JAKARTA – Pengalaman pertama M Yassih Kosasih di ajang Kejurnas Rally yang dilangsungkan 28-29 Juni 2025, rupanya langsung berbuah manis meski dirundung beberapa kendala sepanjang kompetisi. Pereli Jangkar Biru Motorsport yang ditemani oleh M Redwan sebagai Co-driver, sukses menempati peringkat ke-8 secara overall dan posisi ketiga di Kelas M.1.
Hasil tersebut dikatakan sangat berkesan, bukan hanya karena ini kali pertama bagi pereli tersebut. Tetapi, ganasnya lintasan di Rambong Sialang Estate, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, berhasil ditaklukan dengan jantan oleh sosok yang kini berusia 58 tahun pada Desember 2025.
Usai melakoni rally selama dua hari pada Sabtu-Minggu, M Yassin Kosasih yang turun menggunakan Mitsubishi Mirage Proto, mengungkapkan manajemen dan strategi yang ia terapkan berjalan mulus dan sukses mengantarkan ia sebagai finisher pada kompetisi tersebut.

Mitsubishi Mirage Proto jadi andalan M Yassin di Kejurnas Rally 2025
“Pada SS1 dan SS2, saya memang tidak begitu full speed karena untuk menjaga ritme baik kondisi fisik serta kondisi mobil. Namun pada SS4, saya mengalami kendala bahwa gardan bermasalah dan harus diganti dalam waktu 2 jam,” jelas Yassin.
Tidak berhenti sampai di situ, petaka lain juga menghampiri Yassin pada SS5 dan SS6. Dijelaskan melalui sambungan telepon, mobil berkelir biru putih tersebut kembali mengalami masalah. Namun, kali ini masalahnya berbeda dari yang sebelumnya.
“Begitu lanjut ke SS5 dan SS6, rupanya power mobil berkurang. Setelah dicek oleh Loqy dari Riverside, diketahui booster turbo bocor dan mobil kembali harus diperbaiki. Ini merupakan penglaman pertama rally, dan menurut saya hasil yang saya raih di luar harapan,” bebernya.

M Yassin Kosasih (kiri), Musa Rajekshah (tengah) dan M Redwan (kanan)
Mengulas mengenai strategi yang ia mainkan. Seperti yang sudah ia katakan sebelumnya, rally ini sangat berbeda dengan sprint rally sehingga pola permainan serta manajemen harus benar-benar dilakukan dengan sangat baik.
Dan itu terbukti, dengan kedisiplinan dan ritme permaianan, ditambah kerjasama yang baik antara driver, co-driver dan tim mekanik, mampu mengantarkan ia bersama M Redwan berhasil menyentuh garis finish.
“Kita tidak bisa langsung gaspol dari SS1 dan kita tidak bisa langsung 100 persen. Mengingat jarak tempuh lebih dari 100 kilometer, tentu yang pertama yang harus kita perhatikan adalah kondisi kita harus prima, kemudian mobil, dan kita juga dihadapkan oleh cuaca yang ekstrem,” tambahnya.

Mitsubishi Mirage Proto sempat mengalami masalah
Selain itu, kerjasama dengan M Redwan yang merupakan kali pertamanya, juga berhasil berjalan sangat baik. Bahkan, menurutnya Redwan juga memberikan informasi yang membantunya saat berjibaku di atas lintasan.
Co-driver yang biasanya selalu menemani Rifat Sungkar ini kerap memberikan masukan kepada M Yassin agar bisa mengantisipasi lintasan atau pergerakan mobil supaya semua berjalan lancar.
“Kerjasama dengan Redwan, bagus. Saya cocok, dan dia bisa memberikan masukan ke saya ketika saya ada keragu-raguan. Komunikasi di dalam mobil juga berjalan mulus, Alhamdulillah hasilnya juga sangat baik, bisa ada di peringkat ke-8 overall dan ketiga di kelas M.1,” pungkas Yassin. (*)

