ke l di kategori usia 55 plus,” pungkas Yassin. (*)

