JAKARTA – Pereli Toyota Gazoo Racing Indonesia, Tubagus Moerinsyahdi atau yang akrab disapa TB Adhi, berhasil menutup rangkaian Asia Cross Country Rally (AXCR) 2025 yang diselenggarakan di Thailand pada 8-16 Agustus dengan menempati posisi kedelapan. Hasil tersebut merupakan pencapaian maksimal yang bisa dipersembahkan olehnya untuk Indonesia.
Usai menaklukan ribuan kilometer di Negeri Gajah Putih, ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan kerja keras tim yang patut diapresiasi. Terlebih mengingat rute yang sangat ekstrem, bisa menyentuh garis finish sudah menjadi bonus sekaligus pengobat segala kondisi.
“Kalau dari saya, hasil ini adalah prestasi atau pencapaian maksimal di tahun ini. Karena saya sudah mempersiapkan mengikuti event ini dengan mempersiapkan beberapa hal, dan dari jauh-jauh hari sudah berlatih fisik dan kemampuan. Ini mungkin bukan hasil yang bagus, tapi hasil ini yang bisa saya berikan untuk tahun ini setelah apa yang kita lewati dari hari ke hari,” ujar TB Adhi, saat berbincang dengan FastnLow.

TB Adhi (kiri) dan Jatuporn (kanan) tuntaskan AXCR 2025 di posisi ke-8 overall (Foto: TGRI/AXCR 2025)
Menurutnya, penyelenggaraan Asia Cross Country 2025 begitu spesial mengingat penyelenggaraannya dibuat lebih lama di mana biasanya 6 hari, kini ditambah menjadi 8 hari. Meskipun ada dua Special Stage (SS) yang dibatalkan, namun hal tersebut dikarenakan demi menjaga keamanan dan keselamatan para seluruh peserta dan tim yang mengikuti kompetisi ini.
“Tahun ini penyelenggara memberikan lintasan yang betul-betul brutal. Karena menurut saya semua lintasannya begitu challenging, sulit dalam arti medannya berat dari setiap hari kita dihadapkan dengan situasi tersebut. Tetapi, pada tahun ini saya mengapresiasi penyelenggara karena memberikan road book yang betul-betul clear, dalam artian tidak terlalu banyak main di perkebunan dan tidak terlalu rumit untuk menerjemahkannya,” sambungnya.
Sementara itu, bicara persaingan yang terjadi, TB Adhi, mengakui bahwa level of competition tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Persaingan terjadi lebih ketat dengan kondisi track yang ekstrem, sehingga hal ini menjadi handicap yang harus dilewati oleh dirinya bersama Jatuporn Burakitpachai. Berutungnya, Toyota Fortuner yang ia kemudikan mmeberikan performa terbaiknya dan mampu bersaing dengan semua rivalnya.

Toyota Fortuner berhasil mengarungi lintasan ekstrem selama AXCR 2025 (Foto: TGRI/Agung Lawerissa)
“Memang tahun ini penyelenggara dan kompetisi berbeda, level of competition lebih ketat dan kemudian AXCR itu kita bermain trastegi, dari hari pertama kita sudah pol. Dan good things-nya adalah, performa Toyota Fortuner yang kita pakai itu sangat mampu bersaing, jadi dengan kondisi seperti itu kita sudah sangat ready banget untuk bertarung. Jadi, dengan kondisi yang masih meraba dan beradaptasi, kita berhasil tutup AXCR ini dengan saya berada di posisi kedelapan dan Ikuo Hanawa di posisi kesembilan,” tambah TB Adhi.
Adapun puncak performa dari pereli yang berhasil meraih gelar Juara Nasional Sprint Rally Grup J tahun 2024 adalah pada Special Stage kedua. Ia berhasil menorehkan total waktu 2 jam 36 menit 38 detik.
Namun Dewi Fortuna sedang tidak memihak ketika Special Stage ketiga dilangsungkan. Di salah satu section, TB Adhi, mengalami crash lantaran terjerembab sehingga membuat catatan waktunya menjadi molor. Beruntung, insiden tersebut tidak menyebabkan mobil rusak parah dan masih dalam kondisi baik. Ia mendapatkan bantuan dan berhasil melanjutkan perjalanan menuju garis finish.

Toshio Obara (kiri) dan TB Adhi (kanan) (Foto: TGRI/Agung Lawerissa)
“Ya memang kalau dari saya pribadi, bahwa saya kan mengalami kurang beruntung di hari ketiga. Padahal pada hari pertama saya sudah berada di posisi kedelapan, lalu hari kedua sudah fastest, dan berada di posisi ketiga di klasemen. Kemudian pas hari ketiga jadi drop ke posisi 14. Dengan kehilangan dua hari (leg 4 dan leg 6) sangat menyayangkan dan tidak bisa mengejar ketertinggalan. Menurut saya, hilangnya dua leg itu cukup di sayangkan tapi ya ini kan berhubungan dengan keamanan jadi ya sudah kita harus mengikuti rulesnya,” bebernya lagi.
Ia juga tidak menampik bahwa ambient di tim Toyota Gazoo Racing Indonesia ini sangat positif. Sehingga, hal tersebut menjadi penyemangat bagi dirinya untuk bisa kembali tampil lebih baik lagi di sisa laga. Meskipun sudah kehilangan waktu lantaran insiden di SS ketiga, tetapi seluruh tim tetap menyemangati dan memberikan positive vibe yang mampu meningkatkan semangat untuk kembali berjuang.
“Sebetulnya lebih kepada, event ini bukan hanya balapan, tapi ada petulangan berhari-hari. Jadi lingkungan yang nyaman dan positif sangat diperlukan untuk perjalanan, jadi tim Toyota Gazoo Racing Ini ini sudah sangat matang dan semua personil udah terbiasa dan profesional untuk menciptakan kondisi good vibe. Modal utama tahun ini adalah kebetulan mekanik kita dari Indonesia, dan ini semua betul-betul mendorong saya untuk bisa tampil menjadi juara. Jadi, perjalanannya sangat menyenangkan dan balapan juga sangat enteng meskipun kondisi yang dihadapkan tidak mudah,” pungkasnya. (*)

