BANDUNG – Andi Yusrizal, pereli Dewa United Motorsport x MSRT yang berpasangan dengan Deni Danismar harus terima keputusan tim scrutineering Kejurnas Sprint Rally Bandung 2025, yang menyatakan mobil Subaru Impreza miliknya harus naik Kelas dan M.2 ke M.1.
Menurutnya, dengan spesifikasi mobil yang masih M.2 tetapi dipaksa harus naik ke kelas di atasnya, ini bukan pekerjaan yang mudah. Mengingat ada perbedaan teknis di antara dua kelas tersebut tetapi Andi berhasil menuntaskan kenaikan kelas tersebut dengan tetap naik podium di peringkat keempat.
“Hasilnya di luar ekspektasi, karena kita berharap memang tadinya mobil ini harusnya ada di M.2. Tetapi dengan spesifikasi yang masih menggunakan dogbox, hasil yang kita raih ini sudah di luar ekspektasi karena bisa finish di peringkat keempat di Grup M,” turut Andi, saat wawancara dengan FastnLow.
Jika dilihat berdasarkan catatan waktu yang dirilis penyelenggara, persaingan ia dengan Canya Prasetyo dari Banteng Motorsport memang sangat sengit. Keduanya ini saling tampil kompetitif sejak SS1 sampai SS4. Di awal balapan, Andi sukses mencetak waktu 4 menit 17,7 detik.

Andi Yusrizal (kiri) dan Deni Danismar (kanan) raih podium keempat di Grup M (Foto: MSRT)
Sementara Canya Prasetyo, torehan waktunya 4 menit 44,7 detik. Kemudian, pada SS kedua, catatan waktu Andi Yusrizal ini menurun dari SS sebelumnya. Ia mengemas waktu 4 menit 32,3 detik. Sedangkan Canya Prasetyo tampil lebih cepat dengan membukukan waktu 4 menit 27,4 detik.
Berlanjut pada SS ketiga, Andi bersama Deni Danismar kembali unggul dari Canya dan Herkusuma dengan catatan waktu 3 menit 40,3 detik. Pada SS4, Canya lebih unggul dengan torehan waktu 3 menit 36,7 detik, sedangkan Andi Yusrizal mencatatkan waktu 3 menit 49,8 detik.
“Jadi pada saat kemarin itu, di SS3 dan SS4 mobil kita sempat mengalami trouble. Pertama itu mobil ternyata overheat pas sudah masuk TC, kita juga enggak bisa mundur. Akhirnya saya enggak bisa terlalu push mobilnya. Jadi kita bermain aman aja sampai finish,” jelasnya.
Ketidakberuntungan pun masih berlanjut. Pada SS4, sebagai laga penentuan Subaru Impreza berkelir cokelat dan hitam ini justru mengalami insiden di salah satu sektor lintasan. Kejadiannya pun cukup parah dan membuat mobil tersebut mengalami kerusakan signifikan.

Mobil Subaru Impreza terpaksa naik kelas dari M.2 ke M.1 (Foto: MSRT)
“Di SS4 itu saya mengalami tabrak trotoar, dan akhirnya ban kiri depan rusak, arm depannya mundur, dan ban belakang juga ikut pecah. Ya tapi dengan kondisi seperti itu kita paksain terus sampai finish, yang penting saya gas terus mobilnya,” tambah Andi.
Dengan serangkaian yang telah ia lewati pada seri kedua ini, ia akan mempersiapkan Subaru Impreza miliknya lebih proper untuk seri ketiga yang rencananya akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada akhir Mei mendatang. (*)

