JAKARTA – Pada seri Kejurnas Drag Race yang diselenggarakan di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, Ardian ‘Ucup’ Pradana bersama Engine Block Autoworks (EBA) yang dinahkodai oleh Hadi Taruna alias Hatar, berhasil mendulang podium dengan besutan barunya, Peugeot 405.
Penggunaan mobil tersebut menggantikan Peugeot 306 berkelir hitam yang biasanya diturunkan oleh workshop yang berbasis di Bintaro, Tangerang Selatan.
Meski mobil berkelir merah ini masih dalam tahap research and development, tetapi Ucup yang berperan sebagai joki merasa begitu terkesan. Meskipun bobot mobilnya terbilang lebih berat dari model 306, tetapi berkat improvement yang dilakukan Hatar menjelang sesi final berhasil membuahkan pencapaian yang gemilang.
“Ketika berbicara hasil, hasil dari drag race sentul kemarin luar biasa, menggunakan peugeot 405, untuk main bracket 16 detik dengan jarak 402 meter sesuai dengan perhitungan. Untuk bracket 10 detik yang bermain di 201 meter, Om Hadi Taruna berhasil melakukan improvement untuk mobil saat sesi final, sehingga mobil dapat lebih kencang untuk final bracket 10 detik di 201 meter yang kejurnas,” ungkap dragster yang masih menekuni dunia fotografi motorsport.

Ardian ‘Ucup’ Pradana (tengah racepack hitam) raih podium ketiga
Sementara mengenai hasilnya, Ucup, sukses mengawinkan dua podium yakni podium ketiga di Kelas Bracket 10 detik 201 meter dan Kelas Bracket 16 detik 402 meter meraih podium keempat.
Untuk meraih hasil tersebut, tidak ada settingan yang spesial mengingat ini merupakan mobil yang masih dipakai untuk harian. Tetapi, untuk sektor jantung pacunya memiliki spesifikasi yang sama seperti Peugeot 306 yang digunakan sebelumnya.
“Kalau bicara kaki-kaki, ini masih standar pabrik, dan mesinnya juga kurang lebih memiliki spesifikasi yang sama seperti 306. Jadi kita lebih menyesuaikan dengan bobot yang lebih berat saja,” imbuh Ardian Pradana.
Tidak hanya itu, meski mobil bisa dikatakan hampir semuanya standar, tetapi untuk menaklukan persaingan di lintasan lurus mereka tetap memainkan strategi. Masih menurut pria berkacamata ini, strategi yang mereka mainkan adalah mengamankan posisi pada saat sesi latihan.

Mesin yang kini digunakan Peugeot 405
Beruntung, pada sesi tersebut mobil sudah memiliki modal yang pas dan mampu bersaing. Meski Hatar dan Ucup sempat dipusingkan lantaran catatan waktu untuk bracket 10 detik belum ideal, sehingga ada beberapa plan yang akhirnya dijalankan.
“Akhirnya kita mencoba strategi RT (reaction time) kecil sekali. Alhamdulillah ketika final dengan strategi tersebut dan improvement dadakan yang dilakukan Om Hadi Taruna ketika final, kita bisa mendapatkan time 10.032 detik, dengan reaction time 0.002 detik. Angka reaction time tersebut juga merupakan rekor pribadi saya,” pungkas Ucup. (*)

