BANDUNG – Pencapaian yang diraih oleh Canya Prasetyo, pereli Banteng Motorsport, pada penyelenggaraan Kejurnas Sprint Rally Bandung 2025 sekaligus menuntaskan tantangan yang diberikan oleh ayahnya untuk menggeber Mitsubishi Evo X.
Dalam artikel sebelumnya, Canya, diminta oleh Prasetyo Edi Marsudi, ayahnya untuk menggunakan mobil ini dan turun langsung di grup M. Dalam debutnya tersebut, ia ditemani oleh M Herkusuma sebagai co-driver yang bisa dibilang memiliki jam terbang tinggi di ajang sprint rally dan rally.
Selama 4 Special Stage yang digelar pada 10-11 Mei 2025 lalu, Canya berhasil meraih podium kelima di Grup M dan podium pertama di Kejuaraan Wanita. Hasil tersebut semakin menegaskan bahwa ia sukses menjawab permintaan dari ayahnya dengan perolehan kemenangan tersebut.

Canya berhasil mengimprove waktu dari SS1 sampai SS4
“Setelah ayah meminta saya untuk turun di ajang sprint rally ini, saya sudah mengusahakan semaksimal mungkin dan hasilnya Alhamdulillah sangat baik. Dengan pencapaian ini saya juga membuktikan bahwa saya tidak main-main dengan apa yang diminta oleh ayah untuk turun di grup M,” jelas Canya Prasetyo.
Meskipun ia mendengar bahwa secara realistis dengan mobil yang ia kemudikan ini bisa meraih posisi terbaik ketiga, tetapi ia memilih untuk tidak mengikuti keinginan tersebut. Dengan perolehan podium kelima ini, wanita yang telah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Indonesia ingin membuktikan bahwa meskipun dibekali dengan mobil yang proper namun ia lebih memilih meniti perjuangan dari bawah.
“Ada obrolan memang bahwa kalau di Grup M itu realistisnya bisa berada di posisi tiga besar atau empat besar. Kalau saya pribadi, dengan podium kelima ini Alhamdulillah saya bisa membuktikan bahwa perolehan ini memang yang terbaik untuk saya di posisi sekarang. Saya tidak mau memberikan ekspektasi terlalu tinggi, dan saya lebih memilih untuk menyelesaikan tugas pertama ini secara hati-hati,” tambahnya.

Mitsubishi Evo X jadi pacuan baru Canya Prasetyo di Kejurnas Sprint Rally Bandung 2025 (Foto: Nudiya Ghulam)
Di samping itu, adik dari Bimo Pradikto ini juga merasa belum begitu mengenal karakter mobil Mitsubishi Evo X. Ditambah ia juga harus lebih menyesuaikan lagi terhadap lintasan yang akan dihadapi.
“Saya harus kenal dulu mobilnya seperti apa, dan saya juga harus tahu lintasannya seperti apa. Bagaimana cara untuk menghandle mobil tersebut, dan mobilnya harus diapain pada saat kondisi track yang berbeda,” pungkasnya. (*)

