JAKARTA – Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) kembali menorehkan capaian penting dalam dunia off-road internasional setelah menaklukan tantangan di ajang BAJA 1000 yang berlangsung di sepanjang Semenanjung California.
Untuk pertama kalinya, TGRI menurunkan Toyota Fortuner yang telah di-upgrade khusus di ajang BAJA 1000, lomba yang dikenal sebagai salah satu balapan paling ekstrem dan legendaris di dunia.
Pereli yang membawa tim TGRI, TB Adhi, menyampaikan bahwa tahun ini tim berhasil naik level dari sebelumnya mengikuti BAJA 500 menjadi BAJA 1000 dengan jarak tempuh lebih dari 1000 miles. Meski lintasan lebih panjang, ia menilai tingkat kesulitannya justru dapat dihadapi dengan lebih optimal oleh kendaraan yang dipersiapkan tim.
“Track BAJA 1000 itu panjang dan berat, namun tidak se-ekstrem yang banyak orang bayangkan. Mobil kami justru terasa cocok dengan kondisi lintasan di sini,” ujar Adhi. Ia menambahkan bahwa sekitar 98 persen jalur berhasil dilalui, dengan performa mobil yang konsisten dan kecepatan rata-rata yang memuaskan.

Toyota Fortuner TGRI yang ikut di ajang BAJA 1000 (Foto: gx.runner)
Kepercayaan Diri yang Tumbuh dari Kolaborasi Internasional
Dukungan terhadap pereli asal Indonesia ini juga datang dari dua rekannya yang berada di Amerika Serikat, termasuk Bailey Cole, sosok yang pernah bersaing langsung dengan Adhi di AXCR 2025.
Menurut Adhi, masukan dari Bailey menjadi dorongan besar dalam persiapan mentalnya.
“Bailey bilang saya punya kemampuan menyelesaikan Baja 1000. Mendengar itu langsung menaikkan kepercayaan diri saya,” tuturnya.
Fortuner yang Di-upgrade: Lebih Tangguh, Lebih Stabil
Untuk menaklukkan Baja 1000, Fortuner TGRI mendapatkan sejumlah peningkatan strategis:
- Ban 35 inci untuk traksi lebih kuat
- Suspensi yang ditingkatkan untuk stabilitas di lintasan bumpy
- Setelan khusus untuk performa jarak jauh
Dalam wawancaranya, TB Adhi mengungkapkan bahwa upgrade yang telah dilakukan oleh tim terbukti efektif.
“Secara keseluruhan, mobil sangat memadai untuk lintasan Meksiko. Hanya butuh sedikit fine tuning pada suspensi agar bisa melaju lebih cepat di jalur bergelombang,” jelasnya.

Bagian ban dan velg juga telah dimodifikasi dengan ukuran yang lebih proper (Foto: gx.runner)
Satu Tantangan Teknis: Gardan Bocor, Tapi Tetap Tuntas
Selama perjalanan, Toyota Fortuner TGRI nyaris tidak mengalami kerusakan komponen. Tantangan teknis hanya muncul pada gardan belakang yang mengalami kebocoran oli. Masalah itu ditemukan oleh mekanik Amerika Serikat di pitstop Race Miles (RM) 450.
“Protec gardan hilang, dan setelah diperiksa ada rembesan akibat packing yang terkena batu serta retakan kecil. Oli terus menetes, jadi kita bawa suplai oli tambahan dan berkali-kali top up,” terang TB Adhi.
Baja 1000: Pembuktian Ketangguhan Mobil dan Tim
Pereli yang tahun ini sukses meraih gelar Juara Nasional Sprint Rally RC3 ini menegaskan bahwa pengalaman di BAJA 1000 menjadi bukti ketangguhan Toyota Fortuner TGRI sekaligus pembelajaran penting bagi pengembangan kendaraan off-road Toyota di Indonesia.
“BAJA 1000 memang pantas disebut sebagai lomba terberat di dunia. Tapi dengan persiapan TCD AP Indonesia dan TGRI, kami bisa membuktikan bahwa Fortuner mampu bertahan di medan ekstrem ini,” kata Adhi.

Modifikasi difokuskan pada sektor kaki-kaki (Foto: gx.runner)
Ia menilai, banyak pengetahuan teknis baru diperoleh dari ajang ini—mulai dari pengaturan suspensi, kekuatan sasis, hingga manajemen daya tahan kendaraan—yang bisa menjadi acuan pengembangan Fortuner untuk event off-road internasional berikutnya.
Apresiasi Kepada Sponsor dan Mitra Teknis
TB Adhi menutup pernyataan dengan menyampaikan penghargaan kepada para sponsor yang membuat keikutsertaan TGRI di BAJA 1000 dapat terlaksana.
“Terima kasih kepada TGRI, TCD AP ID, dan Yokohama. Tanpa dukungan mereka, saya mungkin tidak bisa hadir di event sebesar ini,” ujarnya. (*)

