JAKARTA – Engine Block Autoworks berhasil membawa pulang trofi kemenangan pada ajang Pertamax Turbo Drag Fest yang diselenggarakan di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, Jawa Barat, akhir pekan lalu (31/8). Meski di awal tim ini tidak menargetkan untuk berada di podium, namun hasil akhirnya justru berpihak kepada tim yang bermarkas di Bintaro, Tangerang Selatan.
Dalam perbincangan singkat bersama Hadi Taruna alias Hatar, sebagai Team Owner Engine Block Autoworks, dirinya tidak menyangka timnya bisa meraih podium dalam kejuaraan tersebut.
Menurutnya, ini merupakan kali pertama timnya bertarung di luar lintasan lurus Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Mengandalkan Peugeot 405 berkelir merah dan telah melakukan engine swap menggunakan jantung mekanis Peugeot 306, turut menjadi salah satu resep keberhasilan Engine Block Autoworks bersaing dengan beberapa rival dengan mobil yang lebih familiar.

Ardian ‘Ucup’ Pradana (kedua dari kanan) raih podium ketiga bersama Engine Block Autoworks
Ia pun tidak menampik bahwa ada keunggulan tersendiri dengan penggunaan mesin tersebut sehingga performanya sangat bisa diandalkan.
“Alhamdulillah untuk hasil Pertamax Turbo Drag Fest 2025 ini, kita berhasil dapat podium ketiga di kelas 402 meter dengan bracket 16 detik,” ujar Hatar, melalui pesan singkat.
Sejatinya, tim ini turun di dua kelas yakni 201 meter bracket 10 detik dan 402 meter bracket 16 detik. Adapun joki yang dipercaya adalah Farhan Taruna dan Ardian Pradana, sosok yang telah dipercaya selama beberapa seri menggeber Singa Perancis tersebut.
Namun sayang, untuk kelas 201 meter bracket 10 detik, Hatar bersama tim belum beruntung karena ada kendala teknis. Masih dalam perbincangan kami, ia menjelaskan bahwa faktor tersebut disebabkan lantaran salah satu komponennya sudah tidak optimal yang menyebabkan performa mobil menjadi agak drop.
“Untuk yang 201 meter bracket 10 detik, waktu kita enggak masuk karena timenya 10,4 detik. Setelah kita cek ternyata plat koplingnya sudah tipis dan menyebabkan slip. Ini karena untuk kelas 201 meter ada di slot terakhir, jadi sudah diporsir lebih dulu,” tambah Hatar.

Engine swap jadi salah satu resep keberhasilan Engine Block Autoworks
Kendati demikian, ia tetap merasa bangga dan terkejut karena Peugeot 405 yang memiliki bobot 1,2 ton ini masih mampu bersaing dan memberikan perlawanan kepada rivalnya. Di samping itu, dengan keikutsertaannya tersebut juga dijadikan pengalaman untuk pengembangan mobil lebih lanjut.
“Kita beranngkat ke sana sih tidak ada target podium, karena ini baru pertama kalinya kita main di luar kota. Jadi lebih mencari pengalaman untuk bertanding di luar Jakarta. Tapi setelah melihat hasil, ada rasa optimis karena memang Peugeot 405 kita juga pada waktu seri empat Kejurnas Drag Race di Sentul beberapa waktu lalu sudah terlihat performanya. Dan Alhamdulillah, Ardian masih dapat podium ketiga,” pungkasnya.
Satu fakta yang menarik dari pencapaian tersebut adalah Peugeot 405 yang diracik Hatar ini menjadi satu-satunya di posisi lima besar karena lebih didominasi oleh mobil bermesin diesel. (*)

